Tagar #TertipuJanjiM4nies Jadi Trending di Twitter, Kenapa?

Tagar #TertipuJanjiM4nies Jadi Trending di Twitter, Kenapa?

Tagar 3 #TertipuJanjiM4nis Karena Gubernur Anies Baswedan Tidak Menepati Janjinya Untuk Tidak Melakukan Penggusuran di Jakarta

Merasa Dibohongi, Netizen Trendingkan Tagar #TertipuJanjiM4nies di Twitter

Konten.co.id – Jagat twitter baru saja diramaikan dengan tagar #TertipuJanjiM4nies. Sbanyak 8 ribu cuitan menggunakan tagar tersebut.

“Kangen seperti dolo.. Balai Kota DKI tiap pagi seperti pasar kaget, Rame semua warga bebas hadir. Apapun keluhan warga, apa keinginan dan masalah warga dilayani semua oleh Gubernur Ahok. Semua senang Semua bahagia Btw Sekarang Balai Kota seperti apa yak #TertipuJanjiM4nies,” cuit @WahabisLokal

“Tanda-tanda orang munafik Jika berbicara dia dusta. Saya tak pernah mengatakan menolak reklamasi. Jika berjanji dia ingkar. Tak akan menggusur. Jika dipercaya dia berkhianat. Sudah dipilih tetap digusur. #TertipuJanjiM4nies,”cuit @ CH_chotimah.

“Semua program hasilnya kacau! Dr peruntukan trotoar bg pejalan kaki yg diserobot PKL smp ke jalur sepeda yg diserobot pemotor dan pengguna kendaraan lain. Cukup Jakarta aja yg #TertipuJanjiM4nies milih orang yg gak bisa apa2 tp dipaksain, prestasi nol retorikanya segudang,” cuit @Dwiyana_DKM

Lalu apa penyebab tagar #TertipuJanjiM4nies hingga menjadi trending di Twitter?

Hal ini diduga karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dianggap gagal memenuhi ekpetasi warga Jakarta dalam menangani masalah DKI Jakarta. Bahkan melanggar janjinya sendiri untuk tidak melakukan penggusran.

Diketahui beberapa waktu lalu Pemprov DKI Jakarta melakukan penggusuran terhadap rumah warga Madura yang berada di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Padahal warga di wilayah tersebut secara serempak memberikan dukungannya kepada Anies saat Pilgub Jakarta lalu.

Bahkan saking menggebunya, mereka melakukan Yasinan atau ritual membaca Surat Yasin secara bersamaan-sama demi mendoakan kemenangan Anies yang saat itu berpasangan dengan Sandiaga Uno.

“Di sini Yasinan tiap malam mas. Bahkan air (minum) saja kita patungan,” kata salah seorang warga bernama Hendra.

Dukungan mereka didasarkan atas instruksi para kiyai di Madura yang meminta mereka untuk menambatkan dukungannya kepada Anies dan Sandi. Pasalnya Anies merupakan salah satu santri kiyai di Madura.

“Dari Madura menginstruksikan pilih Anies. Karen ini masih santrinya kiyai suku kita (Madura). Anak-anak takut juga sama kiyai sendiri,” ungkap dia.

“Ya kita disuruh begitu sama kiyai kita ya ngikutin namanya guru ngaji kita,” lanjutnya.

Selama masa kampanye, Anies sendiri belum pernah mengunjungi mereka. Namun sebagai jemaah yang taat terhadap kiyai mereka di Madura, maka mereka tetap kukuh memilih Anies saat Pilgub lalu.

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menilai Anies tidak konsisten soal penggusuran. “Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lip service untuk mendapatkan simpati masyarakat, maka Pak Anies sampaikan program itu (tak menggusur). Tapi kan apa yang diucapkan tidak konsisten, faktanya hari ini Pak Anies melakukan penggusuran,” kata Gembong, Senin (18/11/2019).

Dengan melakukan penggusuran di Sunter Agung, lanjut Gembong, Anies telah mengikuti jejak pendahulunya, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“Itu sebagaimana dikatakan Ahok, Ahok pernah mengatakan dalam debat kampanye dulu bahwa untuk menata Jakarta tidak mungkin tanpa penggusuran,” katanya.

Menurut Gembong, kebenaran pernyataan Ahok tersebut memang tidak terbantahkan. Kini Anies pun sudah membuktikannya.

“Pasti, tidak ada cara lain untuk menata Jakarta, mau tidak mau harus melakukan itu. Tapi, apa yang dilakukan itu kan kontradiksi dengan apa yang diucapkan,” katanya.

Kini, lanjut Gembong, yang harus menjadi catatan Anies adalah nasib korban penggusuran. Dia minta Anies menyediakan tempat baru yang layak untuk mereka.

Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menganggap ucapan Anies yang tak mau menggusur hanya sekadar janji manis kampanye Pilkada 2017.

Menurut Ujang, janji tersebut adalah cara efektif untuk mengalahkan lawannya saat itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ujang beranggapan, saat pilkada, mencitrakan diri sebagai pihak yang pro-rakyat adalah hal lumrah. Apalagi, banyak pihak menolak penggusuran yang kerap dilakukan Ahok saat menjadi gubernur.

“Anies ingin menang ketika pilkada, ingin mengungguli Ahok, ingin citranya baik, sehingga dilakukanlah langkah-langkah yang membuat kampanye-kampanye pro-rakyat,” ujar Ujang saat dihubungi, Selasa (19/11/2019).

Karena Anies sudah melanggar janji kampanyenya dengan melakukan penggusuran di kawasan Jalan Sunter Agung VIII, Ujang menyebut mantan Mendikbud itu berpotensi ditinggal pendukungnya di Jakarta.

Menurutnya banyak yang berharap Anies tak menggusur namun yang didapat hanya sakit hati.

“Sebagian mungkin akan meninggalkan, karena yang merasa mereka sakit hati, yang merasa kecewa saja, yang lainnya pendukung Anies juga masih banyak, tapi tadi ada yang kecewa pasti sakit hati, yang kecewa pasti akan menghindar,” jelasnya.

Karena itu, Anies disebutnya harus membangun komunikasi dengan para pendukung soal kebijakan penggusuran itu. Pasalnya mereka masih menunggu Anies menepati janji-janji kampanye.

“Itulah yang harus dipikirkan oleh Anies untuk bisa berkomunikasi secara baik-baik dengan mereka yang digusur, karena bagaimanapun janji tetap janji, harus ditepati,” kata dia. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan