Sejarah Perkembangan Kulkas dari Masa ke Masa

Sejarah Perkembangan Kulkas dari Masa ke Masa

Prinsip cara kerja kulkas adalah udara yang terdapat dalam lemari es dialirkan pada mesin yang didalamnya terdapat gas freon. Gas freon tersebut kemudian udara akan didinginkan dan kembali lagi ke ruang lemari es dalam keadaan dingin.

Konten.co.id – Tahun 1784, ilmuwan Skolandia bernama William Cullen dari Glasgow University, keduanya mengembangkan sebuah mesin pendingin sederhana.

Perkembangan Kulkas dari Masa ke Masa Melibatkan Banyak Tangan Ilmuan

William Cullen yang merupakan seorang ahli kimia, fisika dan juga ahli bidang kedokteran menyadari bahwa makanan yang didinginkan akan mengurangi pertumbuhan bakteri. Hal ini yang membuatnya berpikir untuk menciptakan mesin pendingin.

Penemuiannya ini kemudian dikembangkan oleh ahli-ahli pada waktu selanjutnya.

Salah satu ilmuan yang mengembangkan kulkas adalah Jacob Perkins yang berasal dari Amerika. Kulkas atau lemari es buatan Jacob Perkins terinspirasi dari catatan William Cullen.

Perkins menggunakan eter dan tekanan uap air untuk membekukan air dan hasilnya ternyata berhasil membekukan air tersebut. Kulkas temuan Jacob Perkins kemudian dikembangkan lagi lebih lanjut oleh ilmuwan Jerman bernama Karl Von Linden.

Karl Von menggunakan metode menggunakan bahan kimia seperti amonia, sulfur dioksida, dan klorida metil sebagai alat dalam membekukan air. Meskipun metode ini tidak aman dan sering terjadi kecelakanaan. Namun lemari es atau Kulkas buatan Karl Von Linden berhasil ia patenkan.

Pada 1923, Frigidaire memperkenalkan kulkas yang lebih kokoh, yang bentuknya seperti lemaridan terbuat dari besi berlapis porselen. Dari alat ciptaan Frigidaire ini, es dapat diciptakan sekaligus disimpan agar tetap beku.

Produksi kulkas terus meningkat di seluruh dunia pada 1927. Namun kulkas yang diproduksi saat itu bahan utamanya menggunakan zat belerang dioksida, sehingga dapat mengganggu dan berbahaya bagi kesehatan mata.

Untuk mengatasi efek buruk bagi kesehatan itu, bahan pendingin yang digunakan dalam kulkas diganti menjadi zat Freon yang berupa gas tentunya lebih aman bagi manusia.

Seiring berjalannya waktu kulkas disempurnakan dengan penambahan alat untuk mengawetkan makanan di dalamnya, yaitu freezer. Memasuki tahun 1950 kulkas sudah mulai digunakan untuk menyimpan sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, dan daging, agar tetap awet dan segar selama beberapa waktu. Kini kulkas mulai berubah menjadi alat untuk kebutuhan pokok manusia.

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *