Pelaku Persekusi Banser Ucap Kata Binatang Terancam 6 Tahun Penjara

Pelaku Persekusi Banser Ucap Kata Binatang Terancam 6 Tahun Penjara

HA mengaku terpancing emosi karena motornya senggolan dengan anggota Banser.

Ngamuk Usai ‘Senggolan’, Pelaku Persekusi Banser Terancam 6 Tahun Penjara

Konten.co.id – Pelaku aksi perseksusi terhadap dua anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) berinisial HA (30) resmi ditangkap pihak kepolisan Metro Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (12/12/2019).

HA ditangkap saat tengah bersembunyi di kawasan Pasir Putih, Sawangan, Depok usai melakukan aksinya.

Saat rilis di Polres Metro Jaksel, Kamis (12/12/2019) malam, AH mengatakan kalau bahwa pada saat kejadian, Selasa (10/12/2019) lalu motornya mengalami senggolan dengan kedua korban di Pondok Pinang, Jaksel.

Sementara Kapolres Metro Jakarya Selatan Kombes Bastoni Purnama, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Setelah ditangkap, polisi kemudian menggali keterangan dari pelaku dan ternyata diketahui pelaku mengaku kesal lantaran bersenggolam motor dengan korban.

“Keterangan pelaku persekusi diawali papasan dengan korban kemudian bersenggolan dengan anggota banser NU atau korban. Pelaku kesal kemudian pelaku membuntuti korban, dan sampai TKP pelaku melakukan perbuatannya, mengintimidasi dengan ancaman kata yang tidak perlu,” kata Bastoni di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (12/120/2019) malam.

Bastoni mengatakan, HA melakukan aksinya atas inisiatif sendiri lantaran dipengaruhi rasa emosi. HA juga tidak terlibat atau tidak bergerak atas nama organisasi manapun, semata-mata dilakukan atas nama pribadi hanya karena kesal.

Usai menjalankan aksinya, pelaku kemudian menyebarkan video yang dia buat sendiri ke grup Whatsap yang Dia miliki. Namun saat itu, Pelaku mendapatkan teguran dari admin grup Whatsap tersebut.

Saat diamankan di Mapolres Jakarta Selatan, pelaku memohon maaf atas apa yang telah dilakukannya. Pelaku menyadari aksinya tersebut telah meresahkan masyarakat terlebih setelah videonya viral di media Sosial.

“Saya tidak dapat mengendalikan emosi, saya meminta maaf kepada masyarakat secara umum, dan khususnya kepada masyarakat NU, kepada para Ulama, kepada saudara sesama muslim Banser dan GP Anshor,” ujarnya

Pelaku mengakui bahwa pada saat kejadian tersebut ia tidak bisa menguasai emosi. Sebab saat itu pelaku kesal sepeda motornya mengalami senggolan dengan korban yang berinisial ES dan WS.

HA menyadari apa yang dilakukannya tersebut merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Maka dari itu dirinya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat.

Atas perbuatannya HA dikenakan pasal 335 KUHP juncto pasal 310 dan atau pasal 311 KUHP.

Diberitakan sebelumnya video kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nadhlatul Ulama (NU) yang dipersekusi orang tidak dikenal sedang viral di media sosial.

Dalam kicauan yang diunggah Selasa (10/12/2019) di akun Twitter @nahdlatululama menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Korban yang dipersekusi bernama Eko, seorang Kader Banser di kota Depok. “Islam yang benar tidak mudah mengafirkan. Peristiwa ini terjadi di Pondok Pinang, Jaksel. Eko adalah kader Banser Kota Depok yang membanggakan, tidak emosional dan menjawab dengan akhlaq terpuji. Sementara yang memaksa takbir ini, justru mencoreng wajah Islam dengan paksaan dan makian,” tulis @nahdlatululama.

Video itu memperlihatkan Eko diintimidasi oleh seorang pria. Pelaku menyebut korban sebagai binatang Monyet dan memaksa Eko untuk takbir.

“Monyet, mana KTP lu? Gua mau lihat, lihat. Mana sini? Ngapain di Jakarta, tanah gua Betawi,” kata pelaku.

Eko menjawab, “Ya emang apa?”. Ia menjelaskan bahwa sedang bertugas untuk mengawal Gus Muwafiq.

Pelaku kemudian memaksa Eko, “Lu takbir dulu ama gua, bareng ya. Takbir! Lu Islam bukan?

“Islam,” jawab Eko dengan tenang.

Pelaku kembali memaksa, “Ya udah takbir. Buat apa lu? Kafir dong lu? Ntar dulu. Lu takbir dulu kalau Muslim. Orang Islam itu harus takbir”.

Eko pun menjawab, “Islam itu cukup mengucapkan kalimat syahadat”.

Pelaku yang emosi langsung menghardik Eko lagi-lagi menyebut Eko dengan kata binatang Anjing.

“Lu nggak usah ngajarin gua. Ntar dulu. Lu nggak bisa pulang, enak aja. Anjng lu,”

Video berdurasi 1.03 menit ini telah disaksikan hampir 300 ribu kali pada Rabu (11/12) pagi. Lebih dari 5 ribu retweet diberikan ke postingan tersebut.

Akibatnya Banser Jaksel melaporkan tindakan persekusi tersebut ke pihak aparat kepolisian.

“Ini sudah palanggaran. Kenapa membawa-bawa unsur SARA? H Bendot (tokoh masyarakat Betawi) juga menyayangkan penyebutan etnis Betawi dalam kasus ini. Ketua PC GP Ansor Jaksel, Sekcab GP Ansor Jaksel, Kasatkorcab Banser Jaksel, Ketua PC GP Ansor Depok, dan korban masih di Polres Jaksel. Sekjen PP GP Ansor Gus Adung juga bilang untuk usut tuntas. Ini kasus menasional,” kata Ketua PR GP Ansor Pondok Pinang Abdurrahman dilansir dari nu.or.id.

Kasatkoryon Banser PAC GP Ansor Kebayoran Lama Abdul Halim mengatakan pelaku masih dalam pengejaran aparat.

“Kita diminta untuk membantu informasi keberadaan pelaku,” katanya. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *