Eksodus Warga Natuna Gara-gara Dihantui Wabah Virus Corona

Eksodus Warga Natuna Gara-gara Dihantui Wabah Virus Corona

Ribuan warga Natuna meninggalkan tempat tinggalnya gara-gara dihantui virus corona.

Konten.co.id – Warga Natuna melakukan eksodus dari kampung halamannya karena dihantui rasa takut terpapar virus corona. Sejak warga Indonesia yang ada di China di observasi di daerahnya warga mengaku resah.

Sebelum mereka meninggalkan kampung halaman, warga Natuna sempat menggelar unjuk rasa menolak kedatangan WNI yang akan diobservasi di sana. Namun usaha mereka gagal, WNI dari Wuhan China tetap diobservasi di Natuna.

“Saya terpaksa meninggalkan kampung halaman. Karena kita terus dihantui ketakutan terpapar corona,” kata Alimudin (35), Selasa (4/2/2020) di Pelabuhan Natuna.

Eksodus warga Natuna sangat terlihat di Desa Kota Tua, Kecamatan Penagi, Natuna. Letak desa yang hanya 1 Km dari tempat observasi sebagian warganya sudah meninggalkan kampung halaman.

“Warga kita ada 373 sebanyak 81 warga sudah meninggalkan kampung halaman. Alasannya karena takut terpapar virus corona,” ungkapnya.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, membantah adanya eksodus masyarakatnya karena kedatangan 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Tiongkok. Kalaupun ada yang ke luar daerah namun bukan karena takut virus corona.

“Tidak ada eksodus. Kalau yang keluar memang ada. Jika memanga ada eksodus pasti kosong pulau ini,” ungkapnya.

Hamid mengaku, saat ini Pemkab telah melakukan sosialisasi. Jadi masyarakat tidak lagi resah.

Namun pernyataan Bupati Natuna bertolak belakang dengan pernyataan Anggota DPRD Natuna. Menurut Anggota DPRD Natuna, Junaidi, membenarkan telah terjadi eksodus warga di Natuna. Terutama warga terdekat dengan tempat observasi WNI dari Wuhan China.

“Eksodus ini benar adanya. Warga ketakutan dengan virus corona,” ungkapnya.

Hal tersebut, kata dia, diakibatkan sosialisasi yang lemah dari pemerintah. Sehingga informasi sesungguhnya sudah tertutup oleh berita yang simpangsiur.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Natuna, membenarkan terjadi peningkatan jumlah penumpang Kapal Bukit Raya. Jika biasanya hanya 400 orang kini melonjak jadi 675 orang. (*)

Penulis: Mahesa
Editor: Citra Kharisma

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan