Kisah Kelam Ishaq Mustaqim, Eks Gangster Kanada Ikut Reuni Akbar 212

Kisah Kelam Ishaq Mustaqim, Eks Gangster Kanada Ikut Reuni Akbar 212

Kisah hijrah Ishaq Mustaqim menajdi viral dan kini hadir di Reuni Akbar 212 membagikan air mineral untuk peserta aksi Reuni Akbar 212.

Ikut Reuni Akbar 212, Kisah Kelam Ishaq Mustaqim Eks Gangster Kanada Sebagai Mualaf Jadi Sorotan

Konten.co.id – Sosok bule membagikan air mineral gelas menjadi pusat perhatian dalam aksi Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta, Senin (2/12/2019) pagi. Pria tersebut diketahui bernama Ishaaq Mustaqim warga negara Kanada.

Aksinya membagikan air mineral pun sudah viral di sosial media twitter. Akun @ anonLokal membagikan video tersebut.

Diketahui ia menepati ucapannya dalam sebuah video yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu. Pria bertato ini memperkenalkan diri dari Montreal, Kanada.

“Terima kasih kepada Neno Warisman dan Kelompok Maharani Peduli dan Acara 212, yang mengajak saya menjadi bagian dari acara yang indah ini,” ujar Ishaq dalam bahasa Inggris.

Lalu bagaimana kisah Ishaq bisa jadi viral?

Kisah hijrah Ishaq sendiri banyak dimuat di Youtube saat ia safari dakwah di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung.

“Pada saat yang sama saya ingin mengajak semua orang datang ke peristiwa 212,” ujar Ishaq Mustaqim.

Pendiri Mustaqim TV Channel ini lahir di Montreal, Kanada, di usia 14 tahun dia terperosok dengan teman-teman dan lingkungan pengguna narkoba dan alcohol.

Dia dijebloskan penjara di usia 15 tahun dan kebiasaannya berbuat buruk tak berhenti meski dikeluarkan dari penjara. Di usia 18 tahun, ia kembali dijebloskan ke penjara.

“Dua tahun di penjara, membuat saya memiliki otak kriminal, “ katanya dalam sebuah tayangan Millionaire Lifestyle Gives It All Up For Islam ~ Ishaq Mustaqim (My Path To Islam) di channel Youtube.

Ishaq yang banyak menghabiskan masa mudanya di jalanan membuatnya ia sering terlibat aksi perampokan dan pembunuhan, bahkan pernah tergabung dalam kelompok gangster terbesar di Kanada.

Dia mengaku atas perbuatannya di masa lalu kehidupannya pun bergelimang harta, mulai dari memiliki rumah besar hingga kendaraan mewah asal Eropa. Namun demikian, fasilitas mewah yang dimilikinya tidak membuatnya bahagia.

“Saya pernah menjalani gaya hidup seperti seorang miliarder. Memakai mobil Mercy, membeli rumah mewah. Saya juga punya banyak uang dan harta, tapi semua itu tidak membuat saya bahagia,” ucap Ishaaq.

Ishaaq menjelaskan, ia dikenalkan kepada Islam oleh teman-temannya ketika tengah berada di Indonesia. Sedikit demi sedikit, ia mulai mempelajari ajaran agama Islam.

Setelah memeluk Islam dia mengaku mendapat kebahagiaan. “Saya di Indonesia dalam urusan kerja, kemudian diajarkan Islam. Saya juga ingin menunjukan bahwa ke semua orang, kalau harta tidak dapat berikan kebahagiaan. Menjadi muslim membuat bahagia, saya mengikuti jalan Allah SWT,” katanya.

Seiring dengan memeluk Islam, hidupnya berubah total dan berkeliling berbagai negara untuk cerita tentang kisah hijrahnya. “Saya seolah mualaf dari Kristen menuju Islam tahun 2012. Saya bersyukur kepada Allah setiap hari bahwa saya seorang Muslim. Jiwa saya yang cemas telah menemukan kedamaian dan ketenangan, “ ujarnya

Saat disinggung mengenai masih adanya tato di beberapa bagian tubuhnya, Ishaaq mengatakan belum akan menghapusnya. Meski demikian di dalam hatinya ada niatan untuk menghapus.

“Insyaallah saya akan hapus tato ini, jika ada teknologi yang menghapus tato yang tidak meninggalkan bekas. Menurut saya di hadapan Allah SWT, tato ini sudah tidak ada jadi saya merasa tidak perlu lagi menghapus tato-tato ini,” tuturnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Denis Septianda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *