Kecewa dan Malu, 190 Jamaah Umroh di Bandara Juanda Batal Berangkat

Kecewa dan Malu, 190 Jamaah Umroh di Bandara Juanda Batal Berangkat

Sebanyak 190 jamaah umroh batal berangkat ke tanah suci gara-gara virua corona.

Mengaku Kecewa dan Malu, 190 Jamaah Umroh di Bandara Juanda Batal Berangkat

Konten.co.id – Sebanyak 190 jamaah umroh di Bandara Internasional Juanda Surabaya batal berangakat menyusul penghentian sementara oleh pemerintah Arab Saudi. Mereka mengaku kecewa atas kebijakan mendadak itu, sehingga mereka batal berangkat untuk ibadah umroh.

“Saya kecewa dan menanggung malu karena sudah berpamitan kepada keluarga dan tetangga,” kata salah seorang jamaah umroh, Saifullah Maksum, ditemui di Bandara Juanda, Kamis (28/2/2020).

Ia mengaku, keputusan pemerintah Arab Saudi sangat mendadak. Pasalnya, ia baru tau dari media massa hari ini dan langsung berlaku.

“Aturan dikeluarkan hari ini langsung berlaku hari ini juga,” keluhnya.

Ia mengaku kecewa atas keputusan Arab Saudi. Ia berharap pemerintah Indonesia bisa melakukan negosiasi atas kebijalan ini.

“Indonesia harus segera menempuh jalur diplomasi dengan Arab. Apalagi Indonesia negatif corona,” katanya.

Sementara itu, pengelola travel Dallas Wisata, Eva Arafah, mengaku, tidak bisa berbuat banyak atas kebijakan yang serba mendadak. Padahal, kata dia, saat itu jamaahnya sudah boarding dan memasukkan barang-barang ke bagasi.

Eva mengaku membawa 190 jamaah yang akan umroh semuanya gagal berangkat. Ia mengaku kebijakan itu sangat merugikan usaha travelnya.

“Semoga penundaat pelayanan umroh oleh pemerintah Arab Saudi tidak lama. Pasalnya akan mengganggu bisnis travel,” akunya.

Diberitakan sebelumnya, Mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jemaah umrah dari sejumlah negara. Indonesia menjadi salah satu negara yang dicekal.

Media Berit SPA melaporkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi terus memantau penyebaran virua corona. Saat ini sejumlah negara tetangga di Timur Tengah telah terjangkit penyakit berbahaya ini.

Arab Saudi merasa perlu mengamibil tindakan pencegahan. Imbasnya menghentikan sementara kedatangan jemaah umroh yang datang dari 22 negara.

Berikut negara-negara yang dilarang sementara untuk ibadah umroh:

  1. China
  2. Iran
  3. Italia
  4. Korea Selatan
  5. Jepang
  6. Thailand
  7. Malaysia
  8. Indonesia
  9. Pakistan
  10. Afghanistan
  11. Irak
  12. Filipina
  13. Singapura
  14. India
  15. Lebanon
  16. Suriah
  17. Yaman
  18. Azerbaijan
  19. Kazakhstan
  20. Uzbekistan
  21. Somalia
  22. Vietnam

Selain itu, untuk memastikan keamanan tinggi bagi warga Saudi, Kemlu Arab Saudi merekomendasikan tindakan pencegahan melalui beberapa penerapan kebijakan, yakni:

  1. Izin masuk untuk pelaksanaan umrah dan/atau ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah dihentikan sementara.
  2. Izin masuk menggunakan visa turis dari negara-negara yang tengah mengalami wabah virus korona, dengan kriteria yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan Saudi, dihentikan sementara.
  3. Penggunaan kartu identitas nasional (bukan paspor) untuk perjalanan ke dan dari Kerajaan dihentikan. Pengecualian diberikan kepada warga lokal yang meninggalkan Arab Saudi menggunakan kartu identitas nasional mereka, atau warga negara Dewan Kerja Sama Teluk yang ingin kembali dari Arab Saudi dengan menunjukkan kartu identitas nasional mereka.

Sementara itu, bagi warga pemegang kartu identitas nasional yang ingin masuk Saudi, pihak berwenang akan mempertimbangkan dari mana individu tersebut berasal serta riwayat perjalanannya.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan langkah pencegahan virus corona itu bersifat sementara dan akan terus dievaluasi.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara perihal keputusan pemerintahan Arab Saudi yang melakukan pencegahan secara proaktif penyebaran Covid-19 dengan melarang dan menolak umroh.

Berbicara di sela Indonesia Indonesia Digital Economy Summit 2020, Jokowi mengaku menghormati keputusan yang dibuat pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, hal tersebut terbilang wajar di tengah kondisi seperti ini.

“Pertama itu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Kita menghargai, kita menghormati, karena apapun yang namanya kesehatan itu dinomor satukan oleh pemerintah Arab Saudi. Kita sangat menghargai,” kata Jokowi, Kamis (27/2/2020). (*)

Penulis: Mahesa
Editor: Citra Kharisma

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *