PSBB Jadi Solusi Setelah 26 Orang Warga Garut Meninggal Dunia Akibat Corona

PSBB Jadi Solusi Setelah 26 Orang Warga Garut Meninggal Dunia Akibat Corona

Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut terus meningkat seiring banyaknya warga yang berdatangan dari zona merah.

Konten.co.id – Kasus kematian akibat pandemi Covid-19 atau Virus Corona di Kabupaten Garut terus bertambah. Hari ini, Minggu (3/5/2020), dua orang meninggal dunia. Masing-masing Orang Dalam Pengawasan (PDP) dan satunya lagi Pasien Dalam Perawatan (PDP).

Keterangan dari Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Garut, Riky Rizki Darajat mengatakan, tadi pagi pukul 05.00 WIB
dilaporkan ada 2 orang meninggal dunia. Korbannya yaitu, 1 ODP (Peremupan, 36 tahun Kecamatan Pamulihan) dengan riwayat perjalanan dari Tangerang. Kemudian disusul, 1 PDP laki-laki 54 tahun Kecamatan Banyuresmi dengan riwayat perjalanan dari Bandung.

Kedua jenazah tersebut telah mendapatkan pemulasaraan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Dengan demikian total kasus meninggal sampai saat ini sebanyak 26 orang, terdiri dari
ODP 13 orang, PDP 12 orang dan Positif Covid-19 sebanyak 1 orang.

Sementara itu, kata Riky, total kasus Covid 19 (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi positif) sebanyak 3.208 kasus. Adapun rinciannya, OTG sebanyak 731 orang, dimana 419 masih dalam tahap observasi dan 312 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

Kemudian, lanjutnya, ODP sebanyak 2.414 kasus terdiri dari 133 kasus masih pemantauan, 12 dalam perawatan, dan 2.269 selesai pemantauan dimana 13 diantaranya meninggal.

Untuk PDP tercatat 52 kasus dengan rincian 7 kasus sedang dalam perawatan dan 45 kasus selesai pengawasan dimana 12 diantaranya meninggal.

Adapum kasus Konfirmasi positi sebanyak 11 orang. Terdiri 8 dalam perawatan di rumah sakit, 1 kasus isolasi
mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 1 kasus dinyatakan
sembuh, dan 1 kasus meninggal.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Garut, dr Helmi Budiman, mengatakan, tanggal 1 Mei 2020 Kemenkes menyetujui pemberlakuan PSBB di Jabar. Itu artinya, kata dia, Kabupaten Garut pun akan melakuka penerapan PSBB selama 14 hari kedepan terhitung sejak 6 Mei 2020.

“Tadi kita sudah melakukan pembahasan rancangan Perbup PSBB. Besok pembahasan akan dilanjutkan dengan unsut Forkopimda,” kata Helmi di Pamengkang, usai menghadiri rapat terbatas, Minggu (3/5/2020).

Helmi melanjutkan, rancangan perbup memuat enam pembatasan sosial. Pembatasan tersebut adalah pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan, aktivitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat fasilitas umum, kegiatan sosial budaya, pergerakan orang dan barang menggunakan transfortasi.

Helmi menjelaskan, apabila di tempat kerja pemerintah atau swasta di temukan PDP atau konfirmasi Positif maka aktivitas di berhentikan selama 14 hari.

Sementara itu, kata dia, pembatasan diprioritaskan di 8 zona merah kecamatan yaitu Wanaraja, Garut kota, Tarogong Kaler, Selaawi, Cigedug, Cikajang dan Cibatu.

Adapun jalan yang di tutup selama PSBB yaitu Jalan A Yani, Jalan Pramuka, Ciledug dan Papandayan. Kemudian jalan dilakukan pembatasan Orang dan Barang antara lain Jalan Otista, Cimanuk dan Sudirman.

Helmi melanjutkan, sejumlah daerah akan dilakukan pembatas juga. Ia menyebutkan daerah pembatasan kadungora- Leles (PT changsin), Jalan baru bypass (Anwar musyadadiyah) Bayuresmi, Perbatasan Samarang (Pesona Intan), Cikajang ( Lawang Angin), Wanaraja (Jln Belokan Talagabodas).

“Petugas dilapangan nantinya akan dieksekusi aparat gabungan yaitu TNI, Polisi, Dishub dan Satpol PP,” pungaksnya.(*)

Penulis: Citra Kharisma
Editor: Faisal Ibrahim

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan