Ahli Reptil Sebut Teror Ular Kobra di Tasikmalaya Kewajaran

Ahli Reptil Sebut Teror Ular Kobra di Tasikmalaya Kewajaran

Ular kobra bertelur saat musim penghujan membuat banyak bersarang dan punya anak.

Ahli Reptil ITB Ungkap Penyebab Teror Ular Kobra di Tasikmalaya

Konten.co.id – Kemunculan ular berbisa seperti kobra di permukiman warga menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Seperti baru-baru ini terjadi di perumahan Tata Lestari, Rt 04/10, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya dikejutkan dengan penangkapan 3 ular kobra, Senin (16/12/2019).

Dua diantaranya masih hidup dan dimasukan ke dalam botol kemasan air minum dan satu lainnya dibiarkan mati. Dalam sepekan sudah belasan ekor ular kobra yang ditangkap oleh warga.

Ahli reptil dari Institut Teknologi Bogor (ITB) Ganjar Cahyadi dalam keterangan persnya, Selasa (17/12/2019) mengatakan fenomena tersebut wajar terjadi karena musim penghujan merupakan masa ular bereproduksi.

“Ular memiliki fase reproduksi, sekarang musim hujan di mana termasuk musim ular menetas,” ujar Ganjar.

Ia mengatakan kobra biasanya menyimpan telur di sarangnya. Biasanya sarang bekas tikus, di tempat-tempat lembap, dan tumpukan sampah. “Ular simpan telurnya lalu ketika awal musim hujan akan menetas,” katanya.

Ganjar mengatakan, jika banyak ular ditemukan di suatu lokasi, kemungkinan tempat tersebut merupakan habitatnya atau sebagai area ular mencari makan. Salah satu makanan bagi ular adalah tikus dan tikus biasanya banyak di perumahan.

“Kobra itu tipikal ular yang melepas anak-anaknya. Dia tidak menjaga anak-anaknya karena anak kobra ketika menetas sudah memiliki taring dan kelenjar bisa. Jadi, sudah bisa mencari makan sendiri,” katanya.

Menurut Ganjar, warga perlu mengetahui jenis dan perilaku ular untuk melakukan langkah antisipasi yang tepat. Untuk ular yang berbisa, dapat dikelompokkan pada dua famili, yaitu Elapidae dan Viperidae.

Ular yang termasuk Elapidae contohnya adalah ular kobra, ular belang (bungarus), dan ular cabai (Calliophis intestinalis). Sementara untuk kelompok Viperidae, kata dia, cirinya adalah bagian kepala berbentuk seperti segitiga.

Kalau di daun warnanya hijau dan jika di tanah warnanya kecokelatan. Ular berbisa memiliki taring yang mengeluarkan bisa.

Selain itu, dari perilakunya juga dapat terlihat kalau ular berbisa lebih santai dalam bergerak, tapi kalau didekati akan melakukan upaya perlindungan diri atau menyerang. “Sementara ular tidak berbisa tidak memiliki taring dan bila didekati akan kabur,” katanya.

Ciri lain dari ular berbisa, lanjutnya, dapat dilihat dari warna atau coraknya. Ular berbisa lebih mencolok warnanya, misalnya, ular cabai yang mempunyai garis warna merah di tubuhnya, kemudian ular bungarus memiliki warga hitam putih.

“Namun, khusus untuk ular kobra, yang mencolok adalah karena warnanya hitam legam. Perilaku ular kobra, kalau terancam akan menaikkan tubuhnya dan mengembangkan rusuknya, bahkan dapat menyemburkan bisanya ke arah mata,” ujarnya. (*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *