Klarifikasi Wasekjen NU Soal Foto Ambulan Berlogo Bendera China

Klarifikasi Wasekjen NU Soal Foto Ambulan Berlogo Bendera China

Wasekjen PBNU Baidowi Masduki membantah anggapan ambulans Berlogo Bendera China bantuan karena diam terkait muslim Uyghur.

Bukan Hoaks, Ini Klarifikasi Wasekjen NU Soal Foto Ambulans Berlogo Bendera China

Konten.co.id – Baru-baru ini beredar di media sosial (medsos) ambulans milik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Berlogo gambar bendera China.

Hal ini pun menjadi viral. Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial (Medsos) twitter akun @Erryb2gmailcom1, terlihat sebuah foto bergambar ambulans NU yang menempatkan logo bendera China berdampingan dengan bendera Merah Putih.

“Paham kan mengapa NU tidak bersuara penindasan Muslim Uighur,” cuitnya.

Sementara akun @amirhmsukri menduga kalau NU benar-benar menerima dana dari China agar tutup mulut terkait muslim Uyghur.

“ketawa aja ngeliatx, g mungkin ada asap klw g ada api… mgkn ada benerx mrk dpt saweran tutup mulut u tdk mengangkt isu bangsa uiygur… astagfirullah!!!”

Sementara akun @Mattsoe_ menilai foto tersebut palsu dan editan. “Gak usah bawa NU-nya .. Lagian, itu foto kayak editan alias hoax ..”

Namun ternyata foto tersebut asli. Hal ini setelah diperiksa Ambulans itu memang terparkir di basement kantor PBNU.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU, Baidowi Masduki, mengakui hal tersebut. Ia mengatakan kalau ambulans di kantor PBNU itu bantuan dari China.

“Ya enggak apa-apa biarkan saja ramai, dia mau apa. Kita memang ada bantuan dari China dan beberapa negara lain kita terima. Kita tidak pernah menolak bantuan, selama bantuan itu untuk kemanusiaan,” tutur Baidowi, Kamis (19/12/2019).

Namun, ia membantah anggapan bantuan itu terkait dengan dugaan pelanggaran HAM China terhadap muslim Uighur.

“Kami tidak akan pernah terganggu dengan bantuan kemanusiaan dalam kaitan dengan Uighur. Jadi Uighur itu tetap persoalan kemanusiaan yang kami tidak akan pernah hanya karena bantuan kami melakukan keberpihakan, lantas kami diam terhadap masalah masalah muslim Uighur,” terang Baidowi.

“Bagi kami, umat Islam di Indonesia mengikuti hadis Nabi mengatakan bahwa umat Islam itu seperti satu tubuh, atau seperti satu bangunan. Apabila di kaki sakit, maka seluruh tubuh akan sakit.” – Wasekjen PBNU Baidowi

PBNU berjanji akan tetap memperjuangkan nasib muslim Uighur yang diduga mengalami penindasan dari pemerintah China.

“Kiai Said sudah tegas mengatakan bahwa sebagai ketum PBNU, apa pun persoalan Uighur itu akan tetap dipersoalkan oleh PBNU. Perkara kami ada kerja sama kemanusiaan, itu persoalan biasa. Karena kami kan juga kan mengincar proses dakwah internasional, itu bagaimana hubungan muslim di China itu diperlakukan secara baik oleh pemerintah China, itu target dari NU,” bebernya. (*)


Kirim dari Fast Notepad

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *