Gus Nuril Sebut Brimob Jadi Pasukan Gelap Demo 21-22 Mei

Gus Nuril Sebut Brimob Jadi Pasukan Gelap Demo 21-22 Mei

Gus Nuril menyebut ada Pasukan Gelap si kerusuhan 21-22 mei.

Gus Nuril Sebut Brimob Jadi PGN Sebagai Pasukan Gelap Demo 21-22 Mei

Konten.co.id – Kerusuhan 21-22 Mei 2019 diduga karena adanya pasukan gelap.

Seperti terlihat di akun Twitter @Opposite6890 yang memperlihatkan sebuah video tentang adanya Brimob berseragam Patriot Garda Nusantara (PGN) yang menjadi pasukan gelap.

Dari out of the record pembicaraan Gus Nuril yang menyebutkan kalau di barisan kedua PGN adalah pasukan Brimob.

“Bahkan teman-teman Brimob sendiri, ini out of the record ya, di Jakarta intelnya berseragam,” katanya.

Hal ini, berbeda dengan di Bandung, Jawa Barat.

“Jangan ditulis ini of the record ya, PGN, barisan kedua setelah Kombes Bambang itu PGN,” katanya.

Hanya saja hal ini masih jadi pertanyaan. Sebab Polisi telah mengungkap tiga kelompok penumpang gelap yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil pilpres di depan Bawaslu pada 21- 22 Mei.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, kelompok pertama adalah mereka yang berusaha menyelundupkan senjata api ilegal dari Aceh.

Senjata ilegal tersebut antara lain jenis M4 Carbine berikut dua buah magasin, peredam suara, tali sandang, dan tas senjata.

Ada pula senpi berjenis Revolver dan Glock beserta 50 butir peluru. Kelompok yang berusaha menyelundupkan senpi ilegal itu melibatkan mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko.

“Salah satunya kelompok yang memasukkan senjata ilegal dari Aceh,” kata Iqbal.

Kelompok kedua adalah mereka yang diduga bagian dari kelompok teroris. Kelompok kedua ini terungkap setelah polisi mengamankan dua orang perusuh dalam aksi unjuk rasa yang memiliki afiliasi dengan kelompok pro Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS.

Polisi menyebut kedua orang perusuh tersebut merupakan anggota organisasi Gerakan Reformasi Islam (Garis). Mereka berniat berjihad pada aksi tanggal 21-22 Mei 2019.

“Beberapa pelakunya sudah menyampaikan bahwa ingin memanfaatkan momentum demokrasi sebagai aksi, karena memang demokrasi itu menurut mereka itu pahamnya kafir,” kata Iqbal.

Kelompok terakhir yang diduga ingin menunggangi aksi 21-22 Mei 2019 adalah mereka yang berupaya merancang pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Kelompok ini juga sempat bergabung di kerumunan massa dengan membawa senjata api.

Dari kelompok terakhir, polisi telah mengamankan enam orang tersangka, yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan HF.

Iqbal mengatakan, masih terbuka peluang adanya kelompok lain yang ingin menunggangi aksi 21-22 Mei 2019.

Hal ini pun ditanggapi netizen. “Si bangsat dukun Nuril sdh mengakui. Bgmn dg tindakan @DivHumas_Polri ? Msh mau ngeles kalau semua adalah rekayasa. 😤😡#JiwasrayaSkandalPilpres

JiwasrayaSkandalPilpres”

Sementara akun @My_Room01 mengajak netizen untuk melihat beberapa video lama.

Ia curiga jika di barisan kedua pelempar petasan adalah Brimob tersebut.

“Coba buka lagi video waktu mei dulu,
Ada yang dari pihak polisi tembakin petasan, itu datangnya dari barisan kedua, jika benar apa yang di katakan dukun tersebut.”

Sementara akun @CakArip6 mencuitkan,” Off the record tapi bocor….. 😁😁😁
Oh ngak itu cuma ngaNU….eee… 1,5T ngak cair”

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *