Disdikpora Solok Klarifikasi Terkait Soal Ujian SD Hina Rasulullah

Disdikpora Solok Klarifikasi Terkait Soal Ujian SD Hina Rasulullah

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Zulkisar mengatakan kalau soal yang viral berisi penghinaan Rasulullah Saw itu kesalahan dari pembuat soal.

Soal Ujian SD Hina Rasulullah SAW, Ini Klarifikasi Disdikpora Solok

Konten.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Solok, Zulkisar memberikan klarifikasi terkait soal ujian akhir semester I mata pelajaran agama Islam kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang kontennya dinilai menghina Rasulullah Muhammad SAW.

Ia menjelaskan hal ini terjadi karena diduga ada kekeliruan dari pembuat soal. “Naskah asli tidak ada seperti itu. Jadi kekeliruannya sedang kami jajaki. Entah ada yang main-main yang mengubah soal,” kata Zulkisar, Kamis (12/12/2019).

Pihaknya mengaku sudah mendapatkan laporan tentang adanya kekeliruan soal ujian tersebut dan sudah memanggil pihak yang terlibat dalam pembuatan soal.

Seperti pengawas, kepala sekolah, tim guru, dan oknum yang memposting kekeliruan soal ini pertama kali di facebook. “Setelah kami panggil ada delapan orang, tapi belum terungkap di mana letak kekhilafannya,” ujar Zulkisar.

Zulkisar mengatakan naskah asli soal nomor 13 pada soal ujian mata pelajaran agama Islam di seluruh kelas IV SD Kecamatan Junjung Sirih itu tidak seperti yang beredar di siswa dan sampai viral di sosial media tersebut.

Seharusnya berbunyi ‘Selaku umat nabi Muhammad SAW, sebaiknya meneladani sikapnya. Sebagai pelajar, yang tidak patut kita contoh dari pernyataan di bawah ini adalah? A. Malas Belajar B. Mengerjakan tugas belajar. C. Menjaga nama baik sekolah dan guru, dan D. Menjaga nama baik orang tua.

“Kan tidak nyambung di naskah yang beredar. Jadi di naskah asli tidak ada pelecehan terhadap Nabi. Jadi sekarang kami selidiki dulu di mana salahnya,” ucap Zulkisar.

Zulkisar menambahkan kalau sudah melanjutkan laporan kejadian ini kepada Bupati Kabupaten Solok. Nantinya akan diteruskan lagi ke Inspektorat Pendidikan.

Ia tidak menutup kemungkinan pelaku yang sengaja atau tidak membuat kesalahan pembuatan soal ini akan mendapatkan hukuman.

Zulkisar menyebut soal keliru yang diduga bermuatan konten menghina Nabi SAW ini beredar di 16 SD di Kecamatan Junjung Sirih. Yang terdiri dari 14 SD Negeri dn 2 SD Swasta. Semua SD di Kabupaten Solok melaksanakan ujian akhir semester 1 sejak 9-16 Desember ini.

Diberitakan sebelumnya, soal ujian akhir semester I mata pelajaran agama Islam kelas IV SD di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok membuat heboh. Hal ini karena terdapat satu soal yang kontennya dinilai menghina Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Dari yang terlihat di akun twitter @intanRatuaja12, soal yang berisi penghinaan terhadap Rasulullah SAW ada di nomor 13.

Pertanyaan dan pilihan jawaban yang tertera di soal nomor urut 13 adalah berbunyi ‘Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani ? A.Malas Belajar B. Mengerjakan tugas belajar. C. Menjaga nama baik sekolah dan guru, dan D. Menjaga nama baik orang tua”.

Hal ini pun sontak mendapat respon netizen. Kebanyakan warganet geram atas kejadian ini. “Mereka tereak2 Radikalisme… mulai ada dari tingkat PAUD hingga PT. Mereka begitu fasih bicara Radikalisme. Ternyata Bikin soal ujian SD saja justru “memancing” tumbuhnya Radikalisme itu Jd, yg radikal tuh sebenernya siapa ???!!” cuit @santo5o.

“Nglunjak…. Apa krn selama ini umat Islam diam dg pelecehan2 yg terjadi jd mrk menyepelekan?! Apakah memang harus ada yg ditindak dulu baru mrk berhenti?! Pemerintah harus bertindak secepatnya, jgn sampai ada umat yg bertindak…”

Sementara akun @Resof85 mencuitkan, “Segera seret ke pengadilan orang yg berusaha meracuni fikiran generasi muda islam.”

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan