Bela Uyghur, Netizen Ajak Umat Muslim #Kepung KedubesChina

Bela Uyghur, Netizen Ajak Umat Muslim #Kepung KedubesChina

Netizen ajak umat muslim Bela Uyghur lewat tagar #Kepung KedubesChina.

Netizen Trendingkan Tagar #KepungKedubesChina Ajak Umat Muslim Bela Uyghur

Konten.co.id – Hari ini, Kamis (26/12/2019), netizen ramai-ramai menjadikan tagar #KepungKedubesChina. Sudah ada 15 ribu cuitan yang berisi tagar tersebut.

“may all the uyghur muslims always be given patience and strength so that they can continue to be faithful in faith in God and in islam and hopefully also always in the protection of Allah subhanahu wa Ta’ala. Aamiin ya Rabbal alamiin… #KepungKedubesChina” cuit @anyendia.

“Economy over humanity #KepungKedubesChina,” cuit @ouaissal.

Sementara akun @AnakBBS_KR02 mencuitkan, “Yuk ah. Udh lama gak noyor pala pacinko.. #KepungKedubesChina”

Tagar ini sendiri ditrendingkan netizen sebagai ajakan untuk mengepung kantor kedutaan besar (Kedubes) China sebagai bentuk kepedulian dan prihati kepada umat muslim Uyghur yang ditindas.

Sementara itu, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis menyatakan, pihaknya akan menggelar unjuk rasa bertitel Aksi Bela Muslim Uighur pada Jumat (27/12/2019) besok di depan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta.

FPI, kata Sobri, mengecam tindakan pemerintah Tiongkok terhadap etnis muslim Uighur. Menurutnya, pemerintah Tiongkok telah berbuat lalim terhadap warga Uighur yang mendiami Provinsi Xinjiang.

Sobri menegaskan, pemerintah Tiongkok telah merampas hak asasi manusia warga Uighur. Namun, katanya, penguasa di China selalu berkilah bahwa tindakan terhadap warga Uighur merupakan upaya untuk menumpas pemberontakan.

“Jadi, yang sebenarnya adalah penahanan semena-mena tanpa proses hukum yang adil sesuai standar internasional,” ucap dia.

Sobri menambahkan, kini warga Uighur dilarang membaca Alquran. Selain itu, katanya, warga Uighur juga dikurung di lokasi semacam kamp konsentrasi.

“Jadi, dijebloskan ke dalam kamp reedukasi yang menurut beberapa laporan LSM HAM internasional justru tempat di mana banyak penyiksaan serta pelecehan seksual terjadi,” tutur dia. (*)

Penulis : Ade Indra

Berita Pilihan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan