Kontroversi Budaya Kawin Tangkap di Sumba Resahkan Netizen

Kontroversi Budaya Kawin Tangkap di Sumba Resahkan Netizen

Tradisi kawin tangkap di Sumba mengundang kontroversi.

Viral Video Wanita di Sumba Dipaksa Kawin Tangkap Oleh 4 Pria Beredar di Sosial Media

Konten.co.id – Tradisi kawin tangkap di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi.

Kejadian ini terekam kamera dan beredar di sosial media Twitter oleh akun @RallyTsog.

“Twitter please do your magic!
Ini salah satu praktik kebudayaan di Sumba hari ini. Orang2 biasanya menyebut sebagai kawin tangkap. Seorang perempuan ditangkap dan di bawa oleh beberapa pria dewasa untuk dijadikan istri tanpa ada persetujuan si perempuan.”

Dalam video tersebut terlihat seorang wanita yang diseret empat orang pria. Diduga ia dipaksa menikah dengan tradisi Kawin tangkap.

Tradisi kawin tangkap sendiri merupakan tradisi warga Sumba. Dimana seorang wanita dibawa oleh beberapa pria untuk dinikahkan tanpa ada ijin atau persetujuan dari pihak wanita.

Tradisi ini pun terbilang kontroversial. Karena dimata agama setiap wanita yang hendak dinikahkan harus setuju dan ada wali.

Pemilik akun dalam threadnya mengatakan mendapat video ini dari grup sosial di sumba. “Please bantu si cewek mendapatkan perlakuan sesuai martabat dia sebagai manusia yang punya hak dan kebebasan.” katanya.

“Bayangkan, si cewek ga tau apa2, lalu tiba2 dibawa kabur. Dia dibawa kayak orang lagi nangkap kambing. Selama ini, tindakan ini tidak dianggap masalah karena dianggap budaya.” lanjutnya.

Ia mengatakan kalau kasus ini terjadi di Sumba Tengah, NTT. Ia berharap agar wanita tersebut bisa mendapatkan bantuan secara hukum.

Ia mengaku bukan mengejek kebudayaan. Ini, lanjutnya, sebuah praktik kebudayaan yang aktualisasinya bisa sangat beragam.

” Ttg kawin tangkap, tiap daerah punya yg mirip (bukan sama). Pemahaman dan praktik kebudayaan itu beda-beda. Jadi, jangan makna dan praktik kebudayaan A digunakan sebagai lensa membaca kebudayaan B,” tukasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak agar hal ini tidak meregenerasi.

” Tidak ada yg namnya budaya NTT, yg ada itu budaya sumba, rote, sabu, dll. Sy ulangi ini hanya salah satu praktik kebudayaan, tolong jangan digeneralisir bahwa budaya dan adat Sumba sepenuhnya buruk. Kekayaan budaya sumba pun jauh lebih banyak.”

Cuitan ini pun mendapat respon netizen.

” Sudah cukup kesal dgn adat didaerah ku yg tidak memperbolehkan menikah jika satu suku. jika ingin menikah harus membayar denda. dan ini kurasa adat yang tidak membawa agama dan hukum didalamnya, bisa-bisanya tidak menghargai wanita.” cuit @ccmlndsr31

Budaya yng tidak berperikeadilan harus ditinggalkan.” Cuit @ManOwaR_

“Kalo gitu mah namanya pemerkosaan legal ya,” cuit @iivanmiko.

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *