Netizen Hitung Uang Kerugian beras ‘Rusak’ Bulog

Netizen Hitung Uang Kerugian beras ‘Rusak’ Bulog

Netizen Ikut menghitung uang kerugian beras Bulog.

Akun Zara Zettira Ajak Netizen Hitung Uang Kerugian Beras ‘Rusak’ Bulog

Konten.co.id – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) baru saja melelang 20.300 ton cadangan beras ‘rusak’ atau turun mutu dengan harga Rp23,8 miliar.

Karena ini, akun Zarra Zettira pun mengajak netizen menghitung kerugian uang negara dari harga lelang beras tersebut per kilogram.

“pemerintah membeli beras tersebut dengan harga sekitar Rp 8000 per kilogram, dilelang 23,8 M untuk 20.300 ton beras Artinya harga lelang perkilonya sekitar Rp1.172 per kg. Kerugian = ?” cuit @zarazettirazr

Ia pun menghitung kerugian tersebut.” 1 ton = 1000 kg, 20,300 ton = 20.300.000 kg, Kerugian Rp6.828 x 20.300.000 “

Hal ini pun ditanggapi netizen. “Kerugian besar lah..uang rakyat utk import,yg hrsnya seharga 160M jadi 23,8M. Hadeeuhhhh”

“Kadang klu dah sampai ngitung2 yg beginian, disitu gue nyesek, knp dulu ada pelajaran matematika” cuit @NoviantAnis.

Sementara itu Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi menyebut lelang beras yang telah disimpan selama 3 hingga 4 bulan tersebut dimenangkan oleh salah satu perusahaan industri lem furnitur.

“PT Zona Eksekutif Linier menjadi pemenang lelang terbuka beras turun mutu. Perusahaan industri lem furnitur tersebut menang dengan harga lelang Rp23,8 miliar rupiah. Saat dilelang, harga minimal (dipasang) Rp23,75 miliar rupiah,” ungkap Tri, Senin (23/12).

Harga lelang yang dipasang perusahaan terpaut Rp50 juta dengan harga dasar yang dipasang oleh Perum Bulog.

Tri menjelaskan, dalam proses pelelangan yang dibuka sejak 13 Desember 2019, terdapat 12 perusahaan mendaftar lelang. Setelah diseleksi, terdapat 5 perusahaan yang lolos persyaratan administrasi.

Yang mendaftar mengikuti lelang itu ada 12 perusahaan. Lolos administrasi dan persyaratan 5 perusahaan yang terdiri dari 2 perusahaan industri pupuk, 1 Industri lem furnitur 1 perusahaan industri sabun dan 1 perusahaan industri ethanol,” Ujarnya.

Tri kemudian mengaku bahwa terdapat selisih harga antara harga beras yang dilelang dan harga beli beras yang dilakukan pemerintah

Berdasarkan paparannya, pemerintah membeli beras tersebut dengan harga sekitar Rp8 ribu per kilogram (kg). Dari 20.300 ton beras yang dilelang akan menghasilkan harga sebanyak Rp1.172 per kg.

Harga tersebut memiliki selisih sebesar Rp6.828 dari harga beli. Menurut Tri, penyelesaian terkait selisih harga itu akan diusulkan dan diputuskan saat rapat koordinasi terbatas perum Bulog (rakortas) yang hingga saat ini belum diputuskan waktunya.

Kendati demikian, Tri belum menyebut kapan rakortas tersebut akan dilakukan oleh pihaknya.

“Kami akan mengusulkannya dan akan diputuskan dalam rakortas,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *