Penggusuran di Tamansari Ricuh, Netizen Minta Mahfud MD Menyaksikan Tindakan Polisi

Penggusuran di Tamansari Ricuh, Netizen Minta Mahfud MD Menyaksikan Tindakan Polisi

Penggusuran yang terjadi di Bandung berakhir ricuh antara warga dan Polisi.

Netizen Minta Mahfud MD Menyaksikan Tindakan Polisi Terkait Kericuhan di Tamansari

Konten.co.id – Penggusuran pemukiman warga RW 11, Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019) berakhir dengan kericuhan.

Bahkan pihak kepolisian pun terlihat melakukan pemukulan kepada warga. Seperti terlihat di akun Twitter @R4jaPurwa.

Ia pun meminta agar Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Mahfud MD untuk menyaksikan aksi kekerasan tersebut.

“Prof @mohmahfudmd tolong saksikan dengan cara seksama! 🙏 @msaid_didu @RamliRizal #TamansariMelawan”

Sementara di video lainnya terlihat seorang warga yang ditarik, dipukuli dan dikeroyok secara membabi buta oleh sejumlah polisi.

Diketahui aksi penggusuran paksa di RW 11, Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, sudah berlangsung sejak kemarin.

Penggusuran tersebut mendapat perlawanan dari masyarakat yang bersolidaritas terhadap korban penggusuran.

Sejak pagi, sekitar pukul 08.00, ratusan personel Satpol PP yang dibantu oleh aparat kepolisian sudah mengepung pemukiman warga.

Mereka membawa alat berat seperti backhoe untuk meruntuhkan sisa-sisa bangunan di lokasi tersebut.

Masyarakat sempat menanyakan ihwal legalitas penggusuran kepada aparat. Dialog pun sempat terjadi antara Warga RW 11 dengan aparat. Namun, tak ada kesepakatan dari dialog tersebut.

Situasi pun semakin memanas ketika aparat mengerahkan alat berat untuk meruntuhkan sisa bangunan. Warga RW 11 sempat menyerang aparat. Aparat terpancing membalas. Bentrok pun tak terhindarkan

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut, aksi main pukul polisi kepada massa aksi adalah suatu hal yang tidak melanggar HAM.

Hal ini karena massa aksi demonstran melakukan aksi anarkis, sehingga mereaksi aparat Kepolisian untuk bertindak.

Paradigma berfikir yang berbeda ini, disebut Mahfud MD sebagai sebuah kebenaran. Karena ia mengklaim rezim Presiden Joko Widodo sudah tidak lagi melanggar HAM.

“Sejak era reformasi sesudah kita menjatuhkan pemerintahan orde baru itu, perlindungan hak asasi itu harus diakui semakin baik,” ucapnya.

“Kalau zaman orde baru ada itu dom resmi, ada perintah, sana operasi sikat! Sekarang enggak ada,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *