Gerindra Klarifikasi Ketua DPP Trendingkan Tagar #TangkapEnggar

Gerindra Klarifikasi Ketua DPP Trendingkan Tagar #TangkapEnggar

Soal tagar #TangkapEnggar, Gerindra ungkap kalau itu pendapat ketua DPP Iwan Sumule.

Ketua DPP Trendingkan Tagar #TangkapEnggar, Ini Kata Wasekjen Gerindra

Konten.co.id – Hari ini, Selasa (3/12/2019) tagar #TangkapEnggar jadi trending di sosial media Twitter. Sejumlah netizen pun menggunakan tagar tersebut dalam cuitannya.

“Ternyata bukan 2 x dipanggil KPK, sdh 3 x gaeeess, biasanya yg mangkir panggilan sampe 3 x akan dijemput paksa atau #TangkapEnggar , kapan kira²
@KPK_RI akan #TangkapEnggar ???” cuit NadineOliviea

“Berita paling menyakitkan saat ini, dimusnahkannya beras 20 ribu ton bernilai 160 miliar, di saat masih banyak masyarakat yang kelaparan. Menyakitkan dan asli sedih. Keserakahan dunia, akan membawa petaka akhirat. #TangkapEnggar,” cuit @luckysubiakto.

“160 Miliar Terbuang Sia-sia, Impor Beras Tak Ada Guna! Daripada Dibuang, Bagi-Bagi Gratis Aja Buat Pakan Ayam Jangan Lupa Tangkap Tukang Impor Ugal-ugalan #TangkapEnggar,” cuit @UtuhWibowo

Tagar ini diketahui dibuat pertama kali oleh Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule. Ia mengatakan apa yang dilakukan pada masa Enggar menjabat terkesan dibuat-buat. Menurut dia, stok beras pada saat itu masih cukup.

” Dulu mendag Enggar Nasdem import beras ugal-ugalan. Alasan pun dibuat, utk penuhi stok beras dan titip di gudang bulog. Skrg beras busuk dan hrs dibuang. Stok beras pun tak terbukti kurang. Buang Beras Busuk = Buang Uang Negara. @KPK_RI #TangkapEnggar,” cuitnya.

Ia mempersoalkan 20 ribu ton dari stok 2,3 juta cadangan beras pemerintah atau CBP yang dikelola Perum Bulog rusak karena terlalu lama disimpan.

Ia menyalahkan kebijakan impor beras yang pernah dilakukan Enggartiasto Lukita ketika menjabat Menteri Perdagangan.

Menanggapi tagar #TangkapEnggar, Wasekjen Gerindra Andre Rosiade mengatakan kalau itu bukan sikap Gerindra dan pernyataan pribadi Iwan.

“Soal #TangkapEnggar ya, itu adalah pernyataan pribadi dari Bang Iwan Sumule, bukan sikap resmi partai,” ujar Wasekjen Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Andre telah mengecek ke pengurus Gerindra, hasilnya partai dipastikan tak pernah memberikan instruksi apa pun kepada Iwan terkait pembuatan hashtag tersebut.

“Jadi sekali lagi, itu sikap pribadi, bukan mewakili sikap resmi partai. Tidak ada partai menginstruksikan untuk memviralkan #TangkapEnggar itu,” ujarnya.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi mengatakan dari 2,3 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disimpan perseroannya sekitar 20 ribu tondi antaranya rusak.

20 ribu ton beras disposal tersebut senilai Rp 160 miliar dengan asumsi harga per kilogram Rp 8 ribu. Beras disposal itu telah mengalami penurunan kualitas yang drastis sehingga harus dimusnahkan atau diolah menjadi produk turunan.

Pemusnahan atau pengolahan beras rusak tadi terganjal dana talangan dari pemerintah yang belum ada kejelasan. “Ini yang jadi masalah,” tutur Tri. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *