Cek Kebenaran Said Aqil dari Lombok dan Beragama Hindu

Cek Kebenaran Said Aqil dari Lombok dan Beragama Hindu

Kabar Said Aqil dari Lombok dan beragama Hindu hoaks dan palsu.

Kabar Said Aqil dari Lombok dan Beragama Hindu Dipastikan Hoaks

Konten.co.id – Netizen baru-baru ini mengamuk. Hal ini karena Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj difitnah kalau dia dari Lombok dan beragama Hindu di grup WhatsApp (WA) Sasambo Ikhtiar oleh salah satu anggotanya berinsial Jamal James.

Namun postingan tersebut dipastikan tidak benar dan menyesatkan atau misleading. Postingan ini rupanya adalah postingan dari facebook dengan akun Facebook Andri Rockers.

“Dapat info dari kawan asal kota Bali.Kawan Saya bilang, 2 tahun tak jumpa dengan pak I made, kok namanya jadi said Aqil siraj.dan suka pake peci. Begitu imbuhnya….Selidik punya Selidik, ternyata SAS mempunyai nama asli.I Made Wiryawan saidi.Beragama Hindu asal pulau lombok yg memiliki saham di kota Bali.Kawan saya merasa terkejut.Bagaimana mungkin seorang beragama HINDU bisa di percaya mengurus NU Bersama gerombolannya si Cornelius, Nuril, Abu janda dan Gus Guntur Di masukkan NU secara Bersama’an oleh Megawati.Rupanya pak I made kawan lama bu megawati di vihara Bali saat hari besar HINDU.Oh sungguh begitu bobroknya rezim ini Dari nama palsu sampai Agama di palsukan seperti junjungannya.Thanks salam dari sobat agen CIA kita dari negara Australia.#Wassallam,” posting akun Facebook Andri Rockers, Rabu (1/1/2019).

https://www.facebook.com/groups/276665096312116/permalink/506581663320457/?_rdc=1&_rdr

Namun setelah ditelusuri, tidak ada data mengenai informasi yang dikatakan Andri Rockerz maupun Jamal James.

Sementara foto yang diunggah oleh akun Andri Rockers adalah berasal dari rumahkitab.com dalam artikel yang berjudul “Kiyai Said Serukan Akhiri Perkawinan Anak” pada 22 Januari 2019.

Diketahui KH Said Aqil Siradj adalah nama asli beliau. Said lahir di Cirebon, 3 Juli 1953. Ia memulai sekolahnya di Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien, Kempek, Cirebon.

Ia pun melanjutkan pendidikan di Hidayatul Mubtadi’en, Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur 1965 – 1970, kemudian dilanjutkan ke Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta,1972-1975.

Ia sarjana Ushuluddin dan Dakwah, Universitas King Abdul Aziz, pada tahun 1982. Lalu S2, Perbandingan Agama, Universitas Umm al-Qura, Mekah pada tahun 1987 dan S3 Aqidah dan Filsafat Islam, University of Umm al-Qura, Mekah tahun 1994.

Said Aqil sudah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU Dua periode. Pada periode pertama yakni dari 2010 hingga 2015 dan untuk periode kedua dari 2015 sampai 2020.

Sebelumnya, Netizen baru-baru ini mengamuk. Hal ini karena Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj difitnah kalau dia dari Lombok dan beragama Hindu.

Dikutip dari akun twitter @narkosun, dalam obrolan di grup WhatsApp (WA) Sasambo Ikhtiar ada salah satu anggotanya yang berinisial Jamal James menceritakan kalau ada kawannya yang sudah dua tahun tidak bertemu dengan I Made.

Namun betapa terkejutnya ia kalau I Made sudah berpeci dan berganti nama menjadi Said Aqil Siradj. “Kok namanya jadi Said Aqil Siradj dan suka pake peci,” imbuhnya.

Dilanjutkan isi postingan tersebut, kalau nama Said Aqil adalah I Made Wiryawan Saidi. Beragama Hindu asal Pulau Lombok yang bekerja sebagai pengusaha di Bali.

“Kawan lama saya merasa terkejut. Bagaimana mungkin seorang beragama Hindu bisa dipercaya mengurus NU bersama gerombolannya si Cornelius, Nuril, Abu Janda dan Gus Guntur dimasukkan NU secara bersamaan?,” terangnya.

Jamal James pun mengatakan kalau I Made kawan lama mantan presiden Megawati Soekarno Putri di Vihara Bali saat hari besar Hindu.

“Oh sungguh begitu bobroknya rezim ini dari nama palsu sampai agama di palsukan sama seperti junjungannya,” katanya.

Ia pun memberi tahu kalau ia agen CIA dari Australia. “Thanks salam dari sobat agen CIA kita dari Australia,” imbuhnya.

Akun @narkosun pun mengaku geram. Ia pun meminta bagi yang memiliki nomor telepon dengan insisal Jamal James untuk meminta maaf kepada muslim dan warga NU terkait fitnah tersebut.

“Tolong yang punya nomor ini 085337060460, siapapun anda, segera minta maaf ke Publik & Warga Nahdlatul Ulama krn telah memfitnah Kiai kami di Group Sasambo Ikhtiar. Apa salah kyai Said shg km fitnah sekeji ini?” terangnya.

Hal ini pun sesuai dengan sumbernya di grup NU Lombok.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=554817521778178&id=198066627453271

Netizen pun mengaku ikut geram dan meminta agar Jamal. “Tangkap secepatnya” cuit @HmfaqihA

Banyak pula yang menilai kalau fitnah tersebut sangat terlihat. Mengingat yang dikatakan Jamal James vihara tempat ibadah umat Hindu.

Sementara tempat ibadah umat Hindu adalah pura. “Lagian vihara itu untuk umat budha, pura hindu. Ga belajara PMP kayanya dulu” cuit @aqratea.

Sementara akun @GoenSherlock mencuitkan, “Innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un, ini fitnah paling keji…. Saya tau siapa beliau Kiayi @saidaqil beserta dzuriah dan turunannya, mesti di cari siapa yang memfitnah mohon aparat penegak hukum segera bertindak siapa yang memfitnah pemimpin kami….. @jokowi @DivHumas_Polri”

Dalam postingan @narkosun terdapat nomor telepon Jamal James. Menurut kabar dari salah satu netizen bernama Sugiarto mengatakan kalau nomor tersebut online dan bisa dihubungi.

Jamal sendiri adalah S2 di Jakarta.

“Ada info S2 di Jakarta.”

Selain itu, Ia mengaku kalau postingan tersebut forwarded atau diteruskan dari grup lain. Namun saat ditanya mengenai tidak ada tanda diteruskan, ia justru mengaku kalau saat share postingan tersebut hanya ada foto tanpa tulisan.

“Waktu itu saya share hanya ada foto saja gak ada tulisan,” katanya.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=1546452632176105&id=100004341497369&set=p.1546452632176105&source=47&refid=52&tn=R

Jamal pun diketahui sudah meminta maaf kepada anggota grup Sasambo Ikhtiar karena memposting tentang fitnah terhadap Said Aqil Siradj tersebut.

Sementara dari hasil penelusuran tim Konten.co.id, nomor telepon yang digunakan Jamal memang benar.

Hanya saja, Jamal tidak mengangkat telepon tersebut. Bahkan pesan WhatsApp nya pun tidak dibaca sama sekali. (*)

Penulis : Ade Indra

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan