PSI Dilaporkan ke BK, Gunromli Sebut Ada Konspirasi Jahat

PSI Dilaporkan ke BK, Gunromli Sebut Ada Konspirasi Jahat

Dua anggota PSI yang mengkritik pemprov DKI Jakarta dilaporkan ke BK menimbulkan pro kontra.

Dua Anggota PSI Dilaporkan ke BK, Gunromli Sebut Ada Konspirasi Jahat

Konten.co.id – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menilai kalau ada konspirasi jahat untuk membungkam kritik PSI yang tajam kepada pemerintah khususnya ke Pemerintah DKI Jakarta.

Hal ini menyusul dilaporkannya anggota anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI ke Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI jakarta terkait beberapa kritiknya.

Seperti William Aditya Sarana yang mengkritik skandal lem aibon. Baru-baru ini Anggota Komisi C DPRD DKI F-PSI, Anthony Winza Prabowo juga dilaporkan ke BK terkait pemerintah provinsi hendak mengadakan satu unit komputer yang menghabiskan biaya hingga Rp128,9 miliar.

Menurut paparannya, unit komputer itu diusulkan oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD). Menurut Gunromli, melaporkan anggota PSI ke BK adalah bagian dari cara konspirasi jahat untuk membungkam fraksi PSI yang kritis.

“KONSPIRASI JAHAT MEMBUNGKAM FRAKSI PSI YG KRITIS William @willsarana
bongkar skandal lem aibon dilaporkan ke BK Anthony @p_winza bongkar skandal komputer dilaporkan ke BK Inilah Konspirasi Jahat membungkam angg DPRD @PSI_Jakarta *Karikatur @imascorgan #Lawan,” cuitnya dalam akun twitternya @GunRomli.

Hal ini pun mendapat respon dari netizen. “PSI dalam pusaran penguasa” cuit @kalhiedong.

“PSI harus melawan demi rakyat yg sdh bosan ngelihat rampok,” cuit @SaragihJack.

Sementara akun @sandylovejofalo mencuitkan, “Pengennya sih PSI habis dari DPRD Jakarta. Ada 2 sikap yg hrs dipilih oleh PSI. Makin “beringas” melawan atau diam. “Beringas” = habis tp dicintai dan didukung masyarakat. Diam = selamat tp jd olok” dan musuh pendukung.”

Diketahui, anggota komisi C DPRD Jakarta dari Fraksi PSI, Anthony Winza mengungkap adanya anggaran janggal, yakni pengadaan komputer. Anggaran tersebut memiliki nilai yang fantastis sebesar Rp 128,9 miliar.

Hal itu diungkap Anthony saat rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) bersama Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta di ruang komisi C gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019) siang.

Pada rapat lanjutan di hari yang sama, anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi C, Cinta Mega, melayangkan protes kepada Anthony. Cinta Mega menganggap Anthony dengan sengaja menyebar materi rapat ke media.

Anthony dan Mega lantas saling adu argumen di ruang rapat. Setelah itu keduanya ditenangkan oleh Ketua Komisi C Habib Muhamad bin Salim Alatas dengan menskors rapat sampai keesokan harinya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, enggan menanggapi lebih jauh soal polemik keributan antara anggota DPRD DKI Jakarta, karena pengadaan komputer Rp 128,9 miliar. Anies menyerahkan urusan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) kepada DPRD DKI.

Anies menganggap perdebatan antara anggota dewan adalah hal yang lumrah. “Biar dibahas DPRD. Itu perdebatan Dewan,” ujar Anies di stadion Internasional Velodrome, Jakarta Timur, Sabtu (7/12/2019).

Mengenai anggaran yang dinilai janggal karena nilainya fantastis, Anies juga enggan menanggapinya. Anies menyatakan, saat ini anggaran masih dalam proses pembahasan. “Semuanya sekarang dalam pembahasan,” kata Anies. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *