Waspada, 125 Fintech Abal-Abal Berkeliaran di Indonesia

Waspada, 125 Fintech Abal-Abal Berkeliaran di Indonesia

Fintech abal-abal masih berkeliaran lewat website dan pengumuman di SMS.

Jangan Terjerumus, 125 Fintech Abal-Abal Berkeliaran di Indonesia

Konten.co.id – Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan pihaknya menemukan 125 perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alias abal-abal.

Dikatakannya, kegiatan tersebut masih beredar lewat website atau aplikasi dan penawaran SMS. ” Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi peer-to-peer lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (3/12/2019).

Satgas Waspada Investasi terdiri dari 13 kementerian/lembaga yaitu OJK, Bank Indonesia, Kementerian Kominfo, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Kemendagri, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kemendikbud, Kemenristek, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, PPATK dan BKPM.

Pada 7 Oktober 2019, Satgas Waspada Investasi telah menindak 133 entitas fintech peer-to-peer lending ilegal, sehingga total entitas fintech peer-to-peer lending ilegal yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai dengan November 2019 sebanyak 1.494 entitas dengan total entitas fintech peer-to-peer lending ilegal yang sudah ditindak oleh Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 hingga November 2019 sebanyak 1.898 entitas.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing dan Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi, Jumat (7/9/2018).(Kompas.com/Mutia Fauzia)

Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk 13 kementerian/lembaga di dalam Satgas Waspada Investasi dan sejumlah pihak terkait untuk mencegah masyarakat jadi korban fintech peer to peer lending ilegal.

Diantaranya dengan memperbanyak sosialisasi dan informasi mengenai bijak meminjam di fintech P2P lending dan membuka layanan pengaduan Warung Waspada Investasi.

“Kami mengajak semua anggota Satgas untuk semakin aktif bersama-sama melakukan pencegahan maraknya fintech P2P lending ilegal dan invetasi ilegal untuk melindungi kepentingan masyarakat,” kata Tongam. (*)

Penulis : Ade Indra

Denis Septianda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *