Soal Penyelundupan Lobster, Susi Pudjiastuti Singgung Ukuran Harley

Soal Penyelundupan Lobster, Susi Pudjiastuti Singgung Ukuran Harley

Penyelundupan Benur Lobster sampai Rp 900 miliar dikomentari Mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti.

Ini Komentar Susi Pudjiastuti Soal PPATK Bongkar Penyelundupan Benur Lobster

Konten.co.id – Keberhasilan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) membongkar aliran dana dari hasil penyelundupan ekspor benur lobster yang mencapai Rp 900 miliar dikomentari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Alih-alih mendapat pujian, Susi menyinggung kalau ukuran benih Lobster lebih besar dari Harley Davidson. “Sekarang baru tahu kan bibit lobster ukurannya lebih gede dari harley,”

Komentar ini sendiri diketahui menyinggung kasus mantan direktur PT Garuda Indonesia Ari Akshara yang terlibat penyelundupan motor Harley Davidson dari Prancis menuju Jakarta.

Komentar Susi pun mendapatkan respon dari netizen. “Pecat aja,atau tenggelamkan versi bu Susi @kkpgoid bikin ngakak itu ada harley nya itu @IndonesiaGaruda” cuit akun @Ahmad99tm.

Hal senada dicuitkan@ iKliwons “Benur Harley Bu….”

Sedangkan akun @wotonnie mencuitkan, “Meskipun begitu kelindes HD lebih fatal dari kesengat lobster bu @susipudjiastuti “

Diketahui PPATK berhasil membongkar aliran dana dari hasil penyelundupan ekspor benur lobster yang mencapai Rp 900 miliar.

Dilansir dari detikcom Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengungkapkan pihaknya bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKP) dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bekerja sama mengungkap kasus penyelundupan dalam satu tahun ada aliran dana dari luar negeri yang digunakan untuk mendanai pengepul membeli benur tangkapan nelayan lokal mencapai Rp 300 miliar hingga Rp 900 miliar.

Modus yang digunakan oleh pelaku adalah melibatkan sindikat internasional. Sumber dana berasal dari bandar yang ada di luar negeri yang kemudian dialirkan ke berbagai pengepul di Indonesia.

“Jadi aliran dana dari kegiatanpenyelundupan lobster ini bisa mencapai Rp 900 miliar, uangnya itu besar dan melibatkan antar negara,” kata Kiagus dalam konferensi pers Refleksi Akhir Tahun di Kantor PPATK, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Dia mengungkapkan, penyelundupan ekspor ini menggunakan tata cara pencucian uang dan melibatkan beberapa usaha. Sehingga banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dengan melakukan penyamaran.

Mereka menggunakan kegiatan usaha valuta asing (PVA) atau money changer sebagai perantara transaksi antara sindikat yang berada di luar negeri dengan pelaku di Indonesia.

“Kemudian penggunaan rekening pihak ketiga, antara lain toko mainan perusahaan pemilik usaha garmen dan perusahaan ekspor ikan dalam menampung dana yang berasal dari luar negeri,” jelas dia.

Dampak dari eksploitasi sumber daya kelautan dan perikanan khususnya lobster yang tidak sesuai peraturan dapat berakibat semakin menurunnya ekspor lobster dari Indonesia ke luar negeri.

Penyelundupan ini dapat menimbulkan kerugian negara yang signifikan atau mengurangi penerimaan negara dan mengancam kelestarian sumber daya lobster di Indonesia. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *