Luhut Ragukan Kemampuan Tenaga Kerja Lokal, Sebodoh Itukah Bangsa Kita?

Luhut Ragukan Kemampuan Tenaga Kerja Lokal, Sebodoh Itukah Bangsa Kita?

Jubir LBP menilai rendah tenaga kerja lokal mengundang kontroversi.

Konten.co.id – Sebanyak 500 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China akan dipekerjakan di dua perusahaan tambang nikel yang ada di Sultra, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mendatangkan TKA China dengan alasan memiliki kemampuan yang mumpuni ketimbang tenaga kerja lokal.

Juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menanggapi rencana kedatangan para TKA China itu. Ia mengatakan, rencana kedatangan 500 TKA China itu tak terkait dengan kepentingan pribadi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia mengatakan, kedatangan para TKA China lantaran kemampuannya dibutuhkan. Sebab, ucapnya, tenaga kerja lokal belum bisa menggantikan para TKA tersebut.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Kemenko Marives yang diwakili Jurubicaranya Jodi Mahardi. Hal itu terkait rencana mendatangkan 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara yang menjadi polemik.

Ketua PBNU bidang Ekonomi, Umarsyah meminta anak buah Luhut Binsar Pandjaitan itu agar berhati-hati dalam melontarkan pernyataan. Terlebih pernyataan itu adalah mewakili pemerintah. Sedangkan masyarakat Sulawesi Tenggara jelas-jelas menolak.

Umar mempertanyakan keahlian apa yang dimiliki oleh TKA China itu. Ia melihat kualitas tenaga kerja asli Indonesia sudah sangat mumpuni dalam mengelola industri yang lebih strategis daripada smelter yang ada di Sultra itu.

“Inferior benar pernyataan itu (Jubir LBP, Jodi Mahardi), Stafsus ini tidak sepatutnya bicara itu. Emangnya apa pekerjaannya? Apakah sebodoh dan serendah itu level tenaga kerja kita,” ujarnya.

Menurutnya, tenaga kerja Indonesia sudah mampu mengelola industri yang lebih strategis dan lebih complicated.

“Bahkan termasuk buruh untuk pabrik pesawat sudah ada dan siap kok. Apalagi cuma smelter. Jadi hati-hati kalau bicara,” tegasnya.

Jika pernyataan tenaga lokal dianggap belum mampu maka dapat menyinggung perasaan seluruh bangsa Indonesia. Terkait polemik rencana kedatangan 500 TKA China itu, menurut Umar solusinya sangat mudah, yakni membatalkan kedatangan TKA yang berasal dari negara pertama ditemukan virus mematikan, Corona baru (Covid-19).

Rencana kedatangan 500 TKA China ini kemudian mendapatkan penolakan dari Forkopimda dan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Bahkan Ketua DPRD Provinsi Sultra, Abdurahman Saleh mengaku jika pemerintah pusat nekat mendatangkan ratusan TKA itu, mereka akan menggelar demo penolakan. Alasan kuatnya adalah masyarakat Sultra gelisah dan khawatir karena China adalah negara pertama kasus Covid-19. 

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay merasa heran dengan rencana kedatangan 500 TKA asal China ke Sultra. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak inferior di hadapan para investor asal China yang mempekerjakan TKA asal Negeri Tirai Bambu itu di Indonesia.

“Kebijakan Pemerintah Indonesia yang memberi izin masuk kepada para TKA itu dinilai aneh.

Ada kesan bahwa pemerintah sangat inferior jika berhadapan dengan investor asal China.

Terkadang, kelihatan Indonesia kurang berdaulat jika sedang memenuhi tuntutan para investor tersebut,” katanya.

Padahal, kata dia, pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Tenggara resah dengan rencana kedatangan TKA asal China tersebut di tengah pandemi virus corona. (*)

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan