Petugas Tracking Covid-19 di Garut Diintimidasi Warga, Wabup: Ini Menyulitkan

Petugas Tracking Covid-19 di Garut Diintimidasi Warga, Wabup: Ini Menyulitkan

Puluhan warga mendatangi Puskesmas Leuwigoong mereka mengamuk karena tak terima anggota keluarganya dijadikan ODP Corona.

Konten.co.id – Puluhan warga bergerombol mendatangi Puskesmas Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka tak terima anggota keluarganya dijadikan orang dalam pemantauan (odp) covid-19.
Pasca ditetapkan seorang warga sebagai pasien positif covid-19 asal Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Jarat berbuntut persoalan lain. Warga yang datang ke Puskesmas Leuwigoong tiba-tiba mengamuk dan mengintimidasi petugas.

Persoalannya, warga tak terima anggota keluarganya ditetapkan sebagai ODP covid-19 oleh petugas puskesmas. Adu mulut antara petugas puskesmas dengan warga pun sempat terjadi. Bahkan ada seorang petugas puskesmas yang didorong warga hingga terjatuh.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman memberikan dukungan moral kepada para petugas kesehatan. Helmi menyarankan agar petugas tetap bekerja meski ada tekanan dari warga yang tidak terima dengan penyebutan ODP.

Permasalahan tersebut bermula dari adanya penambahan pasien positif COVID-19 pada Jumat (19/6). Seorang pria 37 tahun asal Leuwigoong terkonfirmasi positif COVID-19. Dia merupakan pasien Corona ke duapuluh enam (KC-26).
Berdasarkan hasil tracing dan tracking dari tim penanganan COVID-19 Garut ada puluhan warga yang diketahui menjalin kontak erat dengan KC-26.

“Ada kaitan dengan KC-26,” ujar Helmi.
Aksi protes itu diketahui berakhir dengan aman. Massa membubarkan diri setelah ditenangkan petugas TNI-Polri, pihak kecamatan dan Puskesmas. Kejadian tersebut mendapat perhatian khusus dari Pemda Garut.

Helmi mengaku, tentunya tindakan seperti itu menyulitkan petugas dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan.

“Ini menyulitkan. Namun tentunya petugas medis harus tetap semangan dan bekerja secara profesional,” pungkasnya. (*)

Penulis: Mahesa
Editor: Hastama Ibrahim

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *