Bela Muslim Uyghur, Netizen Trendingkan Tagar #WeStandWithUyghur

Bela Muslim Uyghur, Netizen Trendingkan Tagar #WeStandWithUyghur

Sebagai bentuk dukungan terhadap muslim Uighur, tagar #weStandWithUyghur jadi trending di twitter.

Tagar #WeStandWithUyghur Trending, Muslim China Uighur Didukung Netizen

Konten.co.id – Penindasan yang terjadi terhadap muslim Uyghur dan minoritas di Provinsi Xianjing, China mendapat perhatian dari banyak pihak. Pengguna internet di Indonesia turut memberikan perhatian atas konflik yang menimpa etnis Uyghur.

Netizen pun trendingkan tagar #WeStandWithUyghur sebagai tanda dukungan terhadap muslim Uyghur.

“Politik HUTANG berkedok Investasi dari Negara KOMUNIS China ternyata mampu MEMBUNGKAM Mulut para Pemimpin Muslim, Ngaku hanya Takut pada Allah SWT, tapi Mengkerut saat berhadapan dengan KOMUNIS China, MUNAFIK, #WeStandWithUyghur #WeStandWithUyghur” cuit @Ghoz4ly.

“Undang-undang kami mengatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Oleh karenanya.. #WeStandWithUyghur” cuit @liem_id.

Sementara akun @bang_baret mencuitkan tentang aksi Mesut Ozil yang ikut membela muslim Uyghur dengan menyebut etnis Uighur sebagai “East Turkistan”.

“Mesut Ôzil, dengan satu cuitan ttg Uyghur bisa mengguncangkan dunia. Andai bbrp akun tokoh mencuit satu cuitan ttg Uyghur bertagar #WeStandWithUyghur suaranya bisa menggema sampai galaksi Andromeda. Colek tokoh favoritmu! Selamat pagi bunda
@fahiraidris #WeStandWithUyghur”

Penindasan yang dilakukan terhadap etnis Uyghur sendiri sudah dilakukan beberapa tahun silam sehingga menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Playmaker Arsenal asal Jerman Mesut Ozil pun ikut berkomentar.

Ozil mengunggah pernyataan di Instagram yang berisi dukungan kepada etnis minoritas Uighur yang terletak di Daerah Otonomi Xinjiang, China. Dalam pernyataan tersebut, Ozil juga menyebut etnis Uyghur sebagai “East Turkistan”.

View this post on Instagram

#HayırlıCumalarDoğuTürkistan 🤲🏻

A post shared by Mesut Özil (@m10_official) on

Sementara itu Muhammadiyah juga ikut berkomentar terhadap kekerasan tersebut. Terlebih ada isu kalau Muhammadiyah adalah penyokong dana bagi Uyghur.

Ketua Biro Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah KH Muhyiddin Junaidi menyebutkan ada tujuh butir sikap yang dikeluarkan organisasi yang didirikan oleh Ahmad Dahlan itu.

Diantaranya soal pemberitaan media asing Wall Street Journal yang menyudutkan Ormas islam yang dianggap diberi “upeti” oleh pemerintah China agar mempengaruhi sikap politik Ormas Islam.

Ia mengatakan pemberitaan tersebut sangat tidak berdasar dan fitnah yang merusak nama baik Muhammadiyah, NU, dan MUI. Ia menegaskan PP Muhammadiyah mendesak agar Wallstreet Journal meralat berita tersebut dan meminta maaf kepada warga Muhammadiyah khususnya dan umat muslim pada umumnya.

Somasi ini akan ditindaklanjuti dan Muhammadiyah akan mengambil tindakan hukum. “Apabila hal tersebut tidak dipenuhi, Muhammadiyah akan mengambil langkah hukum sebagaimana mestinya,” tegas Muhyiddin.

Muhammadiyah mendesak Pemeritah Tiongkok untuk lebih terbuka dan memberikan informasi dan akses masyarakat intemasional mengenai kebijakan di Xinfxang dan Masyakarat Uyghur.

Muhammadiyah juga mendesak Pemerintah Tiongkok agar menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM, khususnya kepada masyarakat Uyghur atas dalih apapun.

Pemerintah Tiongkok hendaknya menyelesaikan masalah Uyghur dengan damai melalui dialog dengan tokoh-tokoh Uyghur dan memberikan kebebasan kepada Muslim untuk melaksanakan ibadah dan memelihara identitas.

Ketiga, Muhammadiyah juga mendesak kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mangeluarkan resolusi terkait pelanggaran HAM atas Masyarakat Uyghur, Rohingnya, Palestina, Suriah, Yaman, India dan sebagainya.

Selanjutnya, mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengadakan sidang khusus dan mengambil langkah langkah konkrit untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM yang dialami umat Islam, khususnya di Xinjiang.

Kelima, Muhammadiyah mendesak Pemerintah Indonesia agar menindalanjuti aspirasi umat Islam dan bersikap lebih tegas untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM di Xinjiang sesuai dengan amanat UUD 1945 dan politik luar negeri yang bebas aktif.

“Pemerintah lndonesia hendaknya lebih aktif menggunakan peran sebagai anggota OKI dan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk menggalang diplomasi bagi dihentikannya pelanggaran HAM di Xinjiang dan beberapa negara lainnya,” tegasnya.

Muhammadiyah juga mengimbau umat Islam agar menyikapi masalah pelanggaran HAM di Xinjiang dengan penuh kearifan, rasional, damai, dan tetap memelihara ukhuwah islamiyah dan persatuan bangsa.

Hendaknya tidak ada pihak-pihak yang sengaja menjadikan masalah Uyghur sebagai komoditas politik kelompok dan partai tertentu serta mengadu domba masyarakat dengan menyebarkan berita yang menyesatkan dan memecah belah umat dan bangsa melaIui media sosial, media massa, dan berbagai bentuk provokasi lainnya. ‘

Lalu, Muhammadiyah mergimbau kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah untuk konsisten menyikapi persoaian dengan cerdas, berpegang teguh pada khittah dan kepribadian Muhammadiyah tidak terpengaruh berita media sosial yang menghasut dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. (*)

Penulis : Ade Indra

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *