UYM Dinilai Berenang Dalam Kubangan Darah Muslim Uyghur

UYM Dinilai Berenang Dalam Kubangan Darah Muslim Uyghur

Ustaz Yusuf Masyur dinilai khilaf dengan mengatakan Ughyur baik-baik saja.

Soal Postingan IG, UYM Dinilai Berenang Dalam Kubangan Darah Muslim Uyghur

Konten.co.id – Pendakwah Ustaz Yusuf Mansur (UYM) ikut mengomentari tentang masalah muslim Uyghur. Lewat akun instagramnya, UYM menilai apa yang terjadi di Xinjiang, China baik-baik saja.

Akun Nasrudin Joha pun mengkritik hal tersebut. Pada website yusufmansyur.com, ia mengatakan Yusuf Mansur saat ini berada dibarisan rezim, satu kubu dengan Tuan Guru Bajang (TGB), Ma’ruf Amien, Abu Janda, Ade Armando, Sukamawati Soekarnoputri dan lain-lain.

“ Jadi, dalam setiap isu yang menyudutkan rezim Yusuf Mansur akan terlibat atau melibatkan diri untuk mengeluarkan ‘fatwa’ yang membela rezim. Yang jelas, Yusuf Mansur punya kasus sama seperti TGB dan Ma’ruf Amien. Agak sulit, bagi Yusuf Mansur untuk menentang rezim karena mudah saja kasusnya digulirkan,” katanya.

Belum lama ini, Yusuf Mansur melalui akun resmi Instagamnya berkomentar terkait kondisi muslim Uighur di Xinjiang. Yusuf Mansur seperti menggambarkan kondisi Xinjiang baik-baik saja, bahkan dia menyebut ada pesantren besar dengan ribuan santri.

“Saya banyak dapat cerita indah tentang Xinjiang. Termasuk sahabat saya, DR. Abu Bakar. Yang punya pesantren di Xinjiang, dengan 1200 santri. Mukim loh. Saya pernah ditunjukkan berbagai video sekolah/madrasah/pesantren DR. Abu Bakar. Ya Xing Education namanya. Ya Xing itu Yaasiin,” kata Yusuf Mansur di akun IG-nya (instagram), Rabu (18/12/2019).

Kontan saja, statement ngawur Yusuf Mansur ini dibantah oleh Azam. Azam Izzudin Haq mempertanyakan Pesantren Ya Xing Education di Xinjiang yang diklaim memiliki 1500 santri.

Dia meminta Yusuf Mansur Tunjukkan di kota mananya saja, akan di datangi. Menurut azam, Di Xinjiang, Yaxing itu nama hotel, mall, supermarket. Demikian kata Azzam di akun twitternya, Rabu (18/12/2019).

Sikap Yusuf Mansur yang tak melakukan kroscek pada informasi seputar muslim Uighur ini bisa dipahami. Karena posisi Yusuf Mansur itu sedang mereduksi opini yang menyudutkan China juga rezim Jokowi.

“Kenapa dalam isu muslim Uighur ini rezim Jokowi ikut tersudut ? Jelas, karena Jokowi mengambil sikap bungkam. Jokowi, tak berani mengkritik apalagi mengusir dubes China, karena Jokowi banyak utang kepada China,” imbuhnya.

Sikap Yusuf Mansur adalah sama dengan delegasi ormas yang berkunjung ke Xinjiang, 10 bulan yang lalu.

Mereka ini ingin mereduksi kekejaman rezim teroris China dengan mengatakan di Xinjiang tidak ada masalah, semua baik-baik saja. Mereka melegitimasi kebiadaban rezim China.

“Kasihan sekali nasib Yusuf Mansur ini, kaki dan tangannya telah terbelenggu kasus. Dia, tak mungkin mengucapkan kata kecuali susunan huruf dan kalimatnya telah dipersiapkan oleh rezim,” terangnya.

Pada kasus muslim Uyghur, lanjutnya, sebenarnya UYM diam saja umat sudah mempertanyakan. “Kenapa diam terhadap kezaliman China terhadap saudara muslim Uighur di Xinjiang ?,” imbuhnya.

Namun, umat semakin jengah karena UYM tak hanya diam tetapi juga bersuara. “Bukan bersuara mengutuk rezim komunis China, bukan mengunggah doa untuk keselamatan saudar muslim Uyghur, tetapi Yusuf Mansur justru membela rezim China dengan mengumbar narasi ‘Xinjiang baik-baik saja’, Astaghfirullah,”

UYM benar-benar telah berenang, diantara kubangan darah muslim Uighur yang menjadi korban kebengisan rezim teroris komunis China. “Di akherat kelak, setiap kata dan perbuatan pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,”.

Sebelumnya diberitakan UYM membuat terkejut dengan mengatakan muslim Uyghur di Xinjiang baik-baik saja.

“Yuk? Jalan2 ke Uighur? Sambil liat bgm muslim Xinjiang menyebar ke seluruh negeri China. Bahkan ada yang buka restoran muslim di Pantai Indah Kapuk. Asli Chefnya dari sana. Dari Xinjiang. Di mana Uighur menjadi slh 1 dari 10 suku di sana,” kata dia pada Rabu (18/12/2019).

Ia melihat kedamaian yang terjadi di Xinjiang melalui kanal YouTube. “Xinjiang jg saya cari2 di Youtube, uindaaaaahhh banget negerinya. Kotanya. Very ethnic. Oriental banget. Dan saya banyak dpt cerita indah ttg Xinjiang. Trmasuk sahabat saya, DR. Abu Bakar. Yang punya pesantren di Xinjiang, dg 1200 santri. Mukim loh. Saya pernah ditunjukkan berbagai video sekolah/madrasah/pesantren DR. Abu Bakar. Ya Xing Education namanya. Ya Xing itu Yaasiin. یس للتربية والتعليم,” kata dia.

Ia mengatakan DR. Abu Bakar lulusan Universitas Islam Madinah. Haafizh Qur’an mutqin 30juz.

“1 organisasi sama saya dan DQ di Lembaga Qur’an Internasional yang beranggotakan 75 negara. Beliau 2x menghadiri wisuda akbar tahfizh pppa. Dan istrinya malah pernah 1th belajar Bahasa Indonesia di sini,” tambahnya.

Ia menyarankan agar tidak mudah percaya dengan apa yang terjadi di Uyghur dan langsung melihatnya.

“Sebaik2nya emang ngeliat lsg apa2 itu. Semoga Allah izinkan kita menginjakkan kaki ke Xinjiang. Khususnya, Uighur. Doa kita semua, u/ semua ummat manusia. Damai selalu. Di manapun berada. Tenang. Sejuk. Adem. Harmoni. Penuh cinta kasih. Dan bs membangun peradaban 1 dunia, bersama2, dlm perbedaan yg pastinya menjadi sunnatullaah,” ungkap dia.

Ia mengungkapkan bahwa santri-santri dia banyak menyebar kuliah di beberapa kota besar di China sana.

“Mereka kadang pake gamis kemana2. Ada masjid besar di kota kota mereka. Dan di kampusZ tempat anak2 saya kuliah, ada masjid besarjuga. Kadang live performance Qur’an juga. Plus kemaren umrah, ngobrol banyak dg jamaah2 umrah dari Yunan, China. Saya live in juga tuh. Anak muda. 19th. Haaflzh 7juz. Berproses 30juz. Ngafalnya di masjid. Sepulang
sekolah. So?” ungkap dia.

Namun hal ini langsung dibantah oleh netizen. Akun @AzzamIzzulhaq menilai kalau Chef di restoran Chinese Muslim di PIK itu dari Lanzhou dan bukan dari Xinjiang. Sementara Syaikh DR. Abu Bakar adalah Hui, bukan Uyghur.

“Beliau tinggal di Lin Xia. S2 di Pakistan, S3 di Amerika Serikat.” Cuitnya.

Selain itu, ia pun menyalahkan terkait Pesantren Ya Xing. Pesantren tersebut bukan di Xinjiang, tapi di Provinsi Gansu. Yang memiliki jarak 2.100km dari Xinjiang. Atau Sama seperti Jakarta-Medan.

Lalu Ya Xing dalam bahasa Mandarin artinya peacefull. “Jauh kali kalau dicocoklogi sama Yasin,”.

“Saya memang tidak terlalu dekat dengan DR. Abu Bakar, tapi dengan pengusaha-pengusaha Muslim yg mendanai pembangunan Ya Xing-nya. Nanti Bang @Yusuf_Mansur saya kenalkan. Oh ya, Uyghur itu etnis, Xinjiang itu wilayah. Jadi yg benar adalah jalan ke Xinjiang, bukan jalan ke Uyghur.” Cuitnya.

Hal ini pun mendapat respon netizen. “Makasih Ustadz @AzzamIzzulhaq…buat kang @Yusuf_Mansur …lain kali kalo dapet info bisa cek n ricek dulu henkun1975,” cuit @henkun1975

Sementara akun @Ramah_Bahagia mencuitkan, “Ya Allah….. telak banget buat mansur. Ternyata buzzer china”

Sedangkan akun @Pencari93254231 mencuitkan, “Yusuf mansur harus akui dpt ilmu pengetahuan dari mas azzam ..”

Penulis : Ade Indra

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan