AD/ART Radikal, Aktivis Ingin Anggota FPI Dibina dan Dibubarkan

AD/ART Radikal, Aktivis Ingin Anggota FPI Dibina dan Dibubarkan

Aktivis Anti radikalisme Haidar Alwi ingin SKT FPI tidak diperpanjang.

AD/ART Radikal, Haidar Alwi Ingin Anggota FPI Dibina dan Dibubarkan

Konten.co.id – Wakil Ketua DPR Ahmad Sufmi Dasco mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memiliki kewenangan yang tidak bisa diintervensi soal perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI).

Dasco mengatakan, Mendagri punya parameter untuk menilai apakah FPI sebagai ormas layak diperpanjang atau tidak.

“Mendagri itu juga punya parameter sendiri yang mungkin sedang dikaji. Nah nanti kita lihat seperti apa. Itu adalah kewenangan dari Pak Tito selaku Mendagri. Kita juga tidak mau melakukan intervensi apa-apa, nanti kita sama-sama liat,” kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Terkait Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) FPI yang dinilai Radikal, Dasco meminta Tito dan Menteri Agama Fachrul Razi saling berkomunikasi dan melakukan kajian bersama.

“Nah kemudian ada di dalam AD/ART itu yang mungkin harus disinkronisasi atau kemudian dikaji oleh Kemendagri dan masing-masing, mari sama-sama hormati dan kita lihat,” ujarnya.

Aktivis Anti Radikalisme Haidar Alwi menilai, Kemendagri dinilai tidak perlu memperpanjang SKT FPI.

“Menurut saya, sebaiknya Mendagri tidak mengeluarkan surat tersebut (SKT),” kata Haidar, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).

Haidar megatakan, FPI sebaiknya dibubarkan, lalu para anggota FPI dibina. Jika tidak bisa dibina, lanjut Haidar, sebaiknya dimusnahkan.

“Lebih baik dibina, tapi jika tidak bisa dibina maka lebih baik dibinasahkan,” tutur Haidar. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *