Tahun 2020 Lapan Siap Bangun Bandar Antariksa di Biak

Tahun 2020 Lapan Siap Bangun Bandar Antariksa di Biak

Bandar antariksa dibangun di Biak karena tempatnya cocok untuk peluncuran roket.

Tempat Ideal Peluncuran Roket, Tahun 2020 Lapan Akan Bangun Bandar Antariksa di Biak

Konten.co.id – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan memulai kajian untuk perencanaan dan persiapan pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak, Provinsi Papua pada tahun 2020.

“Lapan akan memulai kegiatan persiapan bandar antariksa tersebut mulai tahun depan dimulai dari kajian perencanaan dan analisis dampak lingkungan untuk pembangunan bandar antariksa,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, Kamis (14/11/2019).

Thomas mengatakan Lapan akan membagi dua jenis bandar antariksa, yakni skala kecil dan besar.

Pembangunan dalam skala kecil, lanjutnya, karena pendanaan pembangunannya diharapkan menggunakan dana nasional baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun dengan kemitraan dengan badan usaha.

“Tujuannya bandar antariksa skala kecil ini untuk menguji terbang roket-roket yang dikembangkan dibandingkan yang saat ini diluncurkan di Garut, yaitu roket bertingkat untuk nantinya mencapai orbit setidaknya sampai 300 kilometer,” ujarnya.

Bandar antariksa tersebut juga akan digunakan sebagai lokasi peluncuran roket untuk peluncur satelit dan roket-roket skala kecil.

Lapan pun menargetkan, bandar antariksa skala kecil itu secepatnya sudah bisa dioperasikan setidaknya bisa digunakan untuk uji terbang roket bertingkat yang saat ini sedang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Roket Lapan.

Kemudian, bandar antariksa yang berskala besar akan dibangun dengan kemitraan internasional yang nantinya berfungsi untuk peluncuran roket nasional dan internasional dengan berbagai kelas.

Lanjutnya, pihaknya memilih Biak sebagai lokasi pembangunan bandar antariksa utamanya karena lokasinya sangat dekat dengan ekuator yakni 1 derajat Lintang Selatan.

Lalu wilayah timur dari Biak langsung menghadap ke Samudera Pasifik sehingga sangat ideal untuk peluncuran roket.

Dengan demikian maka titik jatuh roket tingkat satu dan dua berada di wilayah yang aman yakni di lautan.

“Kajian-kajian lebih spesifik termasuk perencanaan anggaran itu nanti akan kami lakukan lebih mendalam mulai tahun depan,” tuturnya.

Dia menuturkan pihaknya akan mengkaji sumber-sumber pendanaan termasuk dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha yang selanjutnya (KPBU) dan mitra internasional, sehingga tidak sepenuhnya dibebankan ke APBN. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *