Reuni 212 Menggulingkan Pemerintah, GNPF Akan Bawa ke Jalur Hukum

Reuni 212 Menggulingkan Pemerintah, GNPF Akan Bawa ke Jalur Hukum

Unggahan Polres Binjai tentang Reuni Akbar 212 diadakan hanya untuk menggulingkan pemerintah seperti di Syuriah berujung akan dibawanya kasus ini ke jalur hukum.

GNPF Akan Bawa Kasus Reuni 212 Menggulingkan Pemerintah ke Jalur Hukum

Konten.co.id – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai Sani Abdul Fatah mengaku akan menempuh jalur hukum terkait postingan flyer kampanye ketertiban di akun sosial media Polres Binjai @tribrataresbinjai.

Diketahui dalam postingannya, tribrataresbinjai mengatakan kalau Reuni Akbar 212 diadakan untuk menggulingkan pemerintah. Hal ini menurutnya sudah menyakiti hati peserta Reuni akbar 212.

“Kami Tidak akan diam. kami akan tempuh jalur hukum atas provokasi ini,” katanya.

“Kampanye ketertiban yang beredar di instagram itu sungguh melukai hati kami. Pasalnya, umat yang sudah mulai menata kekondusifan kok malah dipecah lagi lewat kampanye Polres Binjai,” tambahnya..

Ia mengatakan kalau admin akun medsos tersebut berlebihan. Terlebih reuni tersebut sudah mengantongi izin dari Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta.

“Bukankah Reuni 212 di Jakarta sudah mengantongi izin dari Kepolisian dan Pemprov DKI. Kenapa kok dengan beraninya Polres Binjai mengeluarkan berita HOAX kek gini?” tanya Sani.

Postingan tersebut, menurut Sani adalah sebuah fitnah yang diarahkan kepada calon peserta reuni.

“Ini fitnah. Kami sangat marah dengan hal ini. Nampaknya Polres Binjai ini sangat benci dengan Aksi 212 i. Dan ini jelas-jelas dapat merusak citra Polri itu sendiri,” kata Sani.

Diketahui pada berita sebelumnya, jelang reuni akbar 212, postingan flyer kampanye ketertiban di akun instagram milik Polres Binjai @tribrataresbinjai justru menimbulkan polemik.

Admin akun tersebut memposting sebuah foto yang bertuliskan “Tujuan tersembunyi reuni 212. Gerakan Reuni 212 berusaha menggerakkan masyarakat ekonomi kelas menengah dan bawah untuk berupaya menggulingkan pemerintahan dengan cara-cara serupa Hizbut Tahrir di Suriah. Alwi Shihab,” pada hari Minggu (25/11/2019).

Namun foto tersebut kini telah dihapus dan tidak ada didalam akun instagram dan Twitter tribrataresbinjai.

Akibat unggahan tersebut, menimbulkan banyak keresahan. Bahkan akun @ opposite6890 meminta Polres Binjai untuk segera mengklarifikasi postingan tersebut.

“Jika Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan izin pelaksanaan Reuni 212 begitu pula dengan izin Pemda DKI Jakarta mengapa masih ada Polres yang menggiring opini buruk dan menuduh pelaksanaan reuni 212 ingin menggulingkan pemerintah,” bunyi pernyataan akun opposite dalam sebuah video.

“Sebelum pelaksanaan acara reuni akbar 212, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai rasa cinta terhadap Indonesia. Apa alasan Polres Binjai menyatakan, bahwa pelaksanaan reuni akbar 212 adalah upaya menggulingkan pemerintah dengan cara serupa di Syuriah?,” tambahnya.

Hal ini pun mendapat respon netizen. “Wow… Klo aparat sudah berdiri dgn satu kaki… Apa yang bisa diharapkan dalam pnegakan hukum… Vangke….!!!!!” cuit @ronin4711.

“Terlepas dr tuduhan bodoh tsb, knp sih dikit2 bawa Suriah? Emg ngerti knp kondisi Suriah skrg spt itu? Baca berita politik dunia dulu gih. Kasihan rakyat Suriah, sudah dibantai Assad, dsini dibuat jd seolah “pemberontak” yg bikin kekacauan,’ cuit @zee_4869.

Sementara akun @smprl menilai kalau cuitan tersebut adalah keteledoran. “Pak Alwi akun sosmednya apa bro? Bisa saja itu keteledoran admin asal posting,”

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *