Sebut Rasulullah SAW ‘Rembes’, Buya Yahya Sentil Gus Muwafiq

Sebut Rasulullah SAW ‘Rembes’, Buya Yahya Sentil Gus Muwafiq

Buya Yahya sebut Gus Muwafiq yang hina Rasulullah SAW keluar dari Iman jika ia tahu sejarah Nabi Muhammad SAW.

Sentil Gus Muwafiq, Ini Tanggapan Buya Yahya Tentang Rasulullah SAW ‘Rembes’

Konten.co.id – Baru-baru ini Gus Muwafiq mendapat sorotan. Ia dinilai menghina Rasulullah SAW dengan mengatakan Rasulullah SAW ‘Rembes’ atau ingusan saat masih kecil.

Hal ini pun mendapat respon langsung dari ulama Buya Yahya. Ia mengatakan jika berbicara tentang Nabi Muhammad SAW harus hati-hati.

Ia mengatakan kalau ada yang menghina Nabi Muhammad SAW tidak dengan sengaja sudah keluar dari iman. Tapi kalau tidak sengaja berarti tandanya ceroboh.

“Makanya kita harus hati-hati dalam mengatakan sifat nabi setelah jadi nabi atau sebelum jadi nabi,” katanya dalam tayangan YouTubenya.

Jika orang tersebut sudah membaca atau mengetahui sejarah tentang nabi, tentu tidak akan bicara yang tak pantas tentang Nabi Muhammad SAW. Apalagi menghina sifat Nabi Muhammad SAW.

“Sifat Nabi berbeda dengan orang lain. Nabi dengan keistimewaannya, Betapa mengagumkannya Nabi,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, tidak akanlah ada kata yang pantas jika orang tersebut mengetahui sejarah Nabi. Apalagi kalau ia sampai menyamakan sifat Nabi Muhammad SAW dengan dirinya sendiri.

“Gak pantas kita menyebut dengan kata yang tidak pantas kepada Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.

Ia mengatakan Allah SWT menjaga Nabi Mohammad SAW. Allah SWT membersihkan tubuh Nabi Muhammad SAW, tubuhnya dibelahd an dibersihkan. Jasadnya juga dibersihkan.

Sehingga, tambahnya, Nabi Muhammad SAW tidak bisa dibandingkan dengan siapapun. Meski Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sakit.

“Jadi kalau anda mendengar kata yang tak pantas tentang Nabi Muhammad SAW itu ujian bagi anda,”

Kalau anda mendengarnya biasa saja, lanjutnya, maka akan jadi musibah bagi anda. Ia menambahkan, jika ada yang mengatakan yang tak pantas tentang Nabi Muhammad SAW bisa saja tidak mengerti atau ‘kepleset’.

“Kalau ada yang menyebut sifat yang tak pantas pada Nabi Muhammad SAW apa yang ada dihatimu? Jadi biarpun ada yang bicaranya kepleset atau apa kita harus tetap sedih, kenapa harus bilang itu,” terangnya.

Kalau yang mendengar seperti itu biasa saja, diyakini kalau iman dan adabnya keropos. Ia pun meminta agar setiap umat islam agar tidak tinggal diam jika ada yang menyinggung Nabi Muhammad SAW.

“Masa iya kekasih anda disinggung kok diam-diam saja,” tegasnya.

Hanya saja ia meminta melihat yang menyinggung Rasulullah SAW. Apakah dia sengaja atau tidak. “Kalau sengaja ya dia keluar dari Iman tapi kalau tidak sengaja ya dia gak dosa didepan hadapan Allah SWT,” tuturnya.

Lalu bagaimana mengatasi masalah ini? Ia melaknjutkan, harusnya semuanya bisa menegur yang berbicara tak pantas kepada Nabi Muhammad SAW.

“Jadi harusnya yang bicara yang ditegur, bukan dibela. Ini kok sudah salah ngomong tapi malah dibela? Mana rasa gelisahnya kalau Nabi Muhammad Saw diucap begitu,” tegasnya.

Ia pun mengaku geram ketika ada yang mengkritisi orang yang membela saat Rasulullah SAW dihina. “Harusnya terima kasih karena diingatkan bukannya malah tidak terima,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gus Muwafiqq atau dengan nama lengkap KH Ahmad Muwafiqq, mendapatkan kritik pedas dari masyarakat karena dianggap menghina Nabi Muhammad SAW dalam sebuah ceramah di Purwodadi beberapa waktu lalu.

Dalam ceramahnya Gus Muwafiqq mengatakan bahwa saat ini ada sebagian orang yang menggambarkan Rasulullah SAW saat masa kecilnya secara belebihan, meski belum diangkat menjadi nabi.

“Tapi kita sendiri sekarang, akhirnya menggambarkan Nabi lahir seperti ini, seperti ini. Nabi lahir biasa saja, tidak usah dibuat-buat. (Dikatakan) Nabi lahir bersinar, ya kalau Nabi lahir bersinar, ya ketahuan hingga dipotong oleh tentara Abrahah. Ada juga yang diceritakan, Nabi lahir bersinar sampai langit, kalau seperti itu, bakal dicari oleh orang Yahudi, dibunuh. Biasa saja, Nabi lahir, masa kecilnya dekil (rembes) karena ikut kakinya kan. Anak kecil yang ikut kakek, pasti tidak terurus. Kakek itu di mana saja mengurus anak kecil tidak bisa,” ujar Gus Muwafiqq dalam ceramahnya.

Sontak ucapannya itu mendapatkan reaksi yang keras dari beberapa tokoh ulama. Setelah video tersebut viral dan banyak dibagikan via Twitter dan WhatsApp akhirnya Gus Muwafiqq memberikan klarifikasi lewat sebuah video yang berdurasi dua menit tiga puluh sembilan detik.

“Kepada kaum muslimin dan muslimat, saya mohon maaf,” Ujarnya.

“Saya sangat mencintai Rasulullah, siapa kaum muslimin yang tidak mencintai Rasulullah, akan tetapi saya sampaikan kalimat itu di Purwodadi, sesungguhnya adlah itulah tantangan kita hari ini, bahwa milenial ini selalu diskusdi dengan saya tentang dua hal tersebu. Saya yakin dengan seyakin-yakinnya nur Muhammad memancarkan sinar, akan tetapi generasi sekarang banyak bertanya benarkah sinarnya seperti sinar lampu? Dan semakin dijawab semakin tidak ada ujungnya.,”

Dalam klarifikasinya itu Gus Muwafiqq menjelaskan kata rembes dalam bahasa Jawa yang menjadi awal viralnya video itu, sehingga memancing kemarahan banyak umat Islam.

“Kemudian terkait dengan kalimat rembes, rembes itu dalam bahasa Jawa artinya punya umbel (ingus) tidak ada lain, bahasa saya rembes itu umbel, ini juga terkait apakah anak yang ikut dengan kakeknya ini kan bersih karena kakeknya kan saking cintanya sama cucu sampai mau apa saja cucunya boleh, hal itu saja sebenarnya. Nah sekarang Alhamdulillah saya diingatkan, terimakasih, dan demi Allah tidak ada sedikitpun saya menghina Rasulullah, saya dididik sedari kecil untuk menghormati Rasul. Ini bukan maslah keyuakinan, ini tantangan kita sering ditantang untuk menjawab pertanyaan2 milenial yang kadang kita sendiri tidak tahu jawabannya.” jelasnya.

Sementara itu, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain mengatakan sampai heran dan tak habis pikir penghinaan terhadap Nabi dilakukan oleh seorang Kiai.

“Puncak yg paling menyakitkan adalah orang yg dikenal sebagai kiyai ikut pula merendahkan Nabi,” ujarnya lewat akun Instagramnya, Senin (2/12/2019).

“Semalaman hati ini rasanya seperti diiris iris. Ingin ku maki dia dgn 1000 makian yg sehina hina makian, tapi Allah dan Nabi ku MELARANG melakukannya. Ku serahkan pd Allah saja,” kata dia dalam kiriman Instagramnya.

View this post on Instagram

Kiyai Pun Menghina Nabi…? . Di akhir zaman ini, nampaknya prilaku manusia anti agama semakin mengerikan. Ada yang terang terangan tidak suka agama Islam dan berani menghina umat Islam, ulama, Al Qur'an, bahkan sang Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Tapi puncak yg paling menyakitkan adalah orang yg dikenal sebagai kiyai ikut pula merendahkan Nabi. . Begitu banyak kitab yg telah menceritakan sejarah dan keagungan Nabi sejak lahir sampai menghadap Allah. Ada Kitab Al Barzanji, yg sangat populer di kalangan umat Islam, khususnya mereka yang menganut madzhab Imam Syafi'i semisal NU, Al Washliyah, Ittihadiyah, Mathla'ul Anwar, Nahdhotul Wathon dll. Kitab Simtudhdhiror, Syama-ilul Muhammadiyah, dan ada banyak lagi. . Saat masih SD kami diajari oleh guru guru kami bahwa semua nabi memiliki IRHASH, sebagai sebuah kelebihan yg Allah berikan hanya kepada calon Nabi atau Rasul saja. Setelah jadi Nabi para Nabi dan Rasul diberi Allah MU'JIZAT. Kedua ini hanya diberikan khusus kepada Calon dan setelah jadi Nabi/Rasul saja, tidak kepada umat Nabi Nabi. . Sejarah mencatat, Nabi Ibrahim lahir di saat raja Namrudz memerintahkan membunuh semua bayi yg lahir di tahun itu. Lalu ibu beliau menyingkir bayinya(Nabi Ibrahim) ke dalam gua. Dan, Allah memberi beliau minum susu yg keluar dari jari jempol beliau. Itu IRHASH…! . Nabi Musa lahir di saaf Fir'aun mengeluarkan perintah untuk menyembelih semua bayi Bani Israil yg lahir di tahun itu. Lalu Allah utuskan Malaikat utk memerintah ibu beliau menghanyutkan sang bayi ke sungai Nil. Hasilnya? Justru Nabi Musa dibesarkan oleh isteri Fir'aun di istana. Itu IRHASH…! . Nabi Isa mampu berbicara saat baru dilahirkan sang Ibu dan mematahkan tuduhan ZINA atas ibu beliau. Itu IRHASH…! . Bagaimana mungkin Nabi yg paling Agung, Sayyidul Anbiya-i wal Mursalin malah REMBESAN di waktu saat diurus kakek beliau? Apa Allah tidak memberi IRHASH kepada beliau? Teganya kiyai itu merendahkan Nabinya sendiri…? . Semalaman hati ini rasanya seperti diiris iris. Ingin ku maki dia dgn 1000 makian yg sehina hina makian, tapi Allah dan Nabi ku MELARANG melakukannya. Ku serahkan pd Allah saja. . Jakarta 2, Desember, 2019, Tengku Zulkarnain .

A post shared by Tᴇɴɢᴋᴜ Zᴜʟᴋᴀʀɴᴀɪɴ (@tengkuzulkarnain.id) on

Penulis : Ade Indra

Denis Septianda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *