Kemenag Resmi Hapus Materi Khilafah dan Jihad Bagi Madrasah

Kemenag Resmi Hapus Materi Khilafah dan Jihad Bagi Madrasah

Penghapusan materi khilafah dan jihad untuk menunjukkan kalau Rasulullah SAW tidak hanya hidup berperang.

Netizen Mengamuk Kemenag Resmi Hapus Materi Khilafah dan Jihad Bagi Madrasah

Konten.co.id – Seluruh materi ujian di madrasah yang mengandung konten khilafah dan perang atau jihad telah diperintahkan untuk ditarik dan diganti.

Hal ini sesuai ketentuan regulasi penilaian yang diatur pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162 dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI.

Hal ini pun ditanggapi netizen. Sebagian tidak setuju dengan penghapusan materi khilafah dan jihad dalam pelajaran di madrasah.

“MIRIS! Kemenag Resmi Hapus “Khilafah” dan “Jihad” dari Kurikulum Madrasah” cuit @mas__piyuuu

“Jihad dan khilafah adalah ajaran islam, dlm arti yg luas !!! TDK SENATA2 RADIKAL RADIKUL SPT YG D TUDUHKAN !!!
HANYA NEGERI INI BUTUH PEMIMPIN BERINTEGRITAS” cuit @Medina_adha

Hal senada diungkapkan akun @BalADEva_ mencuitkan,

“Solusinya sebar E-Book soal sejarah, khilafah dan jihad. jual buku juga ga mungkin, jika ketahuan psti digoreng. bikin modul pelajaran yg dihilangkan.. tinggal di campur dgn modul pembelajaran lainnya. digitalisasi buku. madrasah aja diubah”, rezim mau hilangkan sejarah islam.”

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada Kementerian Agama (Kemenag), Umar, mengatakan kalau materi yang dihilangkan sebenarnya bukan hanya materi khilafah dan perang.

Umar mengatakan, setiap materi ajaran yang berbau tidak mengedepankan kedamaian, keutuhan dan toleransi juga dihilangkan.

“Karena kita mengedepankan pada Islam wasathiyah,” kata Umar, Sabtu (7/12/2019).

Ia menuturkan Rasulullah mengajarkan semangat perjuangan. Tapi dalam konteksnya saat ini tidak lagi model perjuangan perang.

Namun, lanjutnya, dalam pelajaran sejarah kebudayaan Islam tetap membahas Rasulullah pernah berperang.

“Tetapi justru yang kita ungkap banyak nanti aspek kehidupan Rasul yang menjaga perdamaian yang madani,” ujarnya.

Dikatakannya, perjuangan Rasulullah sendiri bukan hanya berperang. Tapi membangun masyarakat madani.

Dia menegaskan, memang Rasul pernah berperang tapi bukan hanya perang saja yang dilakukan Rasulullah semasa hidupnya.

“Rasul pernah berperang iya, tetapi Rasul bukan hanya berperang saja, dan kalau Rasul berperang bukan berarti Islam didakwahkan dengan cara keras,” jelasnya.

Pihaknya mengatakan kalau yang ingin dikedepankan oleh Kemenag adalah Rasulullah yang membangun masyarakat madani.

Supaya dapat dipahami pentingnya menjaga perdamaian dan toleransi. Sebab Rasul dengan umat-umat agama lain juga toleransi.

Dia menambahkan, semua buku-buku ajar di MI, MTs, dan MA berorientasi pada penguatan karakter, ideologi Pancasila, dan anti korupsi. Paling utama mengajarkan Islam wasathiyah.

“Jadi kita ini menyiapkan generasi yang akan datang generasi yang betul-betul bisa menjaga perdamaian, persatuan dan toleransi demi keutuhan NKRI dan kejayaan Islam di Indonesia,” jelasnya.

Umar mengingatkan, di Indonesia khilafah ditolak, maka tidak mungkin mengajarkan materi yang konteksnya membangun khilafah yang bertentangan dengan Indonesia.

“Apakah kemudian pemerintahan Islam (khilafah) enggak diajarkan? Ya tentu nanti ada porsi (pelajaran tentang) membangun peradaban dan pemerintahan, tapi yang sesuai dengan negara kita Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, anak diajari bagaimana pandangan Islam terhadap membangun negara dan pemerintahan.

Jadi perspektifnya beda dengan khilafah yang dimaksud oleh pihak-pihak yang ingin mendirikan khilafah di negara Pancasila.

Dia menegaskan, pihaknya tidak akan menghilangkan fakta-fakta sejarah Islam.

“Tapi pendekatan dan metodologinya yang kita ubah, supaya anak-anak enggak sampai lupa sejarah, dan enggak boleh melupakan sejarah,” jelasnya.

Kemenag ingin memberikan bekal kepada para siswa supaya melek informasi tentang negara.

Supaya anak-anak tahu membela negara ini hukumnya fardu ain. Tapi membela yang mengedepankan asas pemerintahan yang Pancasila, meneguhkan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *