Soal Angka Tebus Ijazah Siswa Jakarta, Eko Kuntadhi Dibully

Soal Angka Tebus Ijazah Siswa Jakarta, Eko Kuntadhi Dibully

Eko Kuntadhi dibully karena salah sebut angka menebus ijazah yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI jakarta.

Sebut Angka Tebus ijazah Siswa SMA di Jakarta Rp 688 Miliar, Eko Kuntadhi Dibully Akun Raja Purwa

Konten.co.id – Pengamat media sosial (Medsos) Eko Kuntadhi baru-baru ini jadi sasaran bully netizen. Hal ini karena cuitannya tentang angka budget untuk menebus ijazah 171 siswa di DKI Jakarta mencapai Rp 688 miliar.

“Eh, buset. Nebus ijazah 171 siswa budgetnya Rp688 miliar. Berarti satu siswa nunggak SPP Rp4 miliar. Katakanlah SMP dan SMU. Jadi biaya SPP/bulan Rp100 jutaan? Itu sekolah di Jakarta apa kuliah di Hardvard sih? Eh, ini Jakarta, mblo! #GabenerMager”

Didalam cuitannya terdapat berita dari Gelora.co yang berjudul “DKI Kucurkan Rp688 Miliar Tebus Ijazah Siswa yang Ditahan Sekolah”. Dalam berita tersebut menuliskan kalau Pemprov DKI Jakarta mengucurkan dana hingga Rp688 miliar untuk menebus ijazah yang ditahan dari 171 siswa di ibu kota yang berasal dari 79 sekolah swasta.

Namun hal ini pun dibantah oleh netizen. Akun twitter Raja Purwa mengatakan agar Eko bisa meverifikasi data dengan benar lewat beberapa tulisan berita lain.

“Belegug! Segini banyaknya sumber untuk verifikasi data, otak kecengklak! @eko_kuntadhi”

Hal ini karena isi berita dalam media tersebut ternyata salah menuliskan angka. Sebab angka yang seharusnya dalah Rp 688 juta. Bukan Rp 688 Miliar.

Netizen pun ikut membully Eko Kuntadhi. Akun @hannarayliza mencuitkan, “Hahaha anjir…. Udah bacot, salah pula, kuntadi.. kuntadi… Lebih bloon lagi orang yg percaya twitnya si kuntadi ini.. kasiam bgt deh”

“Eh busset Dungu ngajak ngajak.” Cuit @asword_151.

“Dengki banget ama anis,,, wkwkwkwk.. Otak cebong dangkal yee, klo ngomong ga pake bukti” cuit @AsepMuhamadYus6.

Diketahui Kamis (19/12/2019) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama Bazis/Baznas DKI Jakarta mengeluarkan Rp 688 juta untuk menebus sebanyak 171 ijazah yang tertahan oleh sekolah. 171 siswa itu merupakan lulusan dari SD sampai SMA.

“Bantuan tebus ijazah dengan Baznas DKI yang pada hari ini kami lakukan berdasarkan permintaan dari DPRD DKI. Ada 540 orang kurang lebih yang diajukan dewan. Setelah kami verifikasi di lapangan yang berhasil sesuai dengan faktanya, hanya 171 orang. Hari ini kami akan berikan ke 171 dari 79 sekolah dengan total biaya yang kami bayarkan Rp 688 juta,” ucap Ketua Bazis/Baznas DKI Jakarta, Ahmad Lutfi Fathullah dilansir detikcom.

79 sekolah tersebut merupakan sekolah swasta. Kebanyakan siswa memiliki masalah menunggak SPP bulanan. “Kami lakukan ijazah tertahan di sekolah kita masukkan ke kategori orang yang berhutang. Ada yang namanya lunas SPP,” ucap Lutfi.

Simbolisasi penyerahan ijazah, diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah kepada empat perwakilan siswa. Ijazah asli langsung diberikan di lokasi acara.

Sekda menyebut awalnya ada masukkan dari DPRD DKI Jakarta untuk menganggarkan penebusan ijazah di APBD. Namun, karena sudah tidak bisa memasukkan rencana anggaran baru, maka Pemprov DKI menggandeng Baznas DKI Jakarta.

“Sudah lewat waktu penganggaran, ya saya mengambil inisiatif. Ya sudah ini nanti kita take over melalui Baznas (Bazis) DKI Jakarta,” kata Saefullah. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *