PM India Jatuh Tersungkur, Karma Sahkan UU Anti Muslim

PM India Jatuh Tersungkur, Karma Sahkan UU Anti Muslim

Sebuah video detik-detik PM India jatuh tersungkur di sebuah tangga di kawasan Sungai Gangga, sontak video tersebut banyak dikomentari warganet.

Karma Berlaku, PM India Jatuh Tersungkur Usai Sahkan UU Anti Muslim

Konten.co.id – Sebuah video Perdana Menteri India, Narendra Modi terjatuh di tangga Gangga Ghat saat kunjungannya ke Kanpur, India, Sabtu (14/12/19)

Dalam kunjungannya itu Narendra Modi tengah memeriksa kebersihan Sungai Gangga di bawah proyek Namami Gangedi Kanal’s Atak Ghat.

Setelah lebih dari 40 menit mengontrol Sungai Gangga dengan perahu, Modi lalu menepi dan hendak kembali.

Tiba-tiba saat menaiki tangga, kakinya tersangkut badan tangga, sontak badannya tersungkur ke depan dengan kepala terjatuh menyentuh bibir tangga. Tiga orang pengawal yang berdiri mendampinginya dengan cepat membantunya berdiri.

Video yang tayang di DD News tersebut sontak menjadi viral dan banyak dibagikan di lini masa Twitter di tengah kontroversi pengesahan UU Kewarganegaraan yang kontroversial karena dianggap sebagai anti-muslim.

“Please enjoy this footage of the Butcher of Gujarat tripping face forward into the cement. (Selamat menikmati rekaman Jagal Gujarat yang tersungkur ke depan ke semen),” cuit pemilik akun @cjwerleman

Pemilik akun @cjwerleman menyebut Perdana Menteri India, Narendra Modi sebagai “Jagal Gujarat” karena tindakannya terhadap minoritas muslim di India.

Hingga hari ini aksi protes di India terus terjadi, korban tewas dari protes kekerasan terhadap hukum di India naik menjadi enam orang pada Ahad (15/12), termasuk empat orang tewas oleh tembakan polisi.

Pihak berwenang tetap mempertahankan larangan internet dan jam malam di beberapa daerah timur laut.

Saksi mengatakan, jalan sepanjang setengah kilometer tempat para demonstran berkumpul di New Delhi selatan dipenuhi kaca, batu, pecahan batu bata dan sepeda motor yang tergeletak.

“Sekitar 4.000 orang memprotes dan polisi melakukan apa yang mereka lakukan untuk membubarkan mereka ketika massa membakar bus,” kata Chinmoy Biswal, seorang perwira polisi senior di daerah itu, demikian Al Jazeera melaporkan.

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan