Peduli Anak Uyghur, Dwi Estiningsih Bandingkan dengan Korban Sodomi

Peduli Anak Uyghur, Dwi Estiningsih Bandingkan dengan Korban Sodomi

Kader PSI Dwi Estiningsih bandingkan anak Uyghur dengan anak korban sodomi.

Pro Kontra Dwi Estiningsih Bandingkan Anak Uyghur dengan Korban Sodomi

Konten.co.id – Gejolak muslim Uyghur di Xinjiang, China membuat banyak anak sedih kehilangan orang tuanya.

Alih-alih menunjukkan rasa peduli terhadap anak-anak Uyghur, Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dwi Estiningsih justru banjir pro kontra.

Hal ini menyusul postingannya di twitter, Selasa (17/12/2019). Ia membandingkan anak asuhnya yang masih bisa tersenyum. Walau mereka pernah jadi korban Sodomi dan LGBT.

“Anak-anak asuhku ini masih bisa tersenyum meski jalanan pernah menghajarnya. Walau semua pernah jadi korban Sodomi #LGBT. Anak-anak Uyghur, tak tahu siapa yg ada di samping mereka saat mayat Orangtuanya entah dimana. #WeStandWithUyghur,”

Dikatakannya, pelaku sodomi bertransformasi dari orang dewasa ke anak-anak, kemudian dari anak-anak ke anak-anak yang lain. “Sedemikian rupa menyebar pada teman sepermainannya,” katanya.

Dwi mengabarkan hal yang nyata. “cobalah lihat sekitar kita, jangan cuma main di mall dan gosip di cafe. Lihatlah ke balai2 rehab, kolong2 jembatan, dan kampung -kampung kumuh. Sesekali hirup aroma sampah dan dengarkan cerita mereka,”

“Wahai saudaraku… Lihatlah… Dunia nyata tdk seindah mall-mall dan sewangi cafe-cafe,”

Ia mengatakan Allah SWT menyayangi kita dan adil pada semua.

“Tidak 50%, 98% atau 99%, cinta Allah 100%. Semoga Allah memberkahi kita semua. Aamiin,”

Hal ini pun mendapat respon netizen. Banyak yang heran dengan kader asal Yogyakarta ini karena Dwi yang tak bisa membedakan pelaku sodomi dan LGBT.

“Pelaku sodomi tidak sama dengan LGBT. PEDOFIL tidak sama dengan LGBT. Di pesantren pun ada, pelaku sodomi dan pedofil, bahkan sudah beranak istri. Bedakan penyakit sosial seperti pedofil dgn LGBT. Hidup jgn di duniamu sendiri, seenaknya stigmatisasi orang lain demi narasi semaumu,” cuit @nisatyas.

Sementara akun @_KGreally meminta Dwi agar tidak melakukan eksploitasi anak untuk tujuan politisnya.

“Ini ekploitasi anak jalanan untuk politisiasi isu Anda. Lebih baik Ibu bantu anak jalanan dan nga ambil foto mereka. Anak jalanan bukan “alat” untuk politisiasi. ini sangat jahat. Allah tahu apa niat anda,”

Namun dibalik itu semua, masih ada netizen yang mendoakan keselamatan muslim Uyghur. “hasbunallah wa ni’mal waqiel .. Ya Allah Lindungi dan selamatkanlah saudara2 kami di sana. aamiin yra #WeStandWithUyghur,” cuit @HaznaMedina.

Sebelumnya diberitakan, penindasan yang terjadi terhadap muslim Uyghur dan minoritas di Provinsi Xianjing, China mendapat perhatian dari banyak pihak. Pengguna internet di Indonesia turut memberikan perhatian atas konflik yang menimpa etnis Uyghur.

Netizen pun trendingkan tagar #WeStandWithUyghur sebagai tanda dukungan terhadap muslim Uyghur. Sudah 69, 8 ribu netizen mencuitkan tagar tersebut.

“Politik HUTANG berkedok Investasi dari Negara KOMUNIS China ternyata mampu MEMBUNGKAM Mulut para Pemimpin Muslim, Ngaku hanya Takut pada Allah SWT, tapi Mengkerut saat berhadapan dengan KOMUNIS China, MUNAFIK, #WeStandWithUyghur #WeStandWithUyghur” cuit @Ghoz4ly.

“Undang-undang kami mengatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Oleh karenanya.. #WeStandWithUyghur” cuit @liem_id.

Sementara akun @bang_baret mencuitkan tentang aksi Mesut Ozil yang ikut membela muslim Uyghur dengan menyebut etnis Uyghur sebagai “East Turkistan”.

“Mesut Ôzil, dengan satu cuitan ttg Uyghur bisa mengguncangkan dunia. Andai bbrp akun tokoh mencuit satu cuitan ttg Uyghur bertagar #WeStandWithUyghur suaranya bisa menggema sampai galaksi Andromeda. Colek tokoh favoritmu! Selamat pagi bunda
@fahiraidris #WeStandWithUyghur”

Penindasan yang dilakukan terhadap etnis Uyghur sendiri sudah dilakukan beberapa tahun silam sehingga menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Playmaker Arsenal asal Jerman Mesut Ozil pun ikut berkomentar.

Ozil mengunggah pernyataan di Instagram yang berisi dukungan kepada etnis minoritas Uyghur yang terletak di Daerah Otonomi Xinjiang, China. Dalam pernyataan tersebut, Ozil juga menyebut etnis Uighur sebagai “East Turkistan”.

View this post on Instagram

#HayırlıCumalarDoğuTürkistan 🤲🏻

A post shared by Mesut Özil (@m10_official) on


Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *