Sesuai Standar, BPJT Bantah Tol Japek II Jalur Neraka

Sesuai Standar, BPJT Bantah Tol Japek II Jalur Neraka

BPJT ungkap pembangunan Jalan Tol Japek II sesuai standar dan tidak asal-asalan.

Ini Kata BPJT Usai Pengemudi Sebut Tol Japek II Jalur Neraka

Konten.co.id – Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II mulai digunakan oleh pengemudi sejak dibuka, Minggu (15/12/2019) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

6 hari pasca dibukanya tol layang terpanjang se Indonesia ini, pengemudi mengeluh terkait jalan yang bergelombang.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menjelaskan tol Japek layang telah sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan jalan.

Dikatakannya, jaringan tol layang ini telah dirancang dengan spesifikasi yang telah ditentukan standarnya.

Tol Japek II membentang dari wilayah Junction Cikunir hingga Karawang Barat dan melintasi beberapa bangunan perlintasan eksisting berupa Overpass, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), atau Simpang Susun pada Jalan Tol Jakarta – Cikampek eksisting.

Hal ini membuat konstruksinya dilakukan penyesuaian berupa peninggian elevasi struktur elevated dengan tetap memperhatikan kualitas pemenuhan ketentuan dan persyaratan teknis yang berlaku.

Dengan memperhatikan desain kecepatan rencana (design speed) 80 km/jam, maka desain alignment vertikal untuk peninggian elevasi struktur elevated memiliki kelandaian vertikal maksimal 3%.

Hal ini disebut telah memenuhi ketentuan persyaratan kelandaian vertikal maksimum 4% untuk desain kecepatan 80 km/jam tersebut.

“Termasuk pemenuhan ketentuan jarak pandang henti kendaraan yaitu minimum 110 meter,” kata Danang.

Masyarakat sendiri diminta supaya lebih bijak dalam membuat interpretasi foto jalan tol Jakarta Cikampek II (Elevated) dan tetap hati-hati dalam berkendara dengan mematuhi rambu lalu lintas marka jalan dan batas kecepatan kendaraan.

Sebelumnya, pengemudi mengeluh terkait jalan tol Japek II yang bergelombang. Heru Cahyono (43) misalnya.

Ia mengatakan kalau merasa jadi lebih mudah dan cepat menuju Cikampek dan tol Trans Jawa untuk aksesnya pulang kampung ke Pacitan, Jawa Timur, Jumat (20/12/2019). Akan tetapi dibalik itu, ia mengaku agak pusing karena jalannya yang bergelombang.

“Ada beberapa jalan yang bergelombang, naik turun, udah kayak roller coaster. Anak-anak jadi mual padahal belum lewat jalan kelak kelok kayak di Pacitan,” ucapnya kepada Konten.co.id lewat WhatsApp, Sabtu (21/12/2019) pagi.

Saking parahnya, ia menganggap jalan tol ini bisa jadi ancaman. Bahkan neraka bagi pengemudi. “Neraka ini jelas. Hati-hati saja lah kalau mau lewat sini,” katanya.

Hal senada diungkapkan Margina (24). Warga Cipadu, kota Tangerang ini mengaku lebih senang lewat jalur bawah atau Tol Japek 1.

“Mending lewat jalan lama aja kalau saya. Buat instansi terkait agar segera diberesin masalah ini biar pengemudi nanti jadi nyaman,” imbuhnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *