Izin Eko Kuntadhi Sebarkan Data Pelaku Persekusi Banser Dipertanyakan

Izin Eko Kuntadhi Sebarkan Data Pelaku Persekusi Banser Dipertanyakan

Netizen pertanyakan eko Kuntadhi yang bisa menyebarkan data pelaku persekusi Banser tanpa izin kepolisian.

Eko Kuntadhi Sebarkan Data Pelaku Persekusi Banser, Netizen Pertanyakan Izinnya

Konten.co.id – Identitas pelaku persekusi yang dialami dua orang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersebar di dunia maya. Seperti yang terlihat di akun twitter pengamat media sosial Eko Kuntadhi @eko_kuntadhi.

“Yang persekusi Banser di Pondok Pinang, dicariin polisi tuh… Takdir!”

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1204741268204449794

Dalam foto tersebut memperlihatkan pelaku bernama Hendra Apriyanto. Namun hal ini justru dipermasalahkan oleh netizen.

Akun @ UyokBack mempertanyakan legalitas dan izin Eko yang menyebarkan data pelaku persekusi tersebut.

“Penyebaran data spt dilakukan @eko_kuntadhi ini atas seijin Kepolisian kah Min @DivHumas_Polri?”

Masalah izin tersebut jelas harus dipertanyakan. Hal ini karena untuk menyebarkan izin identitas pelaku haruslah dari pihak kepolisian terlebih dahulu.

Hal ini pun mendapat respon dari warganet. Akun @ronin4711 mencuitkan kalau Eko tidak perlu izin.

“Gk perlu ijin… Kan temenan mbah….”

Sementara akun @JanReza_RD mencuitkan, “Lucunya bisa langsung detail taunya hahaha”

Sedangkan akun @Ardiansyah76 justru mentertawakan Eko yang mencari tahu identitas pelaku dengan SKCK. “Baru tau seseorang di cari polisi dengan surat SKCK GO….BLOG dapat di mana tuh SKCK @eko_kuntadhi?”

Diberitakan sebelumnya video kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nadhlatul Ulama (NU) yang dipersekusi orang tidak dikenal sedang viral di media sosial.

Dalam kicauan yang diunggah Selasa (10/12/2019) di akun Twitter @nahdlatululama menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Korban yang dipersekusi bernama Eko, seorang Kader Banser di kota Depok. “Islam yang benar tidak mudah mengafirkan. Peristiwa ini terjadi di Pondok Pinang, Jaksel. Eko adalah kader Banser Kota Depok yang membanggakan, tidak emosional dan menjawab dengan akhlaq terpuji. Sementara yang memaksa takbir ini, justru mencoreng wajah Islam dengan paksaan dan makian,” tulis @nahdlatululama.

Video itu memperlihatkan Eko diintimidasi oleh seorang pria. Pelaku menyebut korban sebagai binatang Monyet dan memaksa Eko untuk takbir.

“Monyet, mana KTP lu? Gua mau lihat, lihat. Mana sini? Ngapain di Jakarta, tanah gua Betawi,” kata pelaku.

Eko menjawab, “Ya emang apa?”. Ia menjelaskan bahwa sedang bertugas untuk mengawal Gus Muwafiq.

Pelaku kemudian memaksa Eko, “Lu takbir dulu ama gua, bareng ya. Takbir! Lu Islam bukan?

“Islam,” jawab Eko dengan tenang.

Pelaku kembali memaksa, “Ya udah takbir. Buat apa lu? Kafir dong lu? Ntar dulu. Lu takbir dulu kalau Muslim. Orang Islam itu harus takbir”.

Eko pun menjawab, “Islam itu cukup mengucapkan kalimat syahadat”.

Pelaku yang emosi langsung menghardik Eko lagi-lagi menyebut Eko dengan kata binatang Anjing.

“Lu nggak usah ngajarin gua. Ntar dulu. Lu nggak bisa pulang, enak aja. Anjng lu,”

Video berdurasi 1.03 menit ini telah disaksikan hampir 300 ribu kali pada Rabu (11/12) pagi. Lebih dari 5 ribu retweet diberikan ke postingan tersebut.

Akibatnya Banser Jaksel melaporkan tindakan persekusi tersebut ke pihak aparat kepolisian.

“Ini sudah palanggaran. Kenapa membawa-bawa unsur SARA? H Bendot (tokoh masyarakat Betawi) juga menyayangkan penyebutan etnis Betawi dalam kasus ini. Ketua PC GP Ansor Jaksel, Sekcab GP Ansor Jaksel, Kasatkorcab Banser Jaksel, Ketua PC GP Ansor Depok, dan korban masih di Polres Jaksel. Sekjen PP GP Ansor Gus Adung juga bilang untuk usut tuntas. Ini kasus menasional,” kata Ketua PR GP Ansor Pondok Pinang Abdurrahman dilansir dari nu.or.id.

Kasatkoryon Banser PAC GP Ansor Kebayoran Lama Abdul Halim mengatakan pelaku masih dalam pengejaran aparat.

“Kita diminta untuk membantu informasi keberadaan pelaku,” katanya. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *