Larang Tiup Terompet, Bupati Bogor Ade Yasin Dianggap Dzolim

Larang Tiup Terompet, Bupati Bogor Ade Yasin Dianggap Dzolim

Larangan tiup terompet oleh Bupati Bogor Ade Yasin dianggap bentuk kedzoliman kepada rakyat kecil.

Soal Larangan Tiup Terompet, Yusuf Muhammad Anggap Bupati Bogor Ade Yasin Dzolim

Konten.co.id – Warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diimbau tidak menyalakan kembang api, petasan, dan meniup terompet pada malam Tahun Baru 2020. Pelarangan itu, tercantum dalam surat edaran Bupati Bogor Ade Yasin.

Menanggapi hal ini pegiat media sosial Yusuf Muhammad dalam akun facebooknya justru mengkritik hal ini. Ia mengatakan menjelang natal dan tahun baru, para penjual agama semakin marak melancarkan aksinya.

Ia mengatakan semua kegiatan dilarang dan dikaitkan dengan agama.

“Mengucapkan selamat Natal haram, pakai topi ala Santa dilarang, foto sama pohon hias dilarang, bahkan tiup trompet dan menyalakan kembang api saat tahun baru juga dilarang.” Katanya.

PROSTITUSI DIBIARKAN, TIUP TEROMPET DILARANGby: Yusuf MuhammadMenjelang natal dan tahun baru, para penjual agama…

Posted by Yusuf Muhammad on Thursday, December 26, 2019

Ia pun memberikan saran. Daripada Ade mengurus soal terompet, ada baiknya ia mengawasi prostitusi dan kawin kontrak yang acap kali terjadi di kawasan puncak Bogor. “Ngapain juga sih ngurusin terompet, kayak kurang kerjaan saja,” ucapnya.

“Tiup terompet dan menyalakan kembang api dilarang, tapi prostitusi yang sudah puluhan tahun dibiarkan. Ampun, masa skelas bupati cuma bisa ngurusin terompet dan kembang api doang? Atau karena tidak ada setoran ke pemda, jadi yang jualan kembang api dan terompet dilarang bupatinya ?” tambahnya.

Perlu diketahui, lanjutnya, penjual terompet dan kembang api di pinggir jalan bukan orang yang hidupnya bergelimang harta. Mereka kebanyakan orang kecil yang menggangtungkan hidupnya bukan dengan cara mencuri dan mengemis.

Disaat momen tahun baru, mereka bisa tersenyum dan semangat karena ada secercah harapan untuk mendapatkan keuntungan dari jualan terompet dan kembang api.

“Tapi kenapa dilarang? Mereka tidak pernah mengemis ke Bupatinya,” terangnya.

Ia pun menganggap Ade berbuat dzolim karena memutus mata pencaharian orang lain. “Sungguh siapapun yang memutus mata pencarian orang lain maka dia telah berlaku dzolim!,” imbunya.

Ia menambahkan, di negara-negara yang mayoritas muslim seperti Arab Saudi, Qatar, Palestina, Suriah, Turki, dan lainnya tidak ada pelarangan tiup trompet dan menyalakan kembang api saat tahun baru.

Justru pelarangan itu semakin masif ada di Indonesia, Hal ini karena sebagian orang di Indonesia masih mudah dibodohi pakai dalih agama.

“Percaya dibodohi dan diancam masuk neraka gegara niup trompet waktu perayaan tahun baru. Virus pembodohan seperti ini makin marak di Indonesia,” tuturnya.

“Jujur saja sampai detik ini, saya belum tahu apa prestasi bupati Bogor Ade Yasin. Mungkin ada yang tahu prestasi beliau? Mohon saya diberi tahu,” tambahnya.

Ia membandingkan prestasi Bupati Bogor Ade Yasin dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharani yang mampu menutup prostitusi Dolly,

“Bagaikan langit dan bumi. Dan catat! Bu Risma gak pernah buat edaran larangan tiup terompet saat tahun baru. Mengapa? Karena beliau tahu, seorang bupati atau walikota bukan kelasnya ngurusin terompet. Masih banyak kerjaan yang lebih penting, paham ?” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin lewat surat Edaran yang dikirim ke kepala perangkat daerah, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), camat, kepala desa atau lurah, pimpinan organisasi atau lembaga, tokoh masyarakat serta kepala keluarga melarang warga meniupkan terompet dan menyalakan kembang api pada saat tahun baru.

“Tidak menyalakan kembang api, petasan dan peniupan terompet serta konvoi kendaraan bermotor,” demikian tertera dalam surat edaran yang ditandatangani Ade Yasin, Kamis (26/12).

Menurut Ade Yasin, surat edaran itu dimaksudkan agar pimpinan di lembaga tersebut mengingatkan dan membimbing anggota keluarga, pemuda dan anggota organisasi yang ada di Kabupaten Bogor.

“Ini juga sekaligus dalam rangka mendukung ‘Karsa Bogor Berkeadaban’ serta untuk memelihara ketenteraman dan ketertiban di tengah masyarakat,” kata Ade.

Lebih lanjut, Bupati perempuan yang juga merupakan Ketua DPW Jawa Barat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, surat edaran tersebut berisi empat poin imbauan. Tiga poin lainnya, berisi imbauan agar tidak merayakan pergantian malam tahun baru dengan berlebihan (hura-hura), tidak bermanfaat serta perbuatan yang melanggar norma hukum dan agama.

Kemudian, mengimbau agar memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk meningkatkan ibadah, rasa keprihatinan atas bencana, kepedulian dan kepekaan sosial antar sesama.

Terakhir, imbauan khusus masyarakat yang beragama Islam untuk meningkatkan salat berjamaah, zikir, istigosah, dan muhasabah diri. (*)

Penulis : Ade Indra

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan