Oknum Fasilitator RTG di NTB Tertangkap Peras Rekanan Perusahaan

Oknum Fasilitator RTG di NTB Tertangkap Peras Rekanan Perusahaan

3 orang fasilitator RTG di NTB ini melakukan pemerasan terhadap rekanan perusahaan.

Oknum Fasilitator RTG ini Tertangkap Tangan Peras Rekanan Perusahaan

Konten.co.id – Tiga oknum fasilitator rumah tahan gempa (RTG) Kecamatan Batukliang Lombok Tengah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Polres Lombok Tengah di sebuah warung bakso di Lingkungan Kauman Kelurahan Praya, Rabu (4.12.2019) pukul 18.05 Wita.

Ketiganya ditangkap setelah memeras salah satu CV yang mengerjakan proyek RTG di Kecamatan Batukliang.

Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa uang sebesar Rp 5.200.000. Ketiga fasilitator ini kemudian digelandang ke Mapolres Lombok Tengah untuk menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam.

Selain ketiga orang tersangka, polisi juga ikut memeriksa salah seorang dari CV yang menjadi korban pemerasan.

Sebelum memeras CV tersebut, ketiga orang ini diduga sudah dua kali melakukan pemerasan kepada CV lain yang mengerjakan rumah korban gempa. Kenakalannya kemudian terendus sebelum akhirnya tertangkap tangan pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang mengatakan penangkapan ketiganya setelah sebelumnya menerima laporan dari masyarakat terkait tiga orang oknum fasilitator melakukan pemerasan.

Setelah mendapatkan informasi valid bahwa akan ada transaksi, petugas kemudian menindaklanjuti laporan itu. Ketiga fasilitator ini tertangkap sedang menerima sejumlah uang dari CV sebagai bentuk pemerasan hingga akhirnya ketiga fasilitator itu ditangkap.

“Ya bener tiga orang dari oknum fasilitator sudah kita amankan karena diduga melakukan pemerasan terhadap CV. Mereka kita amankan di warung bakso saat transaksi dan kita amankan uang sekitar Rp 5.200.000 yang diduga dari pihak CV,” sebut Rafles, Kamis (5/12/2019) malam.

Dari informasi yang diterima, modus pelaku pemerasan ini yakni setiap pekerjaan yang akan finishing maka harus mendapatkan rekomendasi dari fasilitator.

Ketiga orang ini kemudian memaksa pihak CV untuk memberikan sejumlah uang agar pihak CV bisa mendapatkan rekomendasi untuk finishing proyeknya.

“Modusnya kalau tidak ada uang, maka tidak akan diberikan rekomendasi. Tapi kita masih dalami karena masih status sebagai saksi,” terangnya.

Kedua CV berbeda yang menjadi korban mengalami kerugian dengan angka Rp 10 juta dan Rp 9, 5 juta.

“Kita masih melakukan pendalaman. Jadi nama dan alamat pelaku belum bisa kita sampaikan. Karena besok (hari ini, red) kapolres mau liris. Yang jelas memang ada OTT karena adanya informasi dari masyarakat kalau ada pemerasan dan akan dilakukan penyerahan uang. Tapi kita periksa dulu,” terangnya.

Sementara Kepala BPBD Provinsi NTB, Ahsanul Khalik mengaku sudah lama mendengar adanya fasilitator rehabilitasi dan rekonstruksi rumah tahan gempa yang nakal.

Namun untuk membuktikan oknum fasilitator melakukan pemerasan, pihaknya cukup kesulitan.

“Dengan kejadian ini, saya meminta semua aplikator dan pokmas untuk berani membuka kepada APH, siapapun fasilitator yang bertindak mencari keuntungan pribadi atas pendampingan yang dilakukan terhadap RR RTG,” ujar Khalik.

Fasilitator gempa berada di bawah komando BPBD Provinsi NTB. Apabila ada fasilitator di Lombok Tengah yang terbukti melakukan pemerasan, maka tidak menutup kemungkinan hal serupa juga terjadi di kabupaten/kota lainnya.

“Hal seperti yang terjadi di Lombok Tengah ini, diduga ada terjadi di kabupaten lain. Hanya selama ini ketika saya meminta mana datanya, tidak ada yang membuka. Kesempatan ini saya lihat sebagai sesuatu yang bisa dijadikan untuk membongkar oknum-oknum yang bermain,” katanya.

Pihaknya pun meminta kepada warga atau siapapun yang mengetahui kejadian kenakalan oknum fasilitator agar bisa melapor. “Selama ini isunya berseliweran, dan kami minta datanya. Dan saya sering mengatakan, ayo jangan katanya-katanya. Tapi kasi kita data nama dan lokasinya, dan tidak pernah ada yang memberikan data tersebut,” tutur Khalik. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *