Fyodor Dostoyevsky : Eksekusi Mati yang Gagal Menjemputnya

Fyodor Dostoyevsky : Eksekusi Mati yang Gagal Menjemputnya

22 Desember tubuhnya digiring kehadapan para penembak untuk dieksekusi mati, saat moncong senjata telah siap menhabisi nyawanya, tiba-tiba sang penguasa berubah pikiran. Kematian di depan matanya pun kembali menjauhinya. Setelah itu ia menjadi sastrawan besar dan terkenal di Rusia.

Sastrawan Dostoyevsky dan Eksekusi Mati yang Gagal Menjemputnya

Konten.co.id – 23 April 1949 Sastrawan besar Rusia, Fyodor Dostoyevsky ditangkap karena berpartisipasi dalam gerakan revolusioner melawan Tsar Nikolai I dan dijatuhi hukuman mati dengan alasan terlibat dengan kelompok liberal, Petrashevsky Circle. 22 Desember 1849 ia kemudian dibawa ke hadapan regu tembak untuk di eksekusi, namun takdir berkata lain, sesuatu terjadi hingga ia tidak jadi ditembak mati.

Kepiawaiannya menulis dipengaruhi oleh pengalaman masa kecilnya, ia diperkenalkan kisah-kisah legenda dan dongeng yang heroik oleh pengasuhnya, Alena Frolovna. Kemudian diusianya yang baru menginjak empat tahun ia diajarkan membaca dan menulis melalui Injil dan Bible.

Melalui pengalaman masa kecilnya itu, membuat imaginasinya hidup dengan cerita-cerita yang dibacakan orantuanya sebelum tidur.

Dostoyevsky lahir di Moskow, 11 November 1821. Karya-karya nya seringkali menampilkan tokoh yang putus asa dan memiliki pandangan ekstrem. Dengan kemampuannya itu ia pun kemudian disebut sebagai orang yang mampu menelanjangi psikologi manusia serta mampu menganalisis secara dalam kondisi spiritual, sosial dan politik Rusia pada Abad ke-19.

Franz Kafka pernah mengatakan bahwa karya-karya Dostoyevsky sangat mempengaruhi dirinya dalam menulis novel The Trial.

Sigmun Freud pun mengatakan bahwa novel yang ditulis Dostoyevsky “The Brothers Karamazov” adalah novel yang paling indah yang pernah di ditulis.

Fyodor Dostoyevsky Hampir Mati

Fyodor Dostoyevsky ditangkap karena ikut berpartisipasi dalam gerakan revolusioner melawan Tsar Nikolai I, 23 April 1849. Kemudian ia dijatuhi hukuman mati karena ia terlibat dengan sebuah kelompok intelektual liberal, Petrashevsky Circle.

Namun hukuman mati itu tidak pernah terwujud. Saat ia hendak dibawa dan diberdirikan dihadapan regu tembak, ketika moncong senjata sudah siap menghabisi nyawanya, seketika penguasa berubah pikiran, ia pun akhirnya lolos dari maut.

Tanpa alasan yang jelas hukuman padanya diubah, ia pun kemudian dibawa ke sebuah kamp kerja paksa di Siberia dan dipekerjakan disana selama empat tahun.

Setelah kebebasannya tahun 1854 ia kemudian menjadi tentara Barisan Baralyon Resimen ke-7 yang ditempatkan di benteng Semipalatinsk di Kazakhstan, kemudian ia menikahi seorang janda sebelum kembali memutuskan pulang ke Rusia.

Tahun 1864 istrinya meninggal dunia, disusul dengan kematian kakanya pada tahun berikutnya. setelah itu kehidupannya kian terpuruk, kondisi ekonominya pun memburuk dengan banyak hutang ditambah harus menghidupi keluarga kakaknya.

Tidak cukup dengan hidup banyak hutang, ia pun lari mencari keberuntungan melalui judi. Kecanduannya bermain judi justru memperparah ekonominya.

Menurut kisah yang ditulisnya dalam “Crime and Punishment”, novel tersebut diselesaikannya dengan sangat tergesa-gesa karena ia sangat membutuhkan uang muka dari penerbit.

Produktifitasnya pun ikut menurun yang menyebabkan ia diancam oleh pihak penerbit, dengan ancaman jika tidak ada karangan baru maka mereka akan mengklaim semua hak cipta atas karya- karya Dostoyevsky. Ia pun bergegas menyelesaikan novel “The Gambler”

Dostoyevsky Bangkit

Dostoyevsky bertemu dengan seorang penulis steni berusia 20 tahun, Anna Grigorevna. Kemudian menikahinya pada tahun 1867. Setelah pernikahan itu, produktifitas Dostoyevsky meningkat tajam, masa itu adalah waktu karya-karya besarnya lahir.

Kegagalan demi kegagalan jurnalistiknya di masa lalu ia balas pada tahun 1873 hingga 1881. Ia menerbitkan jurnal bulanan penuh dengan cerita pendek, sketsa, dan artikel tentang peristiwa yang tengah hangat, A Writer’s Diary. Jurnal itu pun sukses besar.

Sastrawan besar Rusia itu pun menghembuskan nafas terakhirnya pada 28 Januari 1881 karena pendarahan paru-paru yang disebabkan oleh serangan epilepsi. Jasadnya dimakamkan di Pemakaman Tikhvin di St. Petersburg, Russia.

Selama ia hidup, Dostoyevsky telah menulis 11 novel, tiga novel pendek 17 cerita pendek dan ‘menelurkan’ berbagai karya lainnya. Oleh kritikus sastra, ia dijuluki sebagai salah satu psikologi terhebat di dunia literatur.

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan