Tagar #BebaskanLuthfi Jadi Trending di Twitter, Ada Apa?

Tagar #BebaskanLuthfi Jadi Trending di Twitter, Ada Apa?

Luthfi Tidak bersalah, Netizen ingin #BebaskanLuthfi.

Ungkap Alasan Tagar #BebaskanLuthfi Jadi Trending di Twitter

Konten.co.id – Pagi ini, Rabu (27/11/2019) jagat media sosial twitter diramaikan dengan tagar #BebaskanLuthfi. Tagar ini sudah jadi trending dengan hampir 7136 cuitan.

“Berkas ananda Lutfi sudah P21, berkasnya ada di kejaksaan, dg berbagai pasal yg disangkakan padanya, saya butuh bantuan teman2 menaikkan hashtag #BebaskanLuthfi Mohon berkenan baik akun receh maupun akun pembesar!!!,” cuit @ Bstolenberg.

Sementara akun @ NadineOliviea mencuitkan, “Buat adik Luthfi & keluarganya…yg sabar ya, dibalik musibah pasti ada hikmahnya, semoga adik Luthfi s3lalu dalam lindungan Allah SWT…Aamiin #BebaskanLuthfi #BebaskanLuthfi,”

Hal berbeda diungkapkan akun @do_ra_dong. Akun tersebut mengatakan kalau Presiden telah memberikan grasi kepada mantan Gubernur Riau sementara Luthfi tidak dibebaskan.

“Kalian bicara pemberantasan korupsi zero tolerance, kalian bicara tolak UU KPK, kalian bicara keadilan hukum Tapi lihatlah, presiden kalian beri grasi 1 tahun kpd koruptor Lalu kalian diberi kebohongan bahwa dia bukan insiator UU KPK dan mimpi terbitkan Perppu #BebaskanLuthfi,”

sedangkan akun @ jundiwarrior mencuitkan, “Anak ini berdemo bukan soal PILIHAN POLITIK Tapi soal UU KPK dan RUU KUHP, untuk kepentingan Bangsa.. Untuk kepentingan kita semua.. Maka dari kubu manapun kalian, bersatulah untuk meneriakan #BebaskanLuthfi !!”

Lalu ada apa tagar ini sampai melambung dan jadi trending di twitter?

Ternyata alasannya adalah karena netizen ingin anak STM yang ditangkap oleh polisi karena dianggap melecehkan bendera merah putih saat demo menolak Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) di DPR beberapa waktu lalu untuk segera dibebaskan.

Hal ini karena ia dinilai tidak bersalah. Bahkan yang dilakukan Luthfi hanya melindungi sang merah putih. Ditambah Luthfi adalah anak sekolah.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah menerima berkas Luthfi. Kuasa Hukum Luthfi dari Lembaga Bantuan Hukum Komite Barisan Advokasi Rakyat (LBH Kobar), Sutra Dewi, mengatakan bahwa pelimpahan berkas itu dilakukan pada hari ini, Senin (25/11/2019).

“Berkas Lutfi dilimpahkan ke Kejaksaan Jakpus sejak hari ini,” kata kuasa hukum Lutfi dari Lembaga Bantuan Hukum Komite Barisan Advokasi Rakyat (LBH KOBAR), Sutra Dewi, Senin (25/11/2019).

Sutra mengatakan, Luthfi dikenakan empat pasal, yakni pasal 170, 212, 214, dan 218 KUHP.

Pada pasal 170 mengatur orang yang secara bersama-sama melakukan kekerasan dan pengrusakan di muka umum diganjar penjara maksimal lima tahun enam bulan. Hukuman ditambah jadi tujuh tahun jika mengakibatkan luka pada korban, sembilan tahun jika luka berat, dan sebelas tahun jika meninggal dunia.

Lalu pasal 212 KUHP mengatakan, “orang yang melakukan kekerasan pada aparat negara diancam hukuman penjara satu tahun empat bulan dan denda Rp4.500.”

Adapun pasal 214 KUHP mengatur orang yang mengeroyok aparat negara diancam penjara maksimal tujuh tahun. Hukuman meningkat jadi delapan tahun enam bulan jika mengakibatkan luka, dua belas tahun jika luka berat, dan lima belas tahun jika mengakibatkan kematian.

Kemudian, pasal 218 KUHP mengancam penjara empat bulan dua minggu bagi orang yang tak mengindahkan peringatan aparat keamanan.

Sutra Dewi menyebut, Lutfi akan menjalani sidang pada awal Desember 2019. “Saat ini Lutfi masih ditahan di Salemba,” tuturnya.

Diketahui kasus ini berawal dari seorang remaja yang menjadi perbincangan di media sosial. Luthfi disebut-sebut ditangkap polisi atas tuduhan melecehkan bendera Merah-Putih saat aksi demo di DPR.

Informasi soal ditangkapnya Luthfi ini awalnya muncul di jagat Twitter. Sebuah akun memberikan informasi ‘hilangnya’ Luthfi sambil membubuhkan foto sosok pelajar STM yang berlari menghindari tembakan gas air mata sambil memegang bendera yang diyakini adalah Luthfi.

Ia semula dikabarkan hilang selama 24 jam seusai aksi demo di DPR pada Senin (30/9/2019) lalu. Belakangan diketahui bahwa Luthfi ditangkap polisi.

Dalam posting-an foto yang lain, Luthfi disebutkan ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan pelecehan terhadap bendera Merah-Putih

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu menjelaskan kalau Luthfi bukan merupakan pelajar. Ia juga diamankan bukan karena melecehkan bendera merah-putih, tapi karena ikut keributan pada Senin lalu di Gedung DPR/MPR RI.

“Dia bukan pelajar, dan diamankan pada saat terjadinya kerusuhan tanggal 30 September 2019. Tidak ada kaitannya dengan pelecehan bendera,” kata Edy. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *