Tak Ikut Bela Uyghur, Netizen Tanyakan Ormas Indonesia

Tak Ikut Bela Uyghur, Netizen Tanyakan Ormas Indonesia

Indonesia Tak Ikut bela Uyghur, Netizen ngamuk dan curiga pemerintah diam saja.

Netizen Pertanyakan Ormas Islam Indonesia Tak Ikut Tanda Tangani Dukungan Bela Uyghur

Konten.co.id – Nama Duta Besar RI untuk PBB tidak masuk dalam list 22 negara yang ikut menandatangani surat pernyataan mengecam perlakuan pemerintah China terhadap minoritas Muslim Uighur dan kelompok minoritas di Xinjiang.

Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Adnin Armas menyesalkan “sikap diam” Pemerintahan Joko Widodo soal Uighur.’

“Indonesia tidak ada dalam list. Padahal harusnya Indonesia yang memimpin sebagai negara Muslim terbesar di dunia. Ini malah diam-diam saja. Ormas-ormas Islam yang anggotanya besar, ketularan diam diam juga. Rezim ngapain aja? #WeStandWithUyghur #IndonesiaStandWithUyghur,” tulis Adnin di akun Twitter @armas_adnin mengomentari tulisan bertajuk “Para Dubes 22 Negara Kecam Perlakuan China terhadap Uighur di Xinjiang”.

Sementara Founder AMI Foundation Azzam M Izzulhaq mengungkapkan bahwa pengaburan dilakuan oleh “official government” dan oknum tokoh dan ormas Islam di Indonesia.

“1. Masyarakat dunia sering dikaburkan dengan kondisi Muslim di China bahwa ‘everything is ok’ dengan menggambarkan kehidupan etnis Hui Muslim di Provinsi Gansu, Xi’an, Guangzhou dll. Padahal, yang di-concern-kan adalah etnis #Uyghur di Provinsi Xinjiang yang menerima perlakuan ‘khusus’,” tulis Azzam di akun Twitternya.

Pengusaha yang sempat berkunjung di lebih dari delapan kota di Provinsi Xinjiang dalam misi bantuan kemanusiaan ini menyebut secara tegas pihak di dalam negeri yang turut mengaburkan fakta Uighur.

“2. Pengaburan ini selain dilakukan oleh official goverment, juga pihak-pihak yang ‘berkepentingan’. Termasuk oknum tokoh dan ormas Islam di negara kita. Alasannya? Ah, sudah sama-sama tahu saya rasa,” tulis @AzzamIzzulhaq.

Sementara itu netizen Indonesia pun kini muncul Petisi Change.org minta pemerintah Indonesia untuk membantu muslim Uyghur.

Dikatakan pembuat petisi ini Women Wokeimpect, Beberapa orang korban telah melaporkan perlakuan buruk yang mereka dapatkan selama dalam masa “pendidikan” maupun penagkapan terhadap mereka yang dilakukan secara sewenang wenang.

Kekejaman yang Pemerintah Cina lakukan terhadap Muslim Uyghur merupakan kejahatan kemanusiaan yang mengarah kepada genosida baik secara kebudayaan maupun fisik.

Beberapa kejahatan kemanusiaan yang Pemerintah Cina lakukan adalah penangkapan paksa, larangan beribadah, kursi setrum, pemberian obat terlarang, hingga tindak aborsi dan pelecehan seksual bagi Muslim Uighur yang kedapatan mengandung.

Sebagai salah satu negara yang sudah menandatangani ICCPR, seharusnya pemerintah China -yang juga merupakan anggota dewan keamanan PBB- memahami dengan jelas bahwa perlakuan yang mereka berikan kepada kaum Muslim Uyghur telah melanggar beberapa pasal yang dilindungi di dalam ICCPR.

“Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, sekaligus negara yang memiliki hubungan diplomasi dengan Cina sudah saatnya mengambil langkah tegas untuk membantu Muslim Uyghur,” katanya.

Dikatakannya, 3 hal awal yang dapat Pemerintah Indonesia lakukan untuk membantu Muslim Uighur antara lain Mengajukan gugatan untuk China di International Court of Justice untuk dapat segera menghentikan dan menghukum Pemerintah Cina atas pelanggaran HAM yang dilakukan.

Lalu melakukan pemboikotan produk China yang beredar di Indonesia. Seperti Tiktok, Huawei, dan sebagainya untuk mengamputasi pertumbuhan ekonomi Cina.

Dan melakukan larangan melakukan global trading bagi para penjual yang berasal langsung dari China pada marketplace di Indonesia.

“Dengan dilaksanakannya hal diatas, diharapkan dapat memaksa Pemerintah Cina untuk segera menghentikan pelanggaran HAM yang sudah mereka lakukan dan menghargai Hak Asasi dari para Muslim Uyghur,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan