71 Tentara Nigeria Terbunuh oleh Pasukan Pemberontak

71 Tentara Nigeria Terbunuh oleh Pasukan Pemberontak

Presiden Mahamadou Issoufou melakukan perjalanan mendadak ke Mesir karena ‘tragedi’ di kamp militer di Inates, Nigeria barat.

Sebanyak 71 Tentara Nigeria Terbunuh oleh Pasukan Pemberontak

Konten.co.id – Menurut Kementerian Pertahanan Nigeria, 71 tentara Nigeria Tewas dalam sebuah serangan di kamp militer bagian barat negara itu, Rabu (11/12)

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Nigeria dalam sebuah siaran televisi Mengatakan, terdapat 12 personil militer terluka dan yang lainnya hilang.

“sejumlah besar teroris dinetralkan” dalam serangan pada hari Selasa (10/12)

Presiden Mahamadou Issoufou mempersingkat perjalanan ke Mesir untuk pulang setelah “tragedi” yang terjadi di pangkalan di Inates, dekat perbatasan dengan Mali, kata Presiden di Twitter, demikian Al Jazeera melaporkan.

Serangan itu diyakini sebagai serangan yang paling mematikan terhadap militer Nigeria. Sampai berita ini diturunkan tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Menurut Menteri Pertahanan Nigeria, Pada Senin (9/12) serangan terjadi terhadap pos tentara di Agando, Tohoua Barat yang menyebabkan tiga tentara Nigeria dan 14 pejuang pemberontak tewas.

Serangan hari Selasa terjadi beberapa hari sebelum Presiden Perancis Emmanuel Macron menjadwalkan pertemuan pekan depan, di kota Pau, Perancis barat daya, dengan lima presiden dari Sahel (zona perbatasan di Afrika) untuk membahas keamanan di wilayah tersebut.

Nigeria merupakan bagian dari gugus tugas lima negara yang dikenal dengan G5, yang dibentuk tahun 2014 bersama Burkina Faso, Mali, Mauritania dan Chad.

Dewan Menteri Nigeria telah memperpanjang keadaan darurat sejak 2017 selama tiga bulan di beberapa daerah untuk memerangi serangan pemberontak dan menyerahkan kekuatan tambahan kepada pasukan keamanan.

Sejak pejuang bersenjata memberontak di Mali Utara pada 2012 lalu, ribuan warga sipil dan tentara tewas dalam kekerasan di wilayah Sahel.

Konflik telah menyebar ke pusat Mali dan ke tetangga Burkina Faso dan Nigeria. Serangan terus berlanjut, meskipun 4.500 tentara Perancis dikerahkan di wilayah itu sebagai bagian dari Operasi Barkhane untuk membantu pasukan lokal.

Tiga belas tentara Perancis terbunuh di Mali bulan lalu ketika dua helikopter bertabrakan dalam satu operasi melawan para pejuang di wilayah utara negara itu yang bergolak, menjadi satu kekalahan terberat bagi militer Perancis dalam hampir empat dekade.

*Sumber : Aljazeera

Editor : Sidqi Al Ghifari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *