Dianggap Melawan Polisi, DPR Minta Penahanan Luthfi Ditangguhkan

Dianggap Melawan Polisi, DPR Minta Penahanan Luthfi Ditangguhkan

DPR minta penahanan Luthfi, anak STM pembawa bendera ditangguhkan, padahal ia melawan polisi saat demo di DPR.

Dianggap Melawan Polisi, DPR Malah Minta Penangguhan Penahanan Luthfi

Konten.co.id – Luthfi Anak STM pembawa bendera saat Demo di DPR, 30 September 2019 disebut berniat membuat keonaran saat demo itu.

“Karena niat terdakwa hanya untuk membuat keonaran atau kerusuhan di demo tersebut, terdakwa langsung menyamar menggunakan pakaian atau seragam sekolah terdakwa yang terdahulu yaitu baju putih dan celana abu-abu,” ujar jaksa Andri Saputra saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

Lutfi didakwa melanggar Pasal 212 KUHP juncto Pasal 214 KUHP atau Pasal 217 ayat 1 KUHP atau Pasal 218 KUHP. Jaksa menyebut awalnya Lutfi diajak salah satu temannya bernama Nandang mengikuti demo yang memprotes RUU KPK.

Jaksa menyebut Lutfi seorang penganggur dan bukan berstatus pelajar. Menurut jaksa, seragam sekolah yang dikenakan Lutfi bertujuan mengelabui polisi dan peserta demo lainnya.

“Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB terdakwa tiba di belakang gedung DPR dan langsung bergabung dengan peserta demo yang mayoritas mahasiswa dan pelajar,” kata jaksa.
Aksi demo tersebut berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. Polisi mengimbau massa membubarkan diri. Namun pada pukul 19.30 WIB, Lutfi bersama 2 rekannya bernama Nandang dan Bengbeng kembali ke arah belakang gedung MPR/DPR.

“Ternyata para pengunjuk rasa tersebut di atas yang di antaranya adalah terdakwa bersama-sama dengan teman terdakwa, yaitu Nandang dan Bengbeng, tersebut yang tadinya telah berhasil didorong mundur oleh petugas kepolisian ternyata datang lagi dengan jumlah yang banyak hingga memenuhi belakang gedung DPR/MPR dan sekitarnya melakukan demo dengan disertai penyerangan terhadap petugas kepolisian,” ucap jaksa.

“Dengan cara melempar benda-benda berupa batu, botol air mineral, bambu, petasan, kembang api, dan sebagainya yang ditujukan kepada petugas kepolisian,” imbuhnya.

Selain itu, jaksa menyebut Lutfi dan pendemo lainnya turut merusak fasilitas umum, seperti pot bunga dan pembatas jalan. Setelah itu, jaksa menyebut polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air dari mobil taktis water cannon.

“Bahwa setelah itu dilakukan penangkapan terhadap pengunjuk rasa yang melakukan kerusuhan disertai perlawanan terhadap petugas polisi hingga tertangkap dalam aksi tersebut adalah Lutfi sekitar pukul 20.00 WIB di depan Polres Jakarta Barat,” kata jaksa.

Selain Lutfi, belasan pendemo menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan secara terpisah. Mereka diadili berkaitan kerusuhan aksi demo pada 30 September di gedung DPR.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Luthfi. Hal senada diminta
“Mengajukan penangguhan penahanan jadi mengingat beliau masih muda masa depan. Penangguhan diajukan oleh Sufmi Dasco, Habiburokhman, dan Didik Mukrianto,” kata tim pengacara Lutfi, Burhannuddin, saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

Atas permohonan itu, hakim ketua Bintang mengatakan akan bermusyawarah dengan hakim yang lain. Dikabulkan-tidaknya permohonan itu merupakan hasil musyawarah hakim.

“Kami musyawarah apakah permohonan dikabulkan atau tidak tentunya hasil musyawarah. Kami membutuhkan waktu untuk itu,” ujar hakim.

Diketahui kasus ini berawal dari seorang remaja yang menjadi perbincangan di media sosial. Luthfi disebut-sebut ditangkap polisi atas tuduhan melecehkan bendera Merah-Putih saat aksi demo di DPR.

Informasi soal ditangkapnya Luthfi ini awalnya muncul di jagat Twitter. Sebuah akun memberikan informasi ‘hilangnya’ Luthfi sambil membubuhkan foto–sosok pelajar STM yang berlari menghindari tembakan gas air mata sambil memegang bendera–yang diyakini adalah Luthfi.

Ia semula dikabarkan hilang selama 24 jam seusai aksi demo di DPR pada Senin (30/9/2019) lalu. Belakangan diketahui bahwa Luthfi ditangkap polisi.

Dalam posting-an foto yang lain, Luthfi disebutkan ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan pelecehan terhadap bendera Merah-Putih. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *