Video Ancaman Seorang Pria Bagi Penghina Kyai NU Viral di Medsos

Video Ancaman Seorang Pria Bagi Penghina Kyai NU Viral di Medsos

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon HM Ujang Bustomi mengancam akan mencekik orang yang menghina kyai NU.

Ketua PC GP Ansor Cirebon: Saya Cekik Penghina Kyai NU

Konten.co.id – Kasus pelecehan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh dai kondang Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq semakin memanas.

Bahkan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon, HM Ujang Bustomi pun mengaku geram. Lewat akun Twitternya @UjangBustomi, ia mengaku siap melawan para penghina Gus Muwafiq yang sejatinya bagian dari Nadhlatul Ulama (NU).

“Teruntuk para penghina kiai2 NU,sekien wani sekiki wani kapan bae wani..anda jual sy borong!! @GPAnsor_Satu @noeruzzaman @jokowi,” cuitnya.

Dalam videonya tersebut ia mengatakan kalau siap melawan para penghina Kyai NU. Bahkan ia akan siap mencekik para penghina Kyai NU.

” Teruntuk para penghina kyai NU jangan memancing kami. Kalau anda masih menghina kyai Nadhlatul Ulama akan saya cekik lehernya,” ucapnya.

Hal ini sontak mendapat respon netizen. “Saya bersama ulama&kyai NU..
Ayooo ngopi ojo lali gus.

KamiBersamaGusMuwafiq” cuit @kunmwd.

“Kiainya dihina dia marah, sampai marah dan ngancam akan mencekik pelakunya.
Tapi Nabinya dilecehkan oleh Kiainya dia diem engga marah sama Kiainya. Jadi sebenarnya dia pengikut siapa #CumanNanyaSajaJanganCekekSayah,”

Sementara akun @korekkayu9 justru membandingkan kasus ini dengan isi ceramah dari almarhum KH Zainudin MZ.

Dalam video tersebut Zainudin berkata orang boleh suka dengan dirinya tapi tidak boleh sampai fanatik dengannya.

Bahkan jika ada yang mau membelanya dengan darahnya ia pun menyalahkan. “Suka sama Zainudin boleh, fanatik dengan Zainudin jangan. Kalau ada yang bilang mau bela Zainudin dengan darah dan nyawa salah, Goblok,” katanya.

Ia pun meminta agar jamaah membela jika benar dan mengingatkan kalau salah.” Kalau yang salah masih dibela menjerumuskan namanya,” ucapnya.

Ia pun mengajak setiap orang obyektif. “Kalau keluar dari dubur ayam telur ya ambil, kalau keluar dari dubur kyai kalau kuning jangan,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan Pendakwah Ahmad Muwafiq atau akrab disapa Gus Muwafiq mendapat sorotan media massa dan warganet setelah ceramahnya dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.

Ceramah yang terjadi di Purwodadi, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu ini mengisahkan tentang kelahiran Nabi Muhammad dan kehidupannya di masa kecil.

Ia menyebut Rasulullah lahir biasa saja seperti bayi-bayi pada umumnya.

Sebab jika ia bersinar seperti keyakinan umat Islam selama ini, maka ia gampang ketahuan oleh Abrahah yang saat itu tengah menyerang Makah dengan pasukan gajah. Ia juga mengatakan nabi saat kecil “rembes” karena ikut kakeknya, Abdul Muthalib.

“Rembes itu dalam bahasa Jawa artinya ‘punya umbel’, tidak ada lain, bahasa saya ‘rembes’ itu umbelan itu. Ini terkait juga dengan pertanyaan biasanya apakah anak yang ikut dengan kakeknya, ini kan bersih, karena kakek, kan, saking cintanya sama cucu sampai kadang cucunya apa-apa juga boleh. Hal itu saja yang sebenarnya,” kata dia

“Ini bukan masalah keyakinan. Ini tantangan, kita sering ditantang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan milenial yang kadang kita sendiri sudah enggak tahu jawabannya. Mereka sudah enggak percaya dengan jawaban-jawaban kita,” terangnya.

“Mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah. Pada seluruh kaum muslimin saya mohon maaf,” katanya.

Akibat ceramahnya tersebut, Gus Muwafiq pun dilaporkan anggota DPP Front Pembela Islam (FPI) Amir Hasanudin ke Bareskrim, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penistaan agama. Tapi laporan FPI ditolak Bareskrim lantaran terdapat barang bukti yang kurang memenuhi persyaratan.

Ceramah Muwafiq yang menggunakan bahasa Jawa itu belum diterjemahkan oleh FPI ke dalam bahasa Indonesia. “Iya hanya penyelidik masih tidak mengerti artinya saja. Walau kami sudah menuliskan maksudnya,” kata kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar dalam tayangan YouTube Apa Kabar Indonesia Malam, Rabu (3/12/2019).

Meski Gus Muwaffiq sudah meminta maaf, pihaknya mengaku tetap akan melaporkan ke polisi. Pihaknya menilai kalau permintaan maaf tersebut tidaklah tulus.

“Kalau kami menilai ada kata ‘kalau ada kata-kata saya yang dianggap’ dan lain sebagainya, tidak ada ingin meminta maaf atau mencabut pernyataannya kami anggap tidak serius,” katanya.

Pihaknya menyatakan poin yang diutamakan menuntut Gus Muwaffiq adalah dengan menyamakan Rasulullah SAW tentulah tidak pantas.

“Dengan menyamakan Nabi Muhammad SAW dengan dirinya sendiri adalah tidak pantas,” katanya.

Pihaknya menilai kalau Nabi Muhammad SAW harus dimuliakan. Dengan perkataannya, menunjukkan kalau Gus Muwaffiq tidak memuliakan Rasulullah SAW.

Selain kata ‘Rembes’ yang dicapkan Gus Muwaffiq, Aziz mengatakan kalau ada perkataan lain yang dilontarkan Gus Muwaffiq. Yaitu Warkah atau dukun Siti Khadijah ketakutan begitu melihat Nabi Muhammad SAW.

“Atas dasar inilah kami melaporkan (Gus Muwaffiq) agar dia ada efek jera. Kami pun meminta kepada masyarakat janganlah menilai sesuatu tanpa dasar,” ucapnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *