Tragedi Pearl Harbor, Amerika Korbankan 2.402 Nyawa Warganya Untuk Ikut PD II

Tragedi Pearl Harbor, Amerika Korbankan 2.402 Nyawa Warganya Untuk Ikut PD II

7 Desember 1941 Jepang membombardir Pangkalan Laut Amerika di Pearl Harbor, Hawaii. Ribuan orang meninggal dalam peristiwa itu.

Amerika Korbankan Ribuan Nyawa Warganya Dalam Tragedi Pearl Harbor, Untuk ikut PD II

Konten.co.id Selama dua jam, Pangkalan Laut Amerika di Pearl Harbor, Hawaii, di serang ratusan pesawat Jepang. Serangan yang datang tiba-tiba sontak mengejutkan dan membuat geram AS. Tragedi penyerangan pada 7 Desember 1941 tersebut menewaskan 2.402 warga Amerika dan 1.282 terluka.

Alasan Jepang menyerang AS adalah sebagai antisipasi Jepang untuk mencegah armada Pasifik AS melakukan tindakan militer terhadap Kekaisaran Jepang. Pemimpin Jepang tidak sudi jika Amerika Serikat terlalu banyak mengintervensi aksinya dalam peperangan di Asia Pasifik.

Jepang menyerang Pearl Harbor oleh 300-an pesawat tempur pengebom dan pesawat torpedo dalam dua gelombang, yang diluncurkan dari enam kapal induk. Aksi Jepang ini mendapat dukungan dari negara poros, yaitu Italia dan Jerman.

Semua delapan kapal perang Angkatan Laut AS hancur lebur, empat di antaranya hangus. Sebanyak 188 pesawat AS, tiga kapal perusak, tiga kapal penjelajah, satu minelayer dan satu kapal pelatihan anti pesawat hancur.

Para anggota Kongres AS kemudian saling berdebat apakah akan membalas dan menyatakan perang terhadap Jepang atau tidak. Tidak hanya terhadap Jepang namun Italia dan Jerman pun masuk dalam target AS.

Presiden AS Franklin Delano Roosevelt meyakinkan Kongres AS untuk mengikutkan negaranya dalam Perang Dunia II. Langkah ini mengubah sikap AS dalam perang yang bergejolak di Eropa dan Asia Pasifik itu. Ini mengakibatkan ribuan orang AS berbondong-bondong mendaftar ke angkatan bersenjata Amerika Serikat.

Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Perang

Jauh hari sebelum peristiwa Pearl Harbor, masyarakat AS yang sebenarnya banyak tak setuju dengan sikap Presiden Roosevelt untuk ikut dalam Perang Dunia II.

Masyarakat AS mendambakan hidup tenang dan damai tanpa peperangan yang membuat banyak masalah. Ada sebuah teori konspirasi yang menyebutkan bahwa sebenarnya Roosevelt secara sengaja membiarkan Jepang menyerang Pearl Harbor.

Hal itu dilakukan agar AS punya cukup alasan untuk ikut dalam peperangan. Teori itu diperkuat ketika AS menolak permintaan militer untuk segera memindahkan pesawat-pesawat tempur yang ada di Pearl Harbor.

Pernyataan Perang

Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang pada 8 Desember. Lalu tiga hari kemudian, Jerman menyatakan perang terhadap Amerika Serikat. Situasi ini menjadikan Amerika Serikat secara sah terlibat pertempuran di Eropa dan Asia Pasifik dan tergabung dengan pasukan Sekutu.

Pada 11 Desember 1941 Jerman dan Italia sepakat menyatakan perang terhadap AS untuk menghormati komitmen mereka di bawah Pakta Tripartit bersama Jepang. Tujuan mereka adalah untuk membatasi intervensi AS dalam setiap konflik yang melibatkan tiga negara itu.

Setelah 1941, para pemimpin Persemakmuran Inggris (Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Persatuan Afrika Selatan), Republik Sosialis Uni Soviet, dan Amerika Serikat, memegang penuh kepemimpinan dari kekuatan pasukan Sekutu. Kelompok in kemudian membagi tugasnya masing-masing untuk melakukan serangan dari kelompok poros, yaitu Jepang, Italia, dan Jerman di berbagai negara.

Pasukan Sekutu Eropa mampu meredam dominasi Jerman dan Italia. Selama tahap akhir Perang Dunia II pada 1945, AS secara intens telah membumi hanguskan 67 kota Jepang. Dalam sebuah ultimatum, AS bersama dengan Inggris menyerukan penyerahan Jepang dalam Deklarasi Potsdam pada 26 Juli 1945.

Tragedi bom nuklir pada Agustus 1945 adalah penutup Perang Dunia II, serangan terhadap Hiroshima dan Nagasaki itu diperintahkan oleh Presiden AS Harry S Trauman.

Akibatnya, bom atom itu menewaskan lebih dari 125.000 orang. Sedangkan, lebih dari 50 juta orang tewas dalam perang. Selama empat tahun berperang dalam Perang Dunia II, AS memainkan peran utama dalam pembentukan Perserikatan Bangsa Bangsa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), kini AS memastikan dirinya tampil taring di panggung dunia. Setelah perisiwa Pearl Harbor, AS tiba-tiba menjadi negara yang supermiliter hingga hari ini.

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *