Mengenang Kematian Alda Risma dan Tragedi Kamar 432

Mengenang Kematian Alda Risma dan Tragedi Kamar 432

Dalam sebuah surat sebelum kematiannya Alda menulis, “Aku dipukul, ditampar, ditonjok mukaku, aku tidak rela, aku tidak salah apapun, aku diancam dan dianiaya.”

Mengenang Tragedi Kamar 432 yang Merenggut Nyawa Alda Risma

Konten.co.id – 10 Desember 2006 resepsionis Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur berkomunikasi dengan seorang pria yang hendak memesan kamar, di sampingnya berdiri seorang perempuan manis, Alda Risma Elvariana. Kehadirannya tidak menarik pengunjung hotel lain.

Resepsionis lalu menyerahkan kunci kamar dengan nomor 432 setelah pria itu menyerahkan tanda pengenal yang tertulis atas nama Ferry Surya. Alda dan Ferry langsung bergegas menuju kamar.

12 Desember 2006, Ferry memanggil petugas hotel untuk mencarikan taksi guna membawa Alda ke RS Mitra International, Jakarta Timur. Kondisi Alda dalam keadaan tidak sadar.

Kondisi Alda saat itu kritis, tubuhnya dingin, dari mulutnya keluar busa bercampur darah. Sesampainya di rumah sakit, pihak rumah sakit angkat tangan dan memberi rujukan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Taksi melaju cepat menuju RSCM, sementara Ferry kembali ke Hotel untuk membayar kamar dan menghilang.

Dari RSCM memberi keterangan bahwa Alda tewas karena over dosis. Polisi lalu memburu Ferry.

Beberapa hari kemudian, harian Kompas (29/12/2006) dalam berita “Ferry Tiba di Jakarta, Diserahkan Keluarganya di Batam” menulis bahwa Ferry ditangkap di Singapura. Ia lalu diajukan ke meja hijau.

Dalam persidangan, emosi Halimah ibunda Alda meluap. Harian Kompas (25/07/2007) memberitakan, Halimah menendang partisi pembatas arena sidang, melempar botol air mineral ke arah Ferry, dan berusaha menerobos partisi untuk menggapai si terdakwa. Ia tidak terima terhadap putusan 14 tahun penjara kepada Ferry.

Halimah pun bersaksi dan menunjukkan pesan singkat dari Alda yang mengandung kalimat, “Aku dipukul, ditampar, ditonjok mukaku, aku tidak rela, aku tidak salah apapun, aku diancam dan dianiaya.” Pesan tersebut membuat Halimah berpikir bahwa putrinya telah berulang kali disiksa Ferry selama setahun belakangan.

Kamar 432

Sebelum Ferry dan Alda menuju hotel, keduanya menuju toko obat Era Baru di Pasar Pramuka. Ferry membeli infus, vitamin, tisu alkohol, obat tidur, obat penenang, dan alat suntik.

Sadar dirinya tidak mampu memasang infus dan menyuntikan cairan obat ke kantong infus, Ferry lalu meminta toko obat tersebut untuk memanggil suster guna membantu niat Ferry.

Permintaan Ferry diterima. Seorang suster ikut di dalam mobil Ferry. Setelah check in dan masuk ke kamar 432, suster tersebut memasukkan cairan infus yang bercampur obat tidur ke dalam tubuh Alda.

Sampai keesokan harinya tanggal 11 Desember, Ferry kembali memesan obat ke toko yang sama via telpon. Dua orang petugas toko obat datang, sesampainya di hotel Ferry meminta mereka membantu memegang tubuh Alda, ia menyuntikkan cairan ke dalam tubuh Alda. Tak lama kemudian, Alda tertidur kembali.

Di hari ketiga, 12 Desember, Ferri melakukan hal yang sama dan memanggil kembali dua pria itu. Alda kembali tidak sadar setelah disuntikan obat oleh Ferry. Setelah kejadian itu Ferry memberitahukan agar dua petugas itu tidak mengumbar apa yang mereka lihat.

Ferry lalu memberikan imbalan emas seberat 100 gram. Lalu kedua pria tersebut keluar dari hotel sekira pukul 09.35 WIB.

Pukul 18.00 WIB Ferry keluar kamar dan memanggil petugas hotel untuk mencarikan taksi guna membawa Alda ke rumah sakit.

Menurut berkas putusan setebal 61 halaman yang diunggah di situs putusan.mahkamahagung.go.id, ahli forensik RSCM Zulhasmar Samsu mengungkapkan bahwa Alda meninggal dunia karena keracunan psikotropika. Dalam tubuhnya ditemukan sekitar 20 bekas suntikan. Suntikan itu mengandung benzodiazepine, propofol, pethidine, morfin, dan pil analgetik. Perpaduan kandungan obat-obatan tersebut menyerang sistem syaraf pusat dan saluran pernapasan Alda.

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan