Panduan Aman Melihat GMC dan Tata Cara Shalatnya

Panduan Aman Melihat GMC dan Tata Cara Shalatnya

“Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah.” (HR. Bukhari no. 1043)

Tata Cara Shalat Gerhana Matahari dan Panduan Aman Melihatnya

Konten.co.id – BMKG mengumumkan pada Selasa 26 Desember 2019 akan ada peristiwa Gerhana Matahari Cincin. Disinyalir Gerhana Cincin kali ini akan berdurasi terlama dan magnitudo terbesar, dengan durasi maksimal 3 menit dan 40 detik.

Puncak waktu Gerhana Matahari Cincin (GMC) paling awal terjadi di wilayah Sinabang, Aceh pukul 11:55 WIB dan akan berakhir di Tanjung Redep, Kalimantan Timur pukul 14.10 WITA.

Fenomena Gerhana Matahai Cincin selalu menjadi daya tarik masyarakat untuk disaksikan. Namun perlu kehati-hatian dalam mengamati fenomena GMC tersebut.

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menganjurkan masnyarakat tidak mengamati GMC dengan mata telanjang .

“Tidak disarankan dilihat dengan mata telanjang. Karena meskipun matahari tertutup bulan saat itu cahayanya masih menyilaukan. Yang paling aman adalah menggunakan kacamata matahari atau filter matahari,” kata peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto ketika dihubungi dari Jakarta, dilansir dari laman Antara.

Intensitas cahaya matahari yang sangat kuat pada saat gerhana matahari cincin dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan, karena itu LAPAN menganjurkan penggunaan pelindung mata untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.

Dikutip dari akun Instagram @infobmkg, Gerhana Matahari Cincin adalah peristiwa terhalangnya hampir semua bagian tengah piringan Matahari oleh piringan bulan.
Sehingga, saat puncak gerhana, matahari yang terlihat dari bumi akan terlihat seperti cincin. Fenomena Gerhana Matahari Cincin tersebut juga akan ditayangkan secara live streaming oleh BMKG.

Menurut LAPAN, fenomena GMC bisa diamati dibeberapa wilayah Indonesia, antara lain. Sibolga, Padang Sidempuan, Siak, Duri, Pulang Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang, Batam, Tanjung Pinang, Singkawang, Makulit, Tanjung Selor, dan Berau.

Shalat Gerhana

Umat Islam dianjurkan mengerjakan salat kusuf ketika gerhana matahari. Salat ini dilakukan dua rakaat dengan empat rukuk. Dikutip dari situs web Kemenag, tata cara mengerjakan salat kusuf adalah sebagai berikut :

  1. Berniat di dalam hati
  2. Takbiratul ihram seperti salat biasa
  3. Membaca doa iftitah dan bertaawuz, kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan dikeraskan (jahr) suaranya.
  4. Rukuk dengan waktu yang lama; Bangkit dari rukuk (iktidal)
  5. Setelah Iktidal, tidak langsung sujud, tetapi membaca Surah Al-Fatihah dan Surah panjang. Surah yang dibaca saat berdiri yang kedua ini, lebih pendek daripada saat berdiri sebelum rukuk.
  6. Rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya
  7. Bangkit dari rukuk (iktidal)
  8. Sujud yang lamanya seperti rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
  9. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama dengan bacaan dan gerakan yang lebih singkat;
  10. Tasyahud; dan Salam.

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan