Tampil Buruk Lawan Astana, Lingard Dikecam Netizen

Tampil Buruk Lawan Astana, Lingard Dikecam Netizen

Lingard menjadi bulan-bulanan netizen usai gagal membawa MU menang atas Astana. Sehingga namanya jadi trending di Twitter.

Jesse Lingard Dikecam Netizen usai Tampil Buruk Saat Lawan Astana

Konten.co.id – Kekalahan Manchester United atas Astana dengan skor 2-1 pada laga kelima Grup L Liga Eropa 2019-2020. Bermain di Astana Arena, Kazakhstan, Jumat (29/11/2019) dini hari WIB berujung panjang.

Sang kapten Jesse Lingard pun mendapat kecaman dari netizen. Hingga namanya jadi trending di sosial media Twitter.

“DIA TAKNAMPAK KE LINGARD TU TAKFUNCTION WADEHEK,” cuit @LuqmanAkashahh.

Netizen menganggap permainan Lingard sangat buruk. Terlebih ia salah satu anggota tim senior yang seharusnya tampil lebih baik daripada pemain muda lainnya.

“Lingard nih macam budak gang yang dah tue maseh nak maen bola plastik setim dengan budak kecik, tak mau passing, dribbling teros, pamer skill, maunye die yak yg nyetak gol. Kacau, wonderkid sepanjang masa. Kesal asli,” cuit @prihanfakri23

Akibatnya akun @elliott_h123 menyatakan kalau Lingard menjadi salah satu pemain yang harus didepak setan merah.

“Next 2 transfer windows: In; LB – Alex Telles CDM – Kalvin Phillips CM – Ruben Neves AM – James Maddison RW – Adama Traore RW – Jadon Sancho ST – Erling Håland Out; CB – Phil Jones LB – Luke Shaw CDM – Nemanja Matic CM – Paul Pogba AM – Juan Mata RW – Jesse Lingard #MUFC”

Diketahui pada laga melawan Astana Man United menyerah dengan skor 1-2. Lingard yang menjadi kapten pada laga ini sempat membawa MU unggul di menit 10.

Astana berhasil menjebol gawang MU pada menit 55 lewat Dmitriy Shomko dan gol bunuh diri Dishon Bernard di menit ke-62.

Lingard sendiri mengaku performa timnya sangat baik pada babak pertama serta awal babak kedua. Meski yang bermain didominasi para pemain muda, tetapi mereka mampu menyaingi klub terbaik dari Kazakhstan tersebut.

Akan tetapi, pemain berpaspor Inggris itu juga harus mengakui jika bermain di kandang Astana tidaklah mudah. Apalagi dukungan para penggemar Astana membuat para pemain tuan rumah mampu bermain dengan motivasi tinggi.

“Kami mendominasi babak pertama, tetapi bisa mengaturnya juga pada awal babak kedua dengan lebih baik. Meski begitu, ini bukan tempat yang mudah untuk didatangi,” ungkap Lingard, mengutip dari laman resmi UEFA, Jumat (29/11/2019).

“Mereka memiliki orang di belakang mereka dan para penggemar mendukung mereka. Secara mentalitas kami benar, tetapi kami terjebak (dengan permainan Astana) bersama-sama,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *