5 Desember Wafatnya Sang Penakluk Sistem Apartheid, Nelson Mandela

5 Desember Wafatnya Sang Penakluk Sistem Apartheid, Nelson Mandela

Seluruh hidupnya adalah perjuangan panjang melawan sistem pemisah ras atau apartheid.

Nelson Mandela Sang Penakluk Sistem Apartheid

Konten.co.id Nelson Mandela adalah sosok yang terus menerus melawan terhadap sistem pemisahan ras atau apartheid. Bertahun-tahun lamanya ia habiskan waktu di jeruji besi untuk memperjuangkan hak warga kulit hitam.

Perjuangannya itu terbayar tuntas saat dirinya menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan tahun 1994-1999, Saat itu ia membuat undang-undang baru yang modern dan berakhirnya apartheid. Ia juga mendapatkan Nobel Perdamaian yang mana dirinya akan terus menjadi simbol perdamaian dunia.

Tepat hari ini tanggal 5 Desember 2013 silam, Nelson Mandela menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya di Johannesburg, Afrika Selatan. Setelah menderita infeksi paru-paru pada Januari 2011.

Sejarah Lahirnya Apartheid

Lahirnya gagasan apartheid dalam kolonialisme berawal dari seorang pria di Jerman pada tahun 1930, ia adalah Hendrik Verwoerd, seorang kulit putih yang menganut paham nasionalsosialisme dan terpengaruh kuat ideologi rasisme yang dilahirkan Nazi.

Orang-orang berkulit putih seperti Verwoerd memandang dirinya sebagai anggota kaum elit di benua Afrika. Verwoerd dan partai nasionalisnya mendefinisikan apartheid adalah perkembangan terpisah, antara kelompok yang diistimewakan dan yang dianggap lebih rendah.

Verwoerd adalah Perdana Menteri ke-7 Afrika menempatkan warga kulit hitam di kawasan khusus yang disebut Bantustan atau homelands, yang mana kawasan itu disediakan hanya untuk kaum berkulit hitam.

Pemisahan ras itu menentukan tata kehidupan secara umum. Di tempat-tempat umum ditetapkan peraturan ketat pemisahan antara kaum kulit putih dan tidak berkulit putih. Pernikahan campuran dilarang. Pendidikan dan lapangan kerja juga diatur berdasarkan ras. Di luar homelands kaum berkulit hitam harus selalu membawa paspor.

Perlawanan Mandela Terhadap Apartheid

Akibatnya muncul gerakan protes yang diorganisir Kongres Nasional Afrika ANC, yang kemudian menjadi gerakan massal. Aksi Massa, pembakaran massal paspor, mogok kerja, dan boykot.

Dalam aksi massa itu, salah satu aktifisnya adalah Nelson Mandela, ia sebagai pengacara muda yang kemudian menjadi ketua ANC.

Tahun 1960 di selatan Johannesburg 20 ribu warga kulit hitam tanpa paspor menyerbu pos polisi, aksi massa besar-besaran itu berakhir dengan pembunuhan massal.

ANC kemudian dilarang. Nelson Mandela melakukan perlawanan bersenjata dalam gerakan bawah tanah. Tahun 1964 jajaran pimpinan gerakan bawah itu ditangkap. Nelson Mandela dan Walter Sisulu menjadi tahanan seumur hidup. Di pengadilan Mandela menekankan ia bersedia mati untuk visinya.

Diisolasi Dunia International

Penerapan sistem apartheid, Afrika Selatan semakin diisolasi dunia international. Terkena sanksi perdagangan dan politik keuangan pada akhir tahun 1980. Tekanan dari aksi massa protes di jalanan, larangan mengikuti kejuaraan dunia serta pertandingan olimpiade menyebabkan pemerintah dari Frederik Willem De Klerk akhirnya melakukan perundingan dengan Kongres Nasional Afrika, ANC dengan syarat berakhirnya kekerasan tersebut.

Dalam pidato di parlemen tahun 1990 Presiden De Klerk mengumumkan reformasi serta berakhirnya pengasingan para aktivis. Nelson Mandela kemudian dibebaskan 11 Februari 1990 dalam usia 74 tahun.

Selama 27 tahun, Mandela menghabiskan waktunya dengan mendekam di penjara, dari November 1962 sampai Februari 1990. 18 tahun dari 27 tahun itu, dia dipenjara di Robben Island atau sebuah pulai di Afrika Selatan.

Frederik Willem de Klerk juga membatalkan pemblokiran terhadap ANC, menghapus pembatasan pada kelompok politik dan membekukan eksekusi. Pada tahun 1993, Nelson Mandela dan Presiden de Klerk secara bersama-sama dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian.

Nelson Mandela terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama pada 10 Mei 1994, ketika usianya 77 tahun. Dari 1994 hingga Juni 1999 Mandela bekerja untuk mewujudkan transisi dari aturan minoritas dan apartheid menjadi aturan mayoritas kulit hitam.

Kemudian Pada 1996, Mandela menandatangani undang-undang konstitusi baru, mendirikan pemerintahan pusat yang kuat, menjamin kebabasan berekpresi dan menjamin hak-hak minoritas. (*)

“After climbing a great hill, one only finds that there are many more hills to climb” Nelson Mandela

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *