Konflik Etnis yang Panjang Picu Runtuhnya Uni Soviet

Konflik Etnis yang Panjang Picu Runtuhnya Uni Soviet

Pada suatu malam, berita di televisi Rusia memulainya dengan sebuah pengumuman yang dramatis, “Selamat malam, inilah beritanya. Negara Uni Soviet kini sudah tidak ada lagi.”

Konflik Etnis yang Berkepanjangan Picu Runtuhnya Uni Soviet

Konten.co.id – Sebuah negara terbesar wilayahnya di era modern akhirnya bisa tumbang dan bubar, yaitu Uni Soviet. Negara yang secara kultur masuk ke eropa dan secara geografis Asia Tengah itu secara resmi bubar tepat hari ini, 26 Desember 1991.

Union of Soviet Socialist Republics ( USSR ) adalah nama lengkapnya atau yang banyak dikenal dengan Uni Soviet bahkan sering disebut Soviet Union.

Berikut 3 dari sekian banyak alasan negara Uni Soviet bisa hancur hanya dalam beberapa tahun :

Reformasi Gorbachev

Pada pertengahan 1980-an, pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev membuat kebijakan untuk mencoba mereformasi sistem Soviet yang saat itu telah mengalami kejala penurunan. Reformasi pertamanya adalah percepatan ekonomi, kebijakan tersebut dianggap keliru, karena dalam kondisi Soviet yang sedang tak stabil Gorbachev seharusnya fokus melepaskan potensi sosialisme yang modern.

Usaha Gorbachev untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi gagal, bahkan kebijakannya justru malah melemahkan negara. Sebelumnya sistem Soviet memang sudah sakit, ditambah dengan reformasinya itu sistem yang sedang sakit tersebut sontak mati.

Ekonomi Hancur

Mulanya, 13 September 1985 aroma kehancuran Soviet sudah tercium, kala itu Menteri Perminyakan Arab Saudi Ahmed Yamani, mengatakan bahwa Arab Saudi keluar dari perjanjian pembatasan produksi minya dan mulai meningkatkan produksinya di pasar minyak.

Dengan peningkatan produksi minyak sebesar 5,5 kali lipat dan harga minyak turun 6,1 kali lipat. Hal tersebut bertepatan dengan perlambatan ekonomi Soviet yang terjadi sejak 1960. Tren jangka panjang ini, yang diperparah dengan penurunan pendapatan minyak, menyebabkan runtuhnya model ekonomi Soviet.

Vladimir Shlapentokh, sosiolog terkenal Soviet yang kini memilih menjadi warga negara Amerika, mengatakan, “Dalam dekade terakhir (keberadaan Uni Soviet), tingkat pertumbuhan ekonomi terus menurun, kualitas barang memburuk, dan kemajuan teknologi melambat. Meski demikian, kondisi kala itu sebetulnya lebih bersifat kronis daripada fatal atau mematikan. Layaknya orang yang sakit, masyarakat yang sakit pun bisa berumur panjang .”

Gesekan antar Etnis

Terjadi peningkatan kekerasan di akhir 1980-an, saat itu masa Perestroika yang disebabkan oleh persaingan nasionalisme etnis di republik-republik Soviet.
Kekerasan etnis pun bergejolak pada tahun 1986 di ibu kora Kazakhstan, Almaty. Konflik tersebut berkecamuk saat anak-anak muda Kazakh merasa tidak puas dengan pengangkatan kepala republik mereka yang beretnis Rusia. Demosntrasi pun pecah hingga menyebabkan banyak kerusuhan yang menyebabkan pemerintah mengirim pasukan guna meredakan kerusuhan.

Tidak hanya itu, Soviet dilanda konflik-konflik besar, salah satunya di kota Sumgai Azerbaijan yang disebut sebagai Pogrom atau serangan dengan kekerasan terhadap suatu etnis.

Konflik paling mengerikan terjadi di Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia, gesekan etnis yang berubah menjadi mematikan dan menewaskan ratusan orang.

Sistem Totaliter

Uni Soviet merupakan negara komunis terbesar pada masanya, dengan sistem pemerintahan yang totaliter. Sistem tersebut digadang untuk menciptakan keteraturan dalam jalannya sebuah negara, dengan kata lain rakyat harus tunduk kepada seluruh kebijakan pemerintah.

Rakyat tidak bisa menyampaikan pendapat secara bebas dan kemudian sistem inilah yang menjadi cikal bakal timbul konflik yang terus terjadi di Uni Soviet.

Berikut daftar negara negara pecahan Uni Soviet ada yang sebagian masuk Asia :

  1. Armenia 2. Azerbaijan 3. Belarusia 4. Estonia 5. Georgia 6. Kazakhstan 7. Kyrgistan 8. Latvia 9. Lithuania 10. Moldova 11. Rusia 12. Turkmenistan 13. Tajikistan 14. Ukraina 15. Uzbekskistan

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan