Nataru 2020 Rawan Teroris, Polri Siapkan 198 Ribu Personel

Nataru 2020 Rawan Teroris, Polri Siapkan 198 Ribu Personel

Untuk mengantisipasi libur Nataru 2020 dari teroris, Polisi siagakan 198 ribu personel se Indonesia.

Polri Siapkan 198 Ribu Personel Amankan Nataru 2020 dari Teroris

Konten.co.id – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pemerintah sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai segi, mulai dari keamanan, infrastruktur, pertahanan, transportasi, minyak atau bahan bakar, tempat-tempat istirahat, serta intelijen menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru) 2020.

“Semuanya sudah kami siapkan agar Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 berjalan aman dan lancar, tidak terjadi sesuatu hal apapun,” katanya dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Mahfud, pemerintah sudah mengetahui dan mencatat tentang kerawanan-kerawanan di berbagai tempat dan sektor. Ia mengungkapkan sejumlah kerawanan yang kemungkinan terjadi saat Nataru 2020 adalah terorisme.

“Beberapa hal yang menjadi atensi kerawanan Natal dan tahun baru di antaranya adalah ancaman terorisme, kelancaran arus mudik, serta gangguan kamtibmas. Itu berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu,” ungkap Mahfud.

Sementara itu untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, pemerintah melalui Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menurunkan sekitar 198 ribu personel untuk mengamankan libur Nataru 2020 di seluruh Indonesia.

“Jumlah personel yang kita libatkan itu gabungan ya. Itu ada sekitar 198.807 personel gabungan, ada TNI, ada Satpol PP, kemudian kesehatan, ada dari Dishub, dan sebagainya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono

Selain itu, selama 10 hari Polisi berencana menggelar Operasi Lilin dalam rangka pengamanan Nataru yaitu sejak 23 Desember-1 Januari 2020.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bertugas memastikan kelancaran lalu lintas selama libur akhir tahun tersebut. Sejumlah titik yang dinilai berpotensi rawan kemacetan yaitu, Berastagi, Sumatera Utara, Puncak, Lembang, dan Merak. Kemudian, titik yang rawan kecelakaan adalah Tol Cikampek dan Tol Cileungsi.

Argo pun mengatakan bahwa polisi sudah mengantisipasi potensi kerawanan tersebut. “Tentunya akan kita pertebal penempatan personel di daerah rawan-rawan macet dan kecelakaan. Tentunya ini menjadi fokus untuk pihak kepolisian, dibantu TNI dan dengan pihak yang lain,” ungkapnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *