Uni Soviet Bubar, Pemain Sepak Bolanya Bisa Bela 3 Negara di Piala Dunia

Uni Soviet Bubar, Pemain Sepak Bolanya Bisa Bela 3 Negara di Piala Dunia

Kisah Dejan Stankovic yang bisa bela 3 negara di piala dunia usai Uni Soviet runtuh.

8 Desember 1991 Uni Soviet Bubar, Kisah Pemain Sepakbola di Piala Dunia Jadi Sorotan

Konten.co.id – 8 Desember 1991 menjadi hari bersejarah bagi Uni Soviet. Sebagai negara adidaya yang ditakuti dunia saat itu, malah membubarkan diri.

Pada tanggal 8 Desember1991, Presiden RSFS Rusia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia menandatangani Piagam Belavezha yang menandakan pembubaran kesatuan dan digantikan fungsinya oleh Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).

Sementara ada banyak perdebatan mengenai siapa yang berhak membubarkan Uni Soviet, Gorbachev meletakkan jabatannya sebagai Presiden Uni Soviet pada tanggal 25 Desember 1991 dan memberikan kekuasaannya kepada Boris Yeltsin.

Puncaknya, Majelis Agung Uni Soviet membubarkan dirinya pada tanggal 26 Desember 1991 yang sekaligus menandakan bubarnya Uni Soviet sebagai suatu federasi, hanya terpaut empat hari sebelum hari jadinya yang ke-69

Sebagai negara persemakmuran, Uni Soviet pun terpecah dengan beberapa negara. Banyak warganya yang juga pindah ke negara tersebut. Tak terkecuali keluarga dari mantan pemain Inter Milan Dejan Stankovic.

Akibat perpecahan ini, Stankovic pernah mengikuti Piala Dunia dengan 3 bendera negara yang berbeda. Wah, kok bisa?

Dulu pria kelahiran Beograd, Serbia 41 tahun silam ini besari di Serbia yang saat itu masih masuk kedalam jajaran negara Uni Soviet. Tapi setelah bubar, ia pun pindah ke Yugoslavia, salah satu persemakmuran negara merdeka di belahan Eropa ini.

Ia pun sempat bermain di Piala Dunia dengan membawa panji kebesaran Yugoslavia pada tahun 1998 atau 8 tahun setelah Uni Soviet runtuh. Ia bermain sebanyak lima kali dan mencetak satu gol.

Selepas hancurnya Yugoslavia pada tahun 2003. Negara-negara baru pun muncul satu persatu, salah satunya adalah Serbia and Montenegro pada tahun 2003.

Stankovic yang lahir di bagian Serbia pun resmi menyandang kewarganegaraan Serbia di tahun yang sama. Menariknya, tak butuh lama bagi negara ini untuk bisa mengikuti kompetisi sepak bola Eropa dan Dunia.

Buktinya, mereka mampu mengikuti kualifikasi Piala Eropa dan Piala Dunia, walau usia negara tersebut, belum menginjak satu tahun. Tak ayal, Stankovic yang telah mengantongi kewarganegaraan Serbia and Montenegro, bisa membela negara barunya tersebut dengan sah. U

niknya, Stankovic berhasil memimpin negaranya untuk melenggang ke Piala Dunia 2006. Sayang, dari tiga pertandingan di fase grup, Serbia and Montenegro harus tertunduk malu, setelah gagal meraih satupun kemenangan.

Stankovic sendiri, telah memainkan 24 laga bersama Serbia and Montenegro dan berhasil mencetak tiga gol dan tiga assist. Di Piala Dunia 2006 sendiri, ia bermain penuh dalam tiga pertandingan fase grup.

Selepas masa-masa romantis antara Serbia dan Montenegro. Pada tahun 2006, hubungan kedua negara tersebut, harus kandas di tengah jalan, setelah masyarakat Montenegro memutuskan untuk mendirikan negara tersendiri.

Tak ayal, untuk ketiga kalinya, Stankovic merubah kembali kewarganegaraannya. Dan, lagi-lagi dirinya langsung dipilih oleh pelatihnya kala itu, Javier Clemente untuk memperkuat Serbia di ajang Internasional.

Sebanyak 42 pertandingan telah ia jalani bersama The Eagles. Uniknya, bersama Serbia, Stankovic turut bermain dala Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Akan tetapi, dirinya kembali gagal berbicara jauh di ajang tersebut, setelah dikalahkan oleh Ghana dan Australia. Namun, pada fase grup, mereka berhasil mengalahkan Jerman secara mengejutkan.

Patut kita ketahui, meski Uni Soviet runtuh, tapi keruntuhan mantan warganya tidak ikut runtuh. Bahkan bisa menajdi kisah unik dan jadi inspirasi. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *